November 02, 2020
Penulis — ninja8484

Bu Mia yang mulus

Hari-hari belakangan ini aku sering berkhayal tentang tetangga blok sebelah rumahku Bu Mia namanya, istri Pak Darta. Mereka tinggal disitu sudah dari 2 tahun yang lalu. Namun baru 1 tahun terakhir ini aku mulai memperhatikan istri Pak Darta itu. Banyak pikiran ngeres di otak datang tiap malam. Mulai dari keinginan melihat keindahan tubuh telanjangnya, mengelus paha mulus nya, meremas toket besar nya, ingin melihat bentuk memek dan menjilati, sampai dengan keinginan bercumbu dan bercinta di atas kasur, yang kemudian berakhir dengan menumpahkan sperma di memek Bu Mia.

Bu Mia berusia 47 tahun dengan dua putri cantik hasil perkawinannya dengan Pak darta. Tubuhnya sintal dan putih mulus khas wanita sunda. sepertinya Bu Mia sangat rajin dalam merawat tubuhnya. Hal itu berawal dari ketidaksengajaan aku melihat paha mulus Bu Mia yang sedang tiduran di balai balai rumahnya akibat dari rok yang dipakainya sedikit tersibak keatas.

Hampir tiap malam pikiran ngeres itu datang, bahkan sekarang jika aku ngocok kontol, Bu Mia lah yang jadi bahan fantasi. Lebih gila dari itu jika aku ngentot indri, aku membayangkan Bu Mia sedang melayaniku.

Dalam obrolan tak penting dengan teman-teman kuliah di pinggir jalan, ide menggarap Bu mia itu muncul semakin besar. Hal itu ketika seorang teman dengan bangganya bercerita tentang keberhasilan merenggkuh kegadisan sang pacar berkat bantuan obat perangsang. Tindakan gila itu katanya terpaksa di lakukan karena selama mereka berkencan, pacarnya selalu tidak mau di ajak bercinta dengan alasan ingin mempertahankan keperawanan sampai pernikahan.

Ngentot Bu Mia dengan obat perangsang? Ah ini ide gila. Banyak resiko negative akan timbul jika tindakanku ketahuan kelak. Tapi, memberi obat perangsang sebagai jalan aku menjelajahi tubuh Bu Mia, melihat memeknya, meremas dan mengisap buah dada, meraba paha mulus, sampai menelanjangi Bu Mia, ini yang sedang kupersiapkan serius.

Pencurian Referensi tentang obat perangsang dari seorang teman sudah cukup jelas di otakku, mulai dari merek obat perangsang, harga yg tidak mahal sehingga tidak perlu membohongi nyokap pura-pura minta uang untuk beli buku, sampai dengan teknik mencampurkannya kepada makanan/minuman. Sekarang tinggal waktu yang tepat untuk beraksi.

Pada suatu hari aku di suruh nyokap mengantarkan uang kepada Bu Mia, katanya uang arisan. Tak taulah gimana cerita nya nyokap bisa bergabung dengan kelompok arisan dengan warga di sekitaran rumah Bu Mia. Bagiku, ini adalah kesempatan untuk menjalankan aksi.

Sebernanya aku disuruh ke rumah Bu Mia setelah pulang kuliah, tapi karena pertimbangan banyak hal, jadilah aku bolos kuliah dan langsung menuju rumah Bu Mia. Sehingga jam setengah sembilan aku sudah berada di depan rumahnya. Aku sengaja dating jam segitu biar siasana rumah bu mia aman, soalnya pasti suami kerja dan anaknya sedang sekolah ama kuliah. lo, Alan, kok udah datang, kata mama kamu ntar siang Bu Mia kaget dengan kedatanganku. hehe aku bolos Bu, males ke kampus dosen nya gak asyik aku pura-pura. sementara Bu Mia menggeleng kepala sampai tersenyum manis. jangan bilang sama mama ya Bu tapi sekali ini aja kan, besok-besok ibu laporin Bu Mia dengan nada penuh canda. ok Bu, setuju. Makasih

Aku masuk ke rumah Bu Mia. Sudah ku perkirakan hanya dia sendiri dirumah. Dua putrinya sedang sekolah, sementara om darta sang suami sedang bekerja. Beginilah kehidupan Bu Mia, seorang full ibu rumah tangga. Dan saat itu pun dia sedang masak, jadi aku dan Bu Mia ngobrol di dapur setelah serah terima uang arisan selesai.

Setelah acara masak memasak selesai Bu Mia pun mandi. Sementara aku ruang tengah untuk nonton tv. Tapi bukan tv yang jadi konsenku, tapi aku mulai mencari peluang untuk menuangkan obat perangsang ini. rumah Bu Mia memang sudah seperti rumahku sendiri. aku bebas menyantap makanan atau minuman di sana, atau kesana kemari tanpa kaku, kecuali kamar Bu Mia tentunya.

Setelah selesai mandi dan berpakaian Bu Mia bergabung dengan ku nonton tv. Aku duduk di sofa bersama Bu Mia. satu toples kue dan teh manis menemani kami ngobrol akrab. tambah teh manisnya lan Bu Mia menawarkan ketika melihat minumannku habis. ga usah Bu jawabku ibu gak suka minum teh yah aku makin mencari celah. kadang-kadang aja, Cuma kalo sekarang ibu lagi rajin minum susu kalsium. biar tulang gak keropos. maklum udah tua

Wah Bu Mia udah ke makan iklan neh candaku mungkin juga, tapi bener juga kan, kalsium bagus buat tulang kata Bu Mia o iya, ibu lupa hari ini belum minum, kamu mau lan katanya sambil berlalu

Gak ah

Bu Mia kembali dengan segelas susu putih kalsium, kami pun kembali ngobrol kesana kemari. Kini sasaran ku jelas; susu kalsium ini lah yang akan jadi tempat mencampur obat perangsang..

dag dig dug jantung ku berdebar berharap Bu Mia meninggalkanku untuk memberi kesempatan menuangkan obat perangsang kedalam susu kalsium. Dan tenyata benar adanya. Bu Mia kebelakang entah apa tujuanya. Dengan cepat kubuka tas, kumabil obat perangsang yang telah ku masukan ke dalam botol air mineral. siapapun akan menyanggka jika melihat botol itu adalah air mineral yang dijual bebas, padahal isinya telah ku ganti dengan obat perangsang yang hanya beberpa mili liter itu.

Hanya perlu bebera detik aku tuangkan obat perangsang ke dalam susu kalsium Bu Mia. Tapi efek jantungku benar-benar dahsyat, jantungku berdebar semakin kencang, keras sekali, seperti mau meledak. Percampuran antara harapan, cemas, dan takut terjadi sesuatu yang diluar perkiraan. Hingga tak terasa jidatku mengeluarkan keringat. ibu gak kemana-mana kan hari ini tiap hari emang ibu gak kemana-mana, emang nya kenapa? ya nggak tan, barangkali ibu mau pergi, jadi keganggu aku numpang bolos disini

‘nggak-nggak kok’

Dakdigdug jantung semakin keras ketika susu kalsium yang telah bercampur obat perangsang itu habis di minum Bu Mia. enak banget jadi artis, kawin cerai udah biasa kataku mengomentari acara infotainment yang sedang kami tonton.

Bu Mia tertawa kecil mendengar celotehku. eh gimana indri, kamu kok gak pernah cerita lagi sama ibu

Baik-baik aja kok bu, kadang bosan juga sih, pengen cari lagi tapi jangan sampe nyakitin cewek kalo mao ganti pacar, sebelum kawin sih ga apa-apa itu dia masalahnya bu. kenapa emang ah gak ah lo kok nggak rahasia dong bu pake rahasia-rahasia an sama ibu nanti ibu cerita sama mama

Bu Mia tertawa kecil. ya udah ibu janji lagi gak lapor mama kamu ngomongin yang lain aja ah eh nggak, nggak, belum selesai ibu mengoyak pahaku.’sekarang ibu mau Tanya, kamu udah apain tuh indri

Emang di apain bu, gak ngerti aku belaga bego hmm, jangan-jangan, kamu udah.. Bu Mia memainkan jari telunjuknya jangan-jangan, hayo ngaku hehehe

Ngaku apain sih tan kamu udah nidurin indri, bener kan Bu Mia sambil senyum ah nggak. ibu kok punya pikiran gitu sih ayo ngaku.. Bu Mia mencubit pinggangku pelan dan tak melepaskan. aduh sakit ibu, geli nih.. ngaku gak ibu lepasin nih aduh, aduh aku geli sambil tertawa-tawa ngaku gak, biarin ibu cubit sampe ngaku gak tan, nggak, belum di apa-apain. Aku memiringkan tubuhku berusaha melepaskan cubitan ibu, kedua telapakak tanganku ku kugunakan untuk menutaup wajah yang mulai memerah menahan malu dan geli. Bu Mia tidak melepas. Bahkan tangan kirinya berusaha melepas kedua telapak tangan yang menutup wajahku.

ngaku nggak? iya ibu, udah, udah ibu… lepasin

Bu Mia melepas cubitannya, tapi tidak selesai disitu, sekarang ia mencubit kedua pipiku ckup keras.

tetangga ibu ini udah nakal yah aduh ibu sakit nih

© 2022 - CeritaSeru.xyz