November 01, 2020
Penulis — arimbisinta

Pemuja Ibu 3

Namaku Teguh prakosa umurku 18 tahun dan masih duduk dikelas 2 sma, Aku mempunyai kakak perempuan Soraya namanya dan kakakku ini sudah lulus sekolah dan bekerja di toko swalayan tak jauh dari rumah yang aku tinggali dan umur kakakku 20 tahun terpaut 2 tahun saja denganku.

Sedangkan bapakku Hardi berumur 48 tahun dan kerjaan bapakku hanyalah seorang tukang bangunan sedangkan ibukku Yanti berumur 38 tahun hanya ibu rumah tangga saja.

Aku tinggal dipedesaan tapi desaku tak begitu jauh dari kota dan didesaku ini termasuk desa yang ramai dan jalannya sudah bagus bahkan sinyal didesaku sudah 4G jadi desaku ini desa yang cukup maju dibanding desa lainnya.

# kembali ke cerita

Malam ini seperti biasa aku dan keluargaku lagi berkumpul diruang tv dan tentunya lagi nonton tv bareng sambil cerita cerita gitu.

“Mblo kapan kamu punya pacar mblo” Tanya mbak Aya meledekku sambil makan snacknya.

“Mbak Aya saja jomblo kok pake ngatain Teguh segala lagian Teguh masih sekolah gak mau dipusingin sama pacar mbakku” Jawabku sambil rebahan di paha ibukku dan ibukku tak keberatan soalnya aku selalu rebahan di paha ibu ketika lagi ngumpul gini.

“Mbak itu pernah pacaran ya ndak seperti kamu ngejomblo terus” Ucap mbak Aya ikutan tiduran dipaha ibuk.

“Eh ni anak sudah sudah paha ibuk pegel tiduran di bantal saja” Ucap Ibuk sambil mengambil bantal didekatnya dan menyerahkan ke kami.

“Mbak sih ikutan saja ibu jadi marahkan” Ucapku dongkol sambil tiduran dibantal tapi tetap deket ibuk.

“Lo la kok sekarang mbak jomblo pacar mbak selingkuh ya” ledekku.

“He he he iya sialan tu si Ferdi nyelingkuhin mbak dan parahnya sama sahabat mbak benar benar kacau tuh Ferdi” Jawab mbak Aya sambil cemberut.

“Apa kamu wes mau nikah to nduk” Tanya bapakku sambil nyeruput kopi sedangkan ibuk lagi asik liat tv kesukaannya.

“Aya masih ingin kerja pak lagian juga Jomblo ini belum lulus ya itung itung bantu dikitlah pak” Ucap mbak Aya.

“Bapak sih terserah kamu nduk mau nikah cepat monggo nanti nanti juga monggo tapi saran bapak hati hati milih calon bojo ya nduk” Ucap bapak lagi.

“Iya pak Aya kan hati hati” Ucap mbak Aya.

“Buk bapak wes ngantuk ayo tidur bukne” Ucap bapak ke ibuk dan ibuk pun ikut bapak kekamar dan tinggalah aku dan mbak Aya diruang tv dan saat ini mbak Aya pake rok selutut dan kaos pendek dan mbak sadari rok yang mbak Aya pake tersingkap hingga celana dalamnya keliatan dan membuatku jadi konak saja dan aku terus liatin paha mbak Aya yang putih mulus itu dan inginku merabai paha mbakku namun aku takut kalo mbak marah.

“Dasar jomblo seneng ya liat yang mulus mulus dasar otak mesum” Ucap mbak Aya mengagetkan ku sambil menurunkan kembali roknya yang tersingkap.

“Salah mbak saja kenapa juga pake ngangkat rok segala cowok mana yang tergoda liat yang mulus mulus mbak” Ucapku sambil menjauh ketika mbak Aya hendak memukulku pake bantal.

“Mbak gak ngangkat ya tapi ke angkat dasar kamunya saja yang mesum” jawab mbak Aya sambil cemberut.

“Sudah jangan marah kek gitu mbak cuma dilihat saja gak berkurang to” Ucapku mencoba menenangkan mbak Aya.

“Punya adek kok mesum amit amit dah” Ledek mbak Aya.

“Masih mending cuma dilihat mbak daripada di grepe grepe kayak mantan mbak dulu” Ucapku.

“Kamu ngintip ya mblo dasar” Ucap mbak Aya sambil melotot.

“Nggak sengaja ngintip mbak eh jangan jangan mbak sudah gak perawan ya” Ledekku membuat mbak Aya marah dan langsung masuk ke kamarnya dan aku jadi bingung kenapa mbak semarah itu apa karena ucapanku yang lancang ya ah sudahlah aku mau tidur saja.

Pagi ini aku sudah bersiap hendak pergi sekolah dan menunggu mbak yang juga mau berangkat kerja dan seperti biasa aku yang antar jemput mbak Aya namun kali ini mbak Aya gak mau aku antar dan mbak Aya berangkat sama temannya mbak Mita namanya dan membuatku makin merasa bingung atas sikap mbak kepadaku dan sebaiknya aku nanti minta maaf ke mbak Aya.

Kini aku sudah berada diruang kelasku dan teman temanku sudah datang semua termasuk sohibku yang juga jomblo itu Raka namanya, kurus dan tinggi dan tinggiku hanya setelinganya saja tapi aku gak kurus dan juga gak gemuk biasa biasa saja.

“Guh yuk bolos bosen sekolah saya” bisik Raka.

“Males Reng (panggilan Raka) takut ketauan mbakku nanti” Tolakku.

“Takut amat sama mbakmu kau Truk/petruk (panggilanku)"" ledek Raka.

“Kayak kamu gak takut saja sama mbak Nana kau Reng” balasku meledek dan mbak Nana mbaknya Raka seumuran sama mbak Aya.

“Pemarah mbak Nana itu suka napol saya kalo saya punya salah ke dia” Ucap Raka.

“Makanya jangan bolos Reng” Ucapku dan Raka pun cuma mengangguk.

“Eh para jomblo Man tumben ndak bolos” Ucap Olivia sang ketua kelas dan berpenampilan tomboy dan aku sama Raka cuma diam tak menjawab ucapannya olivia karena tiba tiba guru pengajar sudah datang dan mulai lah acara ajar mengajarnya.

Jam 2 aku sudah sampai dirumahku dan kulihat ibuk nonton tv sambil tiduran dan ibuk gak nyadar kalo rok ibu terangkat hingga cdnya keliatan dan aku lagi lagi bisa menikmati melihat paha mulus dan kini punya ibuk berdiri diam memandangi paha ibuk dan lagi lagi membuatku jadi konak dan aku jadi kepikiran ingin menyetubuhi ibukku sendiri dan aku ndak munafik kalo aku suka ngaceng jika didekat ibukku dan ibukku itu tingginya sama mbak Aya malah tinggian mbak Aya dan bodinya sama sama masih ramping hanya saja perbedaanya diraut wajah kalo mbakku imut imut kalo ibuk berparas dewasa tapi hanya sedikit kerutan diwajah ibukku dan bila aku boleh memilih aku malah milih ibukku daripada mbakku.

“Guh kamu wes datang” Ucap ibuk tiba tiba mengagetkanku yang masih memandangi paha ibuk dari roknya yang tersingkap itu.

“Iiiiya buk sudah 5 menitan Teguh nyampeknya” Jawabku gelagapan dan kulihat ibuk memandangku yang memandangi pahanya dan ibuk pun berpindang memandang roknya dan langsung menurunkan roknya ketika sadar roknya tersingkap.

“Yowes gek ganti bajunya lalu makan nanti ibu siapin” Ucap ibuk menyadarkanku yang masih menatap tubuhnya.

“Nggeh buk” Jawabku langsung ngacir ke kamarku.

“Weleh nanti ibuk marah gak yo” bathinku sambil merebahkan tubuhku dikasur dan belum salin baju, dan aku menurunkan celanaku juga cdku dan tanpa sadar aku mengocok kontolku sambil membayangakan menyetubuhi ibukku, terus ku kocok kontolku hingga menegang keras dan terus saja kukocok hingga aku merasakan spermaku mau muncrat dan…

“Guh maemnya wes siap ndang maem Guh” Kata ibukku sambil membuka pintu kamarku dan memandangku yang sedang mengocok kontolku.

“Nggeh buk oooouuuucchhhh” jawabku dan tepat spermaku muncrat meluncur ke atas dan aku sempat melihat ibukku melotot dan tangan kanannya menutup mulutnya dan aku yang lelah memejamkan mataku sekejap dan setelah tenang aku melihat kearah pintu namun ibuk sudah tidak ada disana lalu aku bangkit dan ganti baju.

Setelah ganti baju akupun menuju keruang makan dan ruang makan itu didapur jadi aku harus melewati ruang tivi dan kulihat ibuk yang sedang rebahan memandangku sekejap dan berganti melihat tv, dan aku jadi serba salah dan kikuk bertemu dengan ibuk lalu cepat cepat aku keruang makan.

Setelah makan akupun mendekati ibuk, jujur aku merasa bersalah dan ingin minta maaf ke ibuk tentang kejadian tadi.

“Buk.. Teguh minta maaf ya” Ucapku lirih.

“Gak perlu minta maaf Guh toh kamu wes gedhe kok” Jawab ibuk yang masih rebahan.

“Tapi Guh jangan sampai kamu hamilin anak orang sebelum nikah jangan permalukan keluargamu ya Guh” Ucap ibuk menasehatiku.

“Teguh ngerti kok buk toh Teguh juga masih perjaka kok buk” Jawabku sambil duduk didekat ibuk.

“baguslah nak sekolah dulu yo baru pacaran” Ucap ibuk kini sambil duduk didekatku.

“Teguh belum ingin pacaran buk toh tidak ada yang menarik teman teman teguh buk” Jawabku sambil rebahan di paha ibuk.

“Lo teman temanmu kan cantik cantik Guh” Ucap ibuk sambil jarinya mengelus kepalaku.

“Tapi gak secantik ibukku ini he he he” Ucapku menggombali ibukku.

“Ibuk dah tua dah jelek kok nak” jawab ibuk yang masih mengelus elus kepalaku.

“ibu cantik kok apalagi kalo ibuk dandan kayak mbak Aya dan pastinya mbak Aya kalah buk” Gombalku dan kulihat ibuk tersenyum.

“Mbakmu masih muda la ibuk wes tua ya beda jauhlah nak” jawab ibuk.

“Oh ya buk kan Teguh pengen punya adek kok gak dibuatin to buk” Ucapku sambil memandang wajah ibuk.

“Jo aneh aneh nak lagian ibu wes tua wes dua ae nggawe ibuk repot kok” jawab ibu sambil memijit hidungku.

“Aduh sakit buk” Jawabku sambil mengusap usap hidungku yang sedikit sakit dipencet ibuk.

“Wes ibuk mau masak” Ucap ibuk sambil mengangkat kepalaku yang rebahan dipahanya dan diganti bantal buat rebahan kepalaku dan aku tak menjawab dan beberapa saatpun aku tertidur.

© 2022 - CeritaSeru.xyz