November 02, 2020
Penulis — fanfan91

HARUSKAH AKU MEMBENCI IBUKKU

Namaku Uki Setiawan, masih sekolah dijurusan menengah pertama, dan aku anak tunggal dari pasangan yang hidupnya sederhana saja, bapakku bernama bambang atmojo 48 tahun, supir ekspedisi yang pulangnya 2minggu sekali dan hanya beristirahat 2 hari dirumah, jadi dalam 2minggu bapakku lebih banyak berada diluar daripada dirumah dan tentunya membuat ibukku kesepian karena ditinggal kerja sama ayah.

Sedangkan ibukku bernama Yanti setya ningrum 38 tahun, dan ibukku ini seorang pengajar di taman kanak2.

Oh ya ciri ciri bapakku bertinggi 160 dengan perut buncit, warna kulit sawo matang, sedangkan ibukku bertinggi 155 cm, tidak kurus tidak gemuk ya biasa biasa saja, dan ibukku ini berkulit kuning langsat serta rambut hitam lurus sepunggung, dan tentunya ibukku ini orangnya lumayan cantik, kata para tetangga sih juga begitu, karena aku sering mendengar para tetangga kususnya para bapak bapak atau anak laki laki yang lagi ngomongin tentang ibukku dan aku sebenarnya seneng kalo ibukku dipuji puji tapi aku juga marah karena mereka sering ngomongin kalo ibukku wanita kesepian yang butuh kehangatan, tapi semarah marahnya aku sama mereka mereka itu, aku hanya bisa memendamnya saja, lagian mana berani sih aku mendamprat mereka, sedangkan aku saja cuma anak ingusan.

kembali ke topik.

Saat ini aku begitu membenci ibukku, kenapa aku bisa membenci ibukku, nah begini ceritanya. kejadiannya baru saja, (bapak sudah balik kerja kemarin) dan saat ini aku tak sengaja melihat ibukku bermesraan sama laki laki tetanggaku dirumah dan laki laki itu yakni mas Herman namanya, yang baru berumur 20 tahun dan mas Herman ini sangat kekar dan tinggi, dan tinggi mas Herman ini kira kira 180 cm, cocok jadi pemain basket maupun pemain voli maupun jadi tentara pasti Herman bisa masuk dengan mudah, tapi sayangnya Mas herman ini kerjaannya luntang lantung, dan sukanya cuma kelayapan serta hobi minuman minuman keras dan aku tau karena aku sering mergoki mas Herman lagi minum minum bersama teman temannya.

kembali ke soal ibukku, ya hari ini aku sekitar jam 12

siang, aku pulang cepat karena jam kosong, dan biasanya aku pulang sekolah jam 13:30, saat sudah sampe dirumah tepatnya mau membuka pintu depan, aku mendengar ibuk ngobrol sama laki laki, dan aku yakin itu bukan ayahku, karena bapakku sudah kembali bekerja, dan ibuk sampe cekikikan gitu yang jelas membuatku jadi penasaran, siapa sih yang diajak ngobrol sama ibuk sampe sampe ibuk cekikikan begitu, karena aku belum pernah ibuk ngobrol sama ayah sampe cekikikan begitu, Lalu aku intip lewat jendela dan betapa terkejutnya aku saat melihat ibukku berduaan sama mas herman, mana posisi ibuk dipangku sama mas herman lagi, dan kulihat ibuk begitu mungil dipangkuan mas Herman, dan posisi ibuk serta mas Herman berhadap hadapan dan yang lebih membuatku terkejut lagi ibuk saat itu memakai tangtop serta rok pendek mungkin panjangnya hanya setengah paha, karena aku bisa melihat paha ibukku terlihat malahan hampir terlihat seluruhnya.

padahal biasanya ibuk dirumah selalu make jilbab meski tak selalu bergamis sih, kadang kadang ibu memakai kaos panjang atau kemeja panjang dan kalo bawahannya rok maupun celana panjang, dan selama ini aku tak pernah melihat ibukku memakai rok pendek dan baru kali ini aku melihatnya membuatku kaget tak percaya dan yang buat aku terkejut dan kaget lagi, kulihat ibukku serta mas herman ngobrol diselingi dengan ciuman bibir, mana tangan mas Herman ngeremas susu ibuk juga dan parahnya ibuk malah menaikan tangtopnya membuat payudara besarnya tersembul keluar, dan mas herman pun langsung menyusu ke ibukku.

“Yanti tetekmu gede tapi sayang nggak ada susunya” Ucap mas Herman disela menenen ke ibukku, dan aku yang mendengarnya jadi kaget, karena Mas Herman memanggil ibukku hanya pake namanya saja, bukankah itu lancang, kan biasanya Mas Herman memanggil ibukku dengan sebutan bulek kenapa mas Herman manggil ibukku hanya pake nama saja.

“Kan Yanti belum punya bayi lagi, jadi tetek Yanti tak bersusu Bang Herman” Jawab ibukku sambil mengelus rambut mas Herman yang masih menetek dipayudaranya, dan aku yang mendengar jawaban ibuk begitu terkejut, karena ibukku tak marah ke Mas Herman yang telah lancang memanggil pake namanya saja, malahan sekarang ibuk memanggil mas Herman dengan sebutan Bang, padahal dulu dulu saja pake Herman saja, kenapa jadi kebalik gini sih, dan seharusnya ibuk marah karena dah di lancangin sama Mas Herman yang sepantasnya jadi anaknya itu, aku benar benar dibuat heran karenanya.

“Aku pengen hamili kamu Yanti, biar tetekmu ini bersusu” Ucap Mas Herman yang masih asik menetek ke ibukku.

“sssshhhh ahhh, Mungkin Yanti dah hamil ahhhhh olehmu bang, kan ahhh abang seminggu ini dah ngentot Yanti terus menerus bang” Ucap ibuk diselingi desahannya, mungkin ibuk lagi kenikmatan saat tetek ibuk dinenen sama bang Herman, tapi yang membuatku terkejut yakni ibuk ternyata sudah dientot sama bang Herman seminggu ini, kenapa aku tak tau, la dimana ibuk serta bang Herman bersetubuh, oh aku jadi ingat seminggu ini ibuk sering keluar, dan ngakunya ngurus ini itu, eh ternyata lagi ngentot sama mas herman, ah sial.

“Ya semoga kamu hamil ya Yanti” Ucap Mas Herman lalu kembali menyupangi payudara ibuk

“Iya bang, semoga Yanti hamil bang, ahhh abang jangan dimerahin, ntar ketauan suami Yanti bang” larang ibuk dengan suara manja, tapi larangan ibuk tak membuat mas Herman menyudahi menyupangi payudara ibuk, dan terbukti sudah banyak cupangan cupangan dipayudara ibuk.

“kan suamimu yang punya titit mungil itu baru berangkat, jadi aman deh, ya sudah sepong kontolku dulu tapi sebelumnya telanjang gih, aku mau lihat tubuh bugilmu Yanti” Suruh mas herman, dan kulihat ibukku beringsut dari pangkuan mas herman lalu berdiri, kemudian tanpa ada malu sedikitpun ke mas herman, ibukku melepas tangtopnya membuat tubuh ibukku kini telanjang karena ibukku tak memakai bh, lalu ibukku kemudian melepas roknya dan yang membuatku kaget ternyata ibukku tak memakai cd, membuat bokong ibuk terlihat, tapi sayang aku tak bisa melihat memek ibuk karena posisiku dibelakang ibuk.

“Yanti yanti dulu kamu alim, selalu tertutup eh sekarang seneng pake rok mini, baju mini malahan sekarang malah telanjang didepan laki laki lain, dasar ibuk ibuk juga sang guru binal kamu yanti, sudah seperti pelacur saja sekarang kamu Yanti Yanti, mana memekmu tak berjembut lagi kayak abg saja padahal dah ibuk ibuk, Yanti yanti ternyata gampang ya membuatmu takluk dan tunduk padaku” Ucap mas herman melecehkan ibuk, merendahkan ibuk serendah rendahnya, membuat kupingku terasa panas.

dan kulihat mas Herman berdiri sambil melepas celananya dan tuing kontol super besar juga panjang milik mas Herman mencuat keluar menampar muka ibuk yang saat ini sudah jongkok dibawah mas Herman, gila gila kontol mas Herman sangat gede, bila dibanding punyaku setengahnya saja tak nyampe, emang luar biasa itu kontol.

“Yanti bisa begini gara gara kontolmu ini bang, kontolmu bikin Yanti jadi binal dan nakal bang dan Yanti senang kok jadi pelacurnya abang tapi cuma pelacurnya abang seorang” Ucap ibukku yang tak terdengar marah saat dilecehkan sama bang Herman, malahan ibuk sendiri mengatakan kalo dirinya seorang pelacur, pelacurnya mas Herman yang brengsek itu.

Dan saat ibuk mau ngemut kontol super besar bang Herman, akupun keluar dari persembunyianku dan menuju pintu depan, lalu aku mengetok pintu dan memanggil ibukku.

“Tok tok ibuk ibuk, Uki pulang” teriak ku dan dipastikan ibuk tak jadi menyepong kontol mas herman.

“Ya Uki tunggu sebentar” teriak ibukku dari dalam dan aku yakin ibuk serta mas Herman kaget mengetahui aku sudah pulang dan aku yakin mereka lagi tergesa gesa memakai pakeannya.

Setelah menunggu beberapa saat kulihat pintu terbuka, dan ternyata mas Herman yang keluar.

“Dah pulang lo, dasar pengganggu” Umpat mas Herman sambil berlalu menjauhiku dan pulang kerumahnya.

Setelah mas herman pulang dan aku masuk kerumah, dan mendapati ibuk lagi nonton tv dan anehnya ibuk sudah berganti pakean seperti yang ibuk pakai selama ini, dan saat ini ibuk memakai gamis serta tak lupa memakai jilbabnya.

“Eh kok dah pulang nak” kata ibuk setelah mengetahui aku sudah pulang.

“Ya buk” jawabku singkat, dan aku benar benar sangat membenci ibukku sekarang, siapa yang tak benci melihat ibuknya selingkuh, dan ibuk sudah menghianati bapak yang sudah bekerja keras menghidupi keluarga, dan bukan itu saja, ibuk selalu menasehatiku dan melarangku pacaran fokus dulu buat sekolah, dan tak hanya itu aku kira ibuk wanita alim sealim caranya berbusana dan juga tutur katanya yang tak henti hentinya menyuruhku tuk beribadah, eh malah dianya main serong mana sama brondong yang tak jelas begitu.

“Ganti baju, lalu makan, setelah itu sembahyang” kata ibuk lagi tanpa melihatku, dan pandanganya juga bukan kearah tv melainkan dismartphone nya. oh ya ibuk memiliki smartphonnya baru 2 bulan ini, sedangkan aku sudah punya setahun lalu, sebenarnya ibuk bisa saja memiliki smartphone sejak lama, tapi kata ibuk dulu sih buat apa mending hp jadul, tapi entah kenapa tiba tiba ibuk punya keinginan memiliki smartphone, ah entahlah.

Tanpa menjawab perkataan ibukku karena aku begitu kesal padanya, aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku kekasur, aku menangis, mengingat ibukku yang nampak alim itu ternyata tak jauh berbeda sama yang lainnya yang suka selingkuh, dan aku tak menyangka sangat tak menyangka kenapa ibukku selingkuh, padahal ibuk pasti tau kalo selingkuh itu dosa besar, tapi kenapa ibuk melakukannya, dan kenapa ini bisa terjadi dengan ibukku, apakah ada sesuatu yang terjadi antara ibuk sama bapak, bertengkarkah????

atau ada hal lainnya yang aku tak tau. Dan haruskah aku kasih tau ke bapak perihal perselingkuhanya ibuk, tapi kalo aku kasih tau ke bapak pastinya bapak akan marah dan minta cerai ke ibuk, dan aku tak mau itu terjadi. Lalu apa yang harus aku lakukan, apa iya aku diam saja akan perselingkuhannya ibuk, terus apa yang bisa aku perbuat.

© 2022 - CeritaSeru.xyz