October 31, 2020
Penulis — ruadyajah

Pemulung tua

Perkenalkan namaku Riski umur 22 tahun dan bekerja di sebuah pabrik di kota dan aku sendiri ngekos di dekat pabrik ku… aku anak tunggal bapak dan ibu ku di desa merawat sawah sawah kami…

Aku akan menceritakan pengalamanku dengan seseorang wanita tua yang memadu kasih dengan ku.

Hari itu hari Sabtu karena libur aku memutuskan untuk pulang menjenguk kedua orang tua ku yang ada di kampung. Karena jarak kota dan desaku lumayan jauh dan melewati jalan yang belok belok.. saat itu di perjalanan pulang aku melihat sosok wanita tua umurnya ya sekitar 45 tahunan dia meringis kesakitan sambil memegang i kakinya.

“Maaf Mbah bisa saya bantu”

“Iihssss iya nak haduhhh kaki saya sepertinya keseleo.. tadi ada mobil yang menyerempet saya tapi sudah lari sekarang haduhhhh”

Lalu aku membantunya berdiri ..

“Maaf Mbah kalo boleh saya antarkan kerumahnya Mbah sekalian boleh.. saya gak tega melihat Mbah tidak bisa berjalan ini”

“Duh jadi ngerepotin kamu nak.. kalo kamu mau ya Mbah terima kasih banyak”

Lalu aku membantu Mbah itu tadi menaiki motorku.. di perjalanan kami mengobrol ngobrol sedikit ternyata namanya Mbah itu adalah Rosidah umurnya 47 dan aku memperkenalkan diri juga… tak terasa sudah sampai di rumahnya Mbah ros. aku cukup prihatin dengan kondisi rumahnya sudah reot dan terbuat dari bambu yang sudah usang…

Sesampai di rumahnya ku menuntun Mbah ros membuka pintu rumahnya kemudian ku tuntun dia di sebuah kasur yang diatas tanah yang beralas dari kardus kardus… kemudian dia duduk sambil meringis kesakitan..

“Mbah ada minyak urut gak???”

“Ada nak.. itu di atas almari..”

Lalu aku melihat minyak urut itu… karena rumahnya sempit karena dipenuhi barang2 bekas atau biasa di sebut rosok…

Kemudian aku meminta ijin untuk mengurut kakinya yang keseleo itu..

“Maaf Mbah kalo boleh saya pijat yang keseleo itu”

“Iya nak”

Karena yang keseleo itu di pergelangan kakinya… sambil memijat kaki Mbah ros kami ngobrol ..

“Mbah di rumah sama siapa”??

“Saya tinggal sendiri nak…”

“Suami Mbah dimana emangnya”

“Suami saya sudah meninggal 10 tahun yang lalu”

“Kalo anak nya Mbah sendiri???”

“Saya dan almr suami belum di kasih anak nak.. dari awal kita nikah dulu sampai suami saya meninggal”

“Pernah gak di periksakan ke dokter Mbah mungkin ada masalah kesehatan dari Mbah atau almr suami Mbah dulu”

“Boro boro ke dokter nak.. buat keperluan sehari hari saja kita belum mampu”

“Oh gitu maaf ya Mbah jika aku banyak tanya”

“Iya gpp nak.. eh ngomong-ngomong mau kemana tadi nak”

“Mau pulang kampung Mbah.. mumpung hari libur kerja”

“Sudah menikah belum nak??”

“Belum Mbah.. masih pengen kerja dulu untuk masa depan”

“Iya nak betul itu..”

Saat mengurut kakinya tak sengaja aku melihat kedua susunya yang tertutup pakaian ternyata besar juga… aku baru menyadari saat Mbah Ros melepas kerudungnya…

Kemudian setelah merasa kakinya sudah enakan Mbah Ros bertemikasih padaku… dan aku pamit pulang..

Di perjalanan aku terbayang bayang susunya Mbah yang besar itu… aku jadi gak konsen hampir saja aku menabrak sebuah motor…

Tak terasa sudah sampai dirumah dan temu kangen dengan kedua orang tuaku… karena 1 bulan sekali aku pulang jadi rasa kangen dengan kedua orang tua ku sangat besar..

Malam hari pikiranku masih selalu terbayang susu besar Mbah Ros tadi… lalu ku buka celanaku dan aku onani membayangkan susu Mbah ros..

Hari Minggu malam aku akan pulang lagi ke kosan ku karena hari Senin sudah berkerja lagi.. maklum cuma karyawan pabrik… hehe

Aku berangkat dari rumah setalah Maghrib karena sekalian menjenguk Mbah Ros melihat ke adaan ya…

© 2022 - CeritaSeru.xyz