November 02, 2020
Penulis — kurawa100

Gara-Gara Sapi

Cerita ini sumpah tidak ada hubungannya dengan kasus Sapi yang menimpa salah satu petinggi Partai, apalagi dengan kenaikan harga daging sapi yang sampai sekarang menggila harganya.

Cerita ini murni hanya khayalan dari imaginasi liar sang penulis.

Namaku Juju. Delapan belas tahun. Hidup di kota kecil. Ibuku Sri, seorang ibu rumah tangga biasa. Keluarga kami mempunyai kebun yang tak kecil-kecil amat. Setelah lulus SMA, ayah memaksaku membantunya mengurus perkebunan.

Aku tak pernah berpikir aneh-aneh terhadap ibuku. Hingga dua tahun yang lalu, saat ayah membawaku ke kandang sapi. Sapi kami hanya tinggal seekor sapi jantan dan induknya. Tapi jangan salah, sapi kami termasuk kualitas nomer wahid. Ternyata hari itu ayah mengawinkan sapi jantan itu dengan induknya sendiri.

Sekarang kita kawinkan mereka

Kenapa?

Agar kemurniannya tetap terjaga.

Tapi kan mereka sapi betina itu ibunya si jantan?

Semua betina memang jalang. Dia pasti senang dibuahi anaknya.

Aku malu melihatnya, tapi kulihat sapi jantan itu tak keberatan dan malah kelihatannya senang-senang saja membuahi induknya. Aku terkejut menyadari betapa cepatnya sang induk dibuahi.

Sejak saat itu, mulailah fantasiku akan ibuku datang secara tiba-tiba. Lalu setelah aku tahu warnet, aku terkejut membaca betapa banyaknya cerita tentang persetubuhan ibu dan anak serta betapa banyaknya anak lain yang juga memiliki fantasi sepertiku.

Nafsuku akan ibuku sendiri mulai membara. Suatu sore di dapur ibu sedang membersihkan meja, sedangkan sendok piring dan gelas ditaruh dulu di lantai. Lekukan pantatnya terlihat dari daster. Untungnya ada rice cooker di lemari di atas meja. Tiba-tiba keberanianku muncul. Lalu aku mendekat, kutempelkan kontolku ke pantat ibuku.

Awas ma, aku mau ambil ricecooker di atas

Kugesek celanaku di dasternya sambil mengambil ricecooker. Ibu terkejut tapi tetap diam saat kuambil ricecooker. Lalu ku taruh di tempat lain.

Kenapa gak nyuruh mama aja sayang.

Aku gak mau mengganggu ma

Sejak saat itu aku pelajari beberapa trik baru untuk menikmati ibuku saat ada kesempatan. Kadang ibu menyuruhku agar segera nikah. Mungkin ia menyadari kalau aku sering mencuri kesempatan menikmati tubuhnya, tapi ia tak pernah marah dan menghentikanku.

Hingga tiba saatnya, cintaku berkhianat. Eh, kok malah nyanyi, hehehehe.

Hingga tiba saat kulihat ayah dan bibiku sedang bersenggama di dekat kandang sapi. Mereka terkejut saat melihatku dan tentu saja kelihatan tidak senang. Bibi lantas pergi tapi ayah tetap ditempat.

“Kau takkan bilang pada mama atau pamanmu.

Aku terpaku beberapa saat.

Ok. Tapi ada syaratnya.

Apa syaratnya?

Gimana rasanya kalau mama juga seperti papa.

Akan kubunuh dia. Kenapa? Apakah dia

Tentu tidak. Tapi Juju punya rencana.

Rencana apa?

Jika ayah ingin juju tutup mulut, maka papa mesti biarkan apa yang akan juju lakukin sama mama.

Emang mau ngapain

Sama seperti yang dilakuin papa sama bibi

Maksudmu.

Aku mengangguk. Ayah terdiam sebentar.

Tapi dia mamamu!

Ayah juga dengan bibi. Tapi terus aja tuh.

DIAM!

Tapi gimana kalau mamamu gak mau?

Itulah kenapa ayah mesti biarkan juju.

Maksudmu kamu mau memaksa mama?

Udahlah yah, pokoknya ayah tenang aja.

Pikirmu mamamu mau apa?

Tidak, ayah tak bisa

Yah, ayah kan senang-senang di sini. Yang kumau hanya ayah biarkan juju. Juju takkan lapor pada siapa-siapa, asal ayah biarkan juju dan juju jamin rahasia kita tetap aman.

Kau memang bajingan.

Gimana lagi, buah jatuh tak jauh dari pohon.

Akan kubunuh kalau kau bicara.

Tentu saja tidak akan yah.

Akhirnya kami tenang kembali dan menjalani hidup normal lagi. Sorenya, aku dan ayah bermain kartu. Cukup menyenangkan hingga akhirnya ayah mengajak bertaruh uang. Ibu hanya duduk melihat sambil menyulam.

Ayah bilang kalau uangnya sudah habis. Gimana kalau mama aja yang jadi taruhannya, asal kamu all in semua uangnya. Aku setuju. Tapi keberuntungan tetap berpihak padaku. Ayah kalah. Aku senang tiada terkira. Ibu juga bercanda sambil bilang kalau sekarang aku miliknya.

Akhirnya malam menjelang. Kami pun tidur dan bangun di pagi hari. Ayah pergi ke ladang dan kubilang padanya agar membawa bibi ke ladang. Sehabis sarapan, kututup semua pintu dan kubilang pada ibu karena sekarang ia miliku, maka sekarang ibu mesti duduk di pangkuanku. Awalnya ibu terkejut dan menolaknya, tapi setelah aku merajuk akhirnya mau juga.

Setelah ibu duduk dipangkuanku, kuelus susunya yang masih terbalut daster. Ibu terkejut dan akan berdiri tapi kutahan bahunya agar tetap duduk.

Kamu ngapain nak? Aku ini ibumu!

Memang kenapa bu?

Tak boleh nak, aku istri ayahmu.

Ayah tak ada. Di sini hanya ada kita.

Tidak. Mengapa kau begini nak?

Karena aku ingin ibu.

Kau bakal dibakar di neraka jika kau membuat ibumu menangis.

Tapi aku di surga mulai saat ini.

Juju, jangan nak. Biarkan ibu pergi.

Baiklah. Jika ibu buka seluruh pakaian ibu dan ke kamar denganku.

TIDAK. Gimana bisa kau berkata seperti itu?

Karena aku ingin kamu, ibu. Aku ingin kamu terserah ibu suka atau tidak.

Tidak boleh bajingan. Di mataku kau seorang pengecut.

Aku marah mendengarnya. Kutekan bahunya. Kubuka paksa dasternya

Kita liat nanti siapa yang pengecut.

Ibu mulai menangis dan memohon agar aku meninggalkannya sendiri. Ia terbaring di lantai dan hanya terbalut bh dan cd nya. Tapi justru malah terlihat seksi. Aku pun berbisik pelan.

Aku takkan melakukan apa apa bu asal ibu berlutut.

Ibu tak mendengarnya dan tetap menangis.

Lakukan bu atau ibu akan merasa tersiksa sepanjang hidupmu.

Ibu akhirnya berlutut dengan enggan. Kulepas celanaku dan berdiri di belakangnnya. Aku ikut berlutut dan mulai kubuka cd nya. Ibu mulai menyadari dan menahan cd nya tapi tenagaku lebih besar. Saat cd nya mulai lepas ibu bilang tidak dan mencoba menaikkannya kembali.

Lalu kumasukan kontolku dari belakang. Memeknya sangat kering dan lumayan menyakitkan. Tapi cairan pelumasku agak membantu. Ibu teriak dan bilang tidak tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Kutekan kontolku lebih dalam dan berhenti.

Oh yes bu! Jangan pedulikan kesucianmu bu. Lihatlah sekarang. Siapa yang membuka cd mu dan memasukan kontolnya ke memekmu? Ibu tak suci lagi. Dan aku, anakmu mengambil kesucianmu. Kau bukan lagi ibuku sekarang!

Kucabut kontolku dan kutusukan lagi. Lalu kucium ibuku dari belakang.

Tubuhmu sempurna bu. Tubuh seorang dewi cinta. Jangan disia-siakan dengan ayah saja.

Kubuka bh nya dan kuremas susunya dengan tangan kananku.

Aku suka milikmu bu. Dan aku akan menikmatinya kapanpun aku mau.

Kuremas lagi susunya.

Aku takkan berhenti. Bahkan jika ayah datang, aku entot terus di depannya. Ia akan mencoba melerai kita! Atau ia akan membiarakan saja dan melihat istrinya dientot. Tak perlu lagi khawatir akan kesucianmu di matanya. Menurutmu ia hanya ngentot kamu?

Tinggalkan saja ia bu. Ia tak cocok ngentot memekmu. Mulai sekarang juju yang akan merawat ibu. Tinggalkan dia dan tidurlah denganku. Kan kuurus ibu tak seperti anak lainnya. Jika ibu mau, ibu masih tetap jadi istrinya.

Kumasukan lagi kontolku. Kuentot lagi. Ibu menangis dan marah.

Dasar kau tak punya malu. Kau perkosa ibumu dan kau mau melacurkanku?

Ibu takkan dilacurkan. Justru tubuh ibu sangat berharga bagi juju. Juju takkan menjual ibu. Ibu milik juju. Ibu akan jadi ibu yang seksi. Ibu yang akan mengurus kebutuhan sekskual anaknya!

Tidak dalam hidupmu bajingan. Mungkin kau memperkosaku sekarang tapi aku takkan pernah menyerah padamu. Kau tak layak untuk tubuhku.

Aku tetap mengentotnya.

OO tapi ibu berikan tubuhmu pada orang seperti ayah.

Ia orang baik. Ia tak memperkosa istri orang lain.

Itu hanya pikiranmu bu.

Apa maksudmu? ia tergugah, mencoba menghentikanku dan melihatku.

Jangan berhenti bu. Aku belum selesai ngentot. Aku tetap ngentot.

Tapi. Ia teriak saat kuremas susunya keras keras agar perhatiannya teralihkan.

Ibu tahu ibu terlihat seksi saat sedang kesakitan. Ini momenku bu. Jadi diam saja biar aku menyelesaikannya!

Ibu terdiam meski memeknya kuentot. Yang terdengar hanyalah suara daging beradu. Lalu kuturunkan tanganku dan kuelus itilnya. Ibu mengerang saat jariku menyentuh itilnya. Aku terkejut lalu tetap memainkan itilnya. Lalu kurasakan spermaku akan keluar. Kutekan lebih dalam kontolku dalam memek ibu.

Crot crot crot akhrinya spermaku keluar di dalam memeknya. Sesaat kurasakan sesal telah kuentot ibuku lalu aku ingat kata-kata ayah semua betina memang jalang. Memikirkan ibu sendiri membuatku menjadikannya betinaku. Kucabut kontolku dan pergi ke kamar mandi.

Saat keluar, kulihat ibu sudah kembali memakai dasternya. Ia juga membereskan semua barang. Aku berpaling agar tak melihat wajahnya dan pergi ke kamarku. Perasaanku campur aduk. Aku merasah senang keinginanku ngentot ibu terkabul. Tapi aku juga merasa kasihan pada ibu. Aku tahu akan lebih mudah seandainya ibu mau dientot.

— Bersambung —

© 2022 - CeritaSeru.xyz