November 03, 2020
Penulis — Fery80

ArjuNaku2

Sebagai wanita yang 3 tahun menjanda hatiku berdebar, malam ini malam pertamaku dengan suami baruku.

Namaku sumaiyah, umurku 47 tahun. malam ini kulepas status jandaku dengan toni yang tak lain mantan adik iparku. Semula aku menolak ajakannya, apalagi ia mantan suami adikku. Toni ternyata pria yang gigih, hatiku yang semula sudah tertutup perlahan mencair, apalagi ia pria yang smart, cerdas dan bertanggung jawab

Dukungan toni menikahiku ternyata banyak bahkan kedua anakku ikutan menyetujui, sebagai wanita akupun luluh dan tak menolak saat toni berjanji menjadi imam yang baik bagiku.

Aku bercermin di kamar, kulepas baju pengantin yang ku kukenakan, tubuhku memang tak seindah dulu tumpukan lemak ada di perut, paha dan pinggulku entah kenapa aku takut toni yang baru jadi suamiku gak suka dengan penampilanku sekarang, di saat lamunanku melayang pintu kamar terbuka akupun kaget “sorry sayang kamu kaget ya” aku berdebar saat toni memelukku erat dari belakang “ng nggak” jawabku berdebar “malam ini kamu cantik banget” bibir toni menciumi leherku “hmmm aku manggil apa ya” aku kaget saat jari jarinya meremas payudaraku “terserah kamu sayang, mas, papa, ayah, adik juga gak apa apa” jawab toni lembut “hmm kamu sekarang jadi suamiku masak adik, ku panggil ayah saja” kuberanikan menatap mata toni pria yang resmi jadi pendamping hidupku, tatapan toni sungguh tajam dan nakal, bibirku perlahan ia kecup lalu kubalas lembut “yang tak kunci pintu dulu” ia bergegas “yah di depan apa gak ada orang? gak enak masak kita di dalam kamar” toni tersenyum nakal “sebentar saja yang, aku gak kuat” sebagai istri aku harus melayani suami apalagi aku juga sudah berdebar, kecupan bibir dan remasan jarinya ke payudaraku seakan membangkitkan letupan gairah yang lama tak tersentuh, aku tersipu malu saat toni melepas pakaiannya “liat yang punyaku udah berdiri” aku gemetar melihatnya jujur benda hitam itu sangat luar biasa ukurannya, persis pentungan satpam, gede dan panjang.

“ayo yang lepas cdmu” aku tersenyum, toni ternyata pria yang gak sabaran, kulepas cdku. Dengan tergesa ia merebahkanku “pelan pelan yah” bisikku saat ia mengarahkan senjatanya ke lubang kemaluanku yang mulai basah “hkkk yahh uhhh” benda itu melesak masuk, biarpun sudah melahirkan 2 anak kemaluanku terasa penuh, “ehhhh yahhh” kurasakan benda itu mentok ke dalam kemaluanku” toni memelukku erat, “tok tok tok” suara pintu kamarku di ketok, aku dan toni kaget “bu bu pakde mau pulang” kudengar suara putriku memanggil.

© 2022 - CeritaSeru.xyz