November 02, 2020
Penulis — Ahnduk

Birahi Anak Autisku

Kalau ditanya kisah apa? Kisah parenting jawabnya. Sebuah kisah tentang perjuangan ibu yang merawat anak semata wayangnya yang memiliki kekurangan mental. Cobaan hidup dan gangguan selalu silih berganti menerpa keluarga tersebut namun hal yang dapat kita pelajari adalah

Kesabaran, keikhlasan dan keteguhan hati.

---

Origin

“Dasar wanita murahan”

Plakk tamparan keras mengenai nuril. Ia pun jatuh tersungkur sambil menangis tersedu sedu. Ibu nuril yang iba lalu lekas memeluk putrinya dan menenangkannya. Ia pun menjaga agar anak putrinya tidaj menjadi sasaran amukan ayahnya.

“Sudah pakk sudahh, ia sudahh menyesal” kata ibu nuril sambil tak henti hentinya berurai air mata

“Bu anak ini sudah tidak tahu di untung, sudah hamil di luar nikah. Masih berani aborsi pula, dasar tak bertanggung jawab”

“Sudah pakk yang berlalu biarlah berlalu, ia tetap anak kita tolong jangan kasar seperti ini”

“Halah kamu tuh selalu ngelindungin dia, karena kamu manjain dia jadi begini, sudah lebih baik aku pulang saja malas aku biayai anak haram darinya”

Bapak nuril pergi dari rumah sakit tersebut dengan langkah yang marah marah. Pasien dan dokter disana pun tidak berani menatap pria yang masih berseragam tentara tersebut.

Di lain waktu ibu nuril, masih menenangkan anaknya. Ia tahu anaknya masih shock secara mental karena memang ia masih berumur 15 tahun tentunya masih polos dan tak mengerti mana pria yang baik mana pria yang hanya mau enak saja.

Tentunya di masa remaja yang penuh kegalauan, aborsi menjadi pilihan agar bisa tetap enak melangsungkan hubungan terlarang

“Buu bapak kok jahat gitu bu hiks hiks hiks” kata nuril memeluk erat ibunya

“Enggak sayang, bapak marah karena ada cowok yang berani melukai kamu. Kamu sabar ya”

“Tapii buu nuril takut, nuril belum pernah rawat anakk bu”

“Ssstt diam udah, ayoo kita rawat anakmu sama”

“Apa ibu gak malu punya cucu tapi ga punya bapak, nurill sudah kotor bu”

“Kamu tetap anak ibu yang baik sayang” kata ibu nuril mencium kening anaknya

Nuril sangat mengagumi ibunya baik luar dalam. Ia seperti bidadari yang turun dari surga untuk menghapus segala kekurangannya dan sedihnya. Walaupun ia adalah anak yang tidak berguna dam kotor. Ibu nuril tetap membantu keselamatan anaknya sehingga anaknya tetap selamat pasca ia aborsi

Berbeda dengan ibunya, nuril membenci ayahnya setengah mati. Bagi nuril ayahnya adalah sosok yang kasar, pemarah, gila judi, gila wanita dan yang paling parah ia selalu memukuli istrinya.

Masa depan nuril dimulai dengan merawat anak tersebut.

---

Perkenalkan namaku nuril umur 35 tahun memiliki tinggi badan 158 cm berat badan 44 kg dengan ukuran payudara 34C. Banyak yang bilang aku memiliki wajah cantik dan tubuh menarik. Sehingga banyak yang ingin meminangku dengan alasan ingin membiayaiku dengan anak semata wayangku dodo yang terkena autis dan kini berusia 20 tahun.

Dan inilah kisah parentingku…

Kisahku bersama anakku

© 2022 - CeritaSeru.xyz