November 03, 2020
Penulis — ryusasazaki44

Adikku Misca Ketiduran

Namaku sebut saja Gunawan (Samaran), 26 th asal kota N.

Saya sekarang ini masih single alias bujangan dan masih tinggal bersama orang tua.

Saya putra ke-4 dari 5 bersaudara, Saya memiliki adik yang menurutku cantik, namanya Misca (Samaran).

Umurnya 21th, kulitnya putih, body OK agak berisi tapi gak gendut, tingginya 165, buah dada 36C.

Kejadian pertama kali yang saya alami ini terjadi sekitar 5 tahun lalu sekitar akhir tahun 2015.

Pada saat itu saya masih berumur 21 tahun dan adik si Misca berumur 18 tahun. (dirubah karna rules, suhu bisa hitung manual umur aslinya)

Waktu itu adik saya masih kelas 3 Smk di kota N. Awalnya saya gak terlalu memperhatikan body adikku yang ternyata seksi banget kalo di-exe.

Karna waktu itu tidak terlintas pikiran aneh-aneh tentang tubuh adik saya.

Kehidupan kakak adik yang sangat dekat dan normal seperti orang lain bercanda, berantem, layakknya sahabat.

Hingga suatu malam aku tidak bisa melepaskan body bugil adikku Misca dari ingatanku.

Jam menunjukkan pukul 20.00WIB,

Saya sedang dikamar tepatnya tiduran sambil bermain game di Hp seperti biasa.

Terdengar suara pintu kamarku dibuka.

“Kreeek”

Adikku Misca langsung masuk. memang sudah kebiasaan kami yang terlalu dekat jadi tidak ada istilah mengetuk pintu.

Misca: “Mas gun, pinjam laptopnya ya??”

Gue: “Haaa..?? Tinggal pake aja biasanya juga gitu!.“tegasku.

Misca: “Ihhh.. gitu aja sewot. kuaduin kak risa lo!? hihi”

(oh ya risa itu nama pacar saya waktu itu.)

Gue: “Makanya jangan ganggu lah, lagi main ini.”

Misca: “Emang gak chatingan sama kak risa?”

Gue: “Enggak, lagian besok juga ketemu. Lebih asik ketemuan.” (terbesit ingatan mesum bersama pacar)

Misca: “Hmm..”

Saat itu adikku Misca memakai baju biru berkancing, Dia langsung naik ke ranjangku duduk disebelahku dan mulai memakai laptopku untuk nonton film-film koleksiku.

Singkat cerita karna capek bermain game, kuputuskan untuk ikut nonton film yang sedang diputar adikku sambil tiduran.

Melihat hal ini adikku ikutan rebahan disebelahku (posisi tengkurap). Kami menikmati waktu menonton film ini, sambil mendengarkan adikku curhat.

Waktu tak terasa berlalu cepat, dan akupun terlelap. Sebelum tidur aku berpesan kepada adikku, agar menaruh laptop dan charger ke tempat semula.

Aku terbangun kembali. Karna merasa kakiku tertimpa sesuatu.

Saat aku menoleh ke sebelahku. Aku baru sadar kalau adikku sudah tidur dengan posisi menyamping, kakinya kanannya menindih kakiku. Laptop pun masih menyala.

Karna posisi nya sudah berubah menghadap aku. Aku hendak membangunkan Misca agar pindah ke kamarnya.

Namun sesuatu yang membangkitkan nafsu terpampang di depan mataku.

Aku melihat tonjolan belahan payudara adikku karena dua kancing pakaiannya terbuka. Memperlihatkan sesuatu yang diidamkan para laki-laki manapun.

“Dag, Diggh, Dug!!!”

Jantungku berpacu dengan cepat, mataku melotot melihat pemandangan daging payudara adikku yang menyembul.

Belahan payudara yang seksi. Hasrat laki-lakiku pun bangun dengan ditandai Batang kemaluanku sudah tegak dibalik bokserku.

“Glup!”

Keadaan yang sunyi membuat suara tegukan ludahku terdengar nyaring.

Selama 5 menit kupandangi seksama lekukan daerah payudara, leher adikku. Entah setan mana yang menghasutku.

Kuberanikan tangan kananku menyetuh tonjolan daging adikku. Sambil kutatap wajah adikku.

“Ternyata kau cantik juga ya dek.” gumamku

Kusentuh dadanya dengan waspada kalau tiba-tiba Misca terbangun.

Melihat tanpa respon dari Misca dengan sedikit keberanian bercampur nafsu yang memuncak dan nafasku yang semakin berat, kuelus dadanya perlahan.

Sensasi takut ketahuan, nafsu tinggi, tangan bergetar, jantung berdetak dengan cepat semua berampur aduk.

Namun.

“Tak ada respon.”batinku.

Akupun tambah berani dan mulai membuka sisa 3 kancing baju yang dikenakan Misca.

Dengan BH berwarna krem yang kontras dengan kulit putihnya kupandangi dadanya yang besar.

Nafsuku kian menjadi-jadi, Akhirnya tanganku yang sedari tadi hanya melakukan gerakan elusan perlahan berubah menjadi meremas payudaranya dengan pelan dan perlahan. Sambil sesekali jariku menyelinap ke balik BH adikku untuk menekan putingnnya yang tegang. Kulanjutkan aksi ini sekitar 10 menitan.

“Aku ingin melihat payudaranya” gumamku.

Beruntung BH yang digunakan adikku misca memiliki kait di depan. Dengan kedua tangan gemetaran kucoba membuka kait BHnya, sepelan mungkin agar tidak ada gerakan yang dapat membangunkan adikku. Kunikmati sensasi ketakutan bercampur nafsu ini.

Kait terbuka, akhirnya payudaranya yang dari tadi kuremas sudah terbebas. Lebih besar dari pacarkan. Ingin kuremas, kuciumi, kukulum puting susunya yang coklat.

Saat hendak mendekatkan wajahku ke payudaranya adikku bergerak.

“Deg!”

Aku pun langsung berbalik badan dan pura-pura mendengkur halus.

Seper sekian detik jantungku rasanya ingin copot. Untunglah, ternyata Misca hanya berganti posisi tidur menjadi terlentang namun wajahnya menghadap kesamping membelakangiku.

Kudiamkan sesaat untuk memastikan Misca benar-benar terlelap lagi. Setelah 2 menit berlalu saat yang kutunggu-tunggu datang. Kusibak baju tidurnya yang sudah kubuka tadi kekanan dan kekiri. BH-nya pun tak luput ku sibak ke kanan kiri. Kunikmati pemandangan langka tubuh dan payudara besar Misca kedalam otakku.

Sejujurnya melihat ini ingin kuterkam tubuhnya dan kunikmati semuanya, namun masih bisa kutahan untuk saat ini.

Aku pun turun dari ranjang untuk mengunci pintu kamarku sekalian kuambil Hp-ku untuk mengabadikan gambar langka ini dan video tentunya.

NB (Orang tua kami jika sudah tidur tidak akan bangun sampai jam 3pagi).

“Wooh, Mantap kali, mayan bahan coli.” pikirku.

Kulanjutkan aksiku karna kesempatan ini mungkin tidak bisa kurasakan lagi dengan meremas pelan kedua buah dadanya.

Kudekatkan wajahku ke payudara Misca, kuhirup dalam-dalam. Karna keasikkan tempo meremasku sedikit kasar.

Kuhentikan aksiku karna takut jika misca bangun mendapati tubuhnya dicabuli kakaknya.

Tapi tidak ada gerakan berarrti malah baru ternyata kusadari nafas adikku mulai berat seperti diriku.

“Eh?? Jangan-Jangan Misca memang sudah bangun??? Tapi kenapa dia diam saja, mungkinkah Misca Horny???…” Pikirku.

“Glup…” kutelan ludahku

Karna ingin memastikan dugaanku. Aku ingin mengetes jika benar Misca horny, karna menikmati pencabulan kakaknya.

Ku tes dengan melanjutkan aksi bejadku. Kali ini aku tidak mencobanya secara perlahan seperti sebelumnya.

Ku remas-remas kedua payudaranya yang sedikit lebih kuat,

tak cukup hanya meremas akhirnya ku jilati secara terang-terangan payudaranya, memilin putingnya yang mulai tegak.

Kudekati wajahnya dan ku lumat pelan bibirnya.

Tapi adikku masih menutup matanya. Hanya terdengar samar pelan suara

“Uuuugh!!”

“Desahann, realy??” pikirku.

Dalam hatiku merasa di beri angin, aku pun makin yakin setelah fellingku benar, bahwa Misca adikku ini menikmati dicabuli oleh kakaknya.

Selanjutnya, akupun sudah tidak perduli lagi karna tidak ada tanda-tanda penolakan.

Kulepas bokserku, Batangku yang sejak awal tadi meronta-ronta akhirnya bebas.

*(Pembaca pasti tahu apa yang bakal saya lakukan.)

Dengan sengaja kutempelkan kontolku yang cukup panjang 20cm sejenak di bibirnya hingga kena giginya.

Setelah itu akupun mengangkangi tubuh Misca tepat di bagian tengah payudaranya. Kujepit kontolku dengan payudara misca sambil ku gesek maju mundur.

Nikmat, baru pertama kali kurasakan kontolku dijepit penuh dengan payudara. (nb: pacar gue susunya 34b).

Setelah puas menggesek kontolku diantara payudara adikku.

Kuputuskan untuk mengakhiri permainan ini. Akupun pidah posisi mengangkangi wajahnya cantik adikku ini.

Kukocok kontolku tepat di depan wajah adikku. Tangan kiriku sibuk meremas dan memilin puting payudara adikku.

Sudah tak kuat kupercepat kocokanku dan remasan ke payudaranya yang tak karuan membuat adikku tanpa disadari merintih pelan.

“Uuuukkh… Ukhh…” desah adikku pelan

Mendengar suara desahan pelan adikku Misca, itu membuatku langsung ingin keluar. Langsung kuarahkan kontolku dengan cepat ke payudaranya. Dan

“Aku keluar dekkkkkkkk!!! akkhhh” teriakku pelan.

“croooooooot… CrRrrOoooooootttt… crrrrrooooooooot… crooooot… croooot… crooot”

Spermaku terciprat ke mana-mana, sedikit terciprat mengenai leher dan dagu adikku bahkan hingga kasur.

“Uuuh” desah adikku pelan.

Skali lagi adikku mendesah dengan mata tertutup seperti orang tidur, namun alisnya sedikit mengkerut.

Kuatur nafasku yang terengah engah. Sambil mengambil tisu basah kulap pejuh dari payudara, leher dan dagu adikku.

Kontolku yang masih cukup keras tegak dan belepotan sperma, kudiamkan kontolku belepotan itu sejenak di bibir adikku mengenai gigi adikku.

Setelah bersih mengelap semua bekas sperma di tubuh adikku. (kecuali sperma digigi adikku, karna aku pengen dia ngerasain spermaku jadi sengaja ku olesin di giginya)

Kurapikan BH Misca, berbeda dengan sebelumnya dimana kulakukan dengan pelan2 karena takut misca terbangun, Kali ini kupasang BHnya dan memasang kancing bajunya seperti sedia kala.

Setelah itu akupun keluar kamar dan tiduran sofa diruang keluarga yang letaknya bersebrangan dengan kamar kami.

Sambil merenungi apa yang sudah kulakukan, Puas, bersalah, dosa, Nikmat.

Selang setengah jam Misca keluar dari kamarku mirip orang tidur jalan (mungkin akting agar tidak canggung), langsung kekamarnya yang persis di sebelah kamarku.

Ke Esokan Harinya.

Jam sudah menunjukkan pukul 9.00 pagi. Karna hari sabtu, baik anak kuliahan / smk /sma merupakan hari libur.

Aku bangun kesiangan karna kejadian luar biasa itu tidak dapat membuatku tidur.

Malah akupun kembali onani bermodal foto dan video adikku yang kurekam sebelumnya.

Kududuk di tepi ranjang sambil memikirkan banyak hal seperti.

“Bagaimana cara menghadapi adikku??”

“Bagaimana kalau Misca adikku mengadu ke bokap / nyokapq kalo kakaknya udah memperkosa dia tadi malam?” gumamku.

“Mampuus aku!!”

Ribuan pertanyaan kupikirkan, dan kemukinan apa yang akan kuhadapi setelah ini.

Badanku lengket akibat keringat tadi malam. Kuputuskan untuk mandi. Namun kamar mandi berada luar dekat dapur. Mau tak mau harus keluar dari kamar dan aku yakin Misca ada diruang keluarga karna samar-samar terdengar suaranya yang membuat bulu kuduku berdiri karna ketakutan.

Dengan tekad yang goyah, ku beranikan keluar kamar, Setelah kubuka pintu kamar, di ruang keluarga aku melihat Miscaa duduk sambil menonton tv.

Nyaliku tiba-tiba menciut.

Dia melihatku.

“Mampus aku??!!” pikirku.

Bukan ekspresi marah/ murka malah dia tersenyum seperti biasa sambil mengejekku.

Misca: “Iihhh mas gun bau? mandi gih mumpung brusan aku manasin air.” candanya

“Eh????????????” sahutku. sambil pasang muka bego.

Misca: “Malah bengoong??!”

Sejak hari itu, aku melihat adikku bukan sebagai adik lagi melainkan tetapi wanita yang ingin kutakhlukkan.

© 2022 - CeritaSeru.xyz