October 31, 2020
Penulis — bambrot0

Okk

waktuitu

menunjukan pukul 15.30 wib aku banguah setahun terakhir sn dari tidur siangku yang singkat. aku saat ini masih menenpuh pendidikan di sma favorit di kabupatenku. Sekolahku yang berada di pusat kota memaksaku untuk ngekos karena jarak antara rumahku dan sekolah 52,5 Km. Aku yang bangun dari tempat tidurku langsung menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan cuci muka.

Setelah itu aku ganti pakaian dan siap menuju tenpat fitnes. Sudah setahun terakhir saya menjadi member fitnes dan hampir seminggu 4x aku rutin latihan. Sore itu tempat fitnes sepi hanya ada 2 motor yang ada diparkiran, setelah memarkirkan motor aku langsung masuk tempat fitnes dan menyapa mas Aris yang menjadi instruktur ditempat fitnes ini.

“Sore mas…” sapaku

“Sore Ki… tumben dateng lebih awal..”

“iya mas ini tadi mumpung tidak ada kegiatan jadi langsung aja kesini… itu ada member baru ya mas?”

“Iya Ki.. tadi dua wanita katanya mau member tapi untuk sekarang dia mau harian dulu…”

“owh gitu ya, ya sudah saya keatas dulu mas mau streching dulu”

“Yoi, nanti kalau dua wanita diatas ada kesulitan tolong dibantu ya, aku mau mengecet barbel”

“Siap ndan…”

Saya menuju kelantai atas karena tools untuk pemanasan ada dilantai atas, sampai disana aku kaget ternyata salah satu wanita itu adalah teman ibuku yang aku kenal, aku langsung menyapa dia yang lagi menggunakan sepedaan. Aku menyapa dia

“Tante Maya …“dia langsung meno;eh

“Ya… owh kamu Ki, fitnes juga kamu ya…”

“Ya tante (sambil menyalami dan mencium punggung tangannya)… sudah dari tadi tan”

“Baru aja belum ada 15 menitan ini, kenalkan Ki ini Hana temen kantor tanta”

“Zaki (sambil salaman dengan tante Hana)”

“Hana…”

“Latihan fitnes sudah lama Ki?” tanya tante Maya

“Sudah setahun lebih tan” jawabku

“Pantesan badanmu sudah kelihatan bagus”

“Gak ah tante belum ini, masih harus latihan lebih rutin lagi ini” jawabku

Aku menuju ke treadmill yang berada di sebrang area sepedaan. sekedar tahu bahwa Tante Maya merupakan kawan ibuku sewaktu masih bekerja di ibukota provinsi, beliau sering sekali main kerumahku makanya dia akrab denganku.

“Tan aku turun dulu ya pemanasannya sudah cukup, mau latihan beban”

“iya silahkan, nanti tante nyusul”

ternyata sampai bawah aku juga menemukan rekan-rekan member fitnes karena sepertinya diluar sudah turun hujan, mungkin mereka malas pada datang. Hari ini menu latihanku adalah latihan otot bisep.

Aku mulai latihan dengan tools beban yang rendah dahulu lalu setiap selesai melakukan 10 gerakan beban ditambah. Setelah 20 menitan aku kaget ternyata dari tadi Tante Maya dan Tante Hana sudah ada di dekatku sambil mandangku.

“Tante (sambil senyum)”

“Wah kuat banget kamu Ki”

“Iya tan ini berkat latihan rutinku, owh ya Tan tadi mas Aris instruktur fitnesnya lagi keluar untuk membeli cat jadi tadi aku disuruhnya untuk membimbing tante, gapapakan tan”

“iya gapapa malah kami seneng ada yang bimbing, apalagi yang bimbing ganteng” celetuk Tante Hana

“hehehe jawabku malu”

“apa-apaan sih kamu Hn tak bilangi Ibunya nanti lho kamu kalau goda anaknya” kata tante Maya

Ya sudah tante ayo kita mulai latihannya, aku mengambil barbel kecil dan memberi contoh gerakannya

Akhirnya latihan selesai aku tante Maya serta tante Hana pulang kerumah masing-masing

Hari Sabtu

hari yang ditunggu-tunggu karena hari itu aku pulang kerumah. lama perjalannya dari kosku sekitar kurang lebih 75 menit. Sesampai dirumah aku mengucap salam dan pintu terbuka ternyata nenek membuka pintunya sambil menjawab salam dibelakangnya ada keysha sepupuku yang masih berumur 7 tahun menghampiriku.

“Ibu belum pulang nek?”

“Ibumu tadi pergi dijemput sama Maya katanya mau menghadiri hajatan temannya”

“owh gitu ya, aku lalu menuju belakang untuk menaruh pakaian kotor ke mesin cuci”

“makan dulu Ki”

“iya nek, aku lalu menuju meja makan untuk mengambil makan. lalu makanan aku bawa kedepan sambil menonton tv”

“ihh Kakak jangan dipindah upin-ipinnya” protes keysha

“sebentar doang ini mau lihat acara bola”

“ya sudah, nanti balikin lho kalau udah iklan”

Selesai makan aku kebelakang untuk mencuci piring dilanjutkan meneruskan membilas pakaian. setelah setengah jam akhirnya selesai tinggal menjemur pakaiannya. waktu menjemur pakaian terdengar suara mobil masuk halaman rumah, ternyata itu mobil tante Maya.

“Sudah makan Ki” tanya Ibu

“Sudah bu”

“wah rajin amat ini Zaki” kata tante Maya

kelihatannya mata tante Maya terus memandangiku yang hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada.

“Ayo Ya masuk,” kata Ibu

Kelihatannya ibu sadar akan kelakuan Tante Maya

Tugas sudah selesai aku pun masuk lewat pintu belakang, ibu dan tante Maya lagi asyik ngobrol di ruang tamu. Nenek tadi mengantar keysha pulang karena katanya dia katanya mau menghadiri acara ulang tahun temannya. Sekedar diketahui aku adalah anak tunggal, ibu sudah 8 tahun menjanda karena bapakku sudah meninggal waktu aku masih sd dulu.

Ibuku sekarang bekerja menjadi staf di puskesmas kecamatanku. untuk masalah harta bapaku meninggalkan warisan yang dibilang lebih dari cukup karena sewaktu masih hidup beliau merupakan pns yang sudah memiliki jabatan cukup tinggi serta memiliki berbagai macam usaha. Ibuku bernama Siti Rosamala sekarang beliau memasuki usia 41 tahun dan kesehariannya beliau selalu mengenakan hijab, tetapi terkadang jika dirumah hijabnya delepas.

“Bu saya tidur dulu ya” kataku… karena kamarku paling depan dan melewati mereka pada ngobrol, akhirnya saya masuk kamar dan merebahkan diri dikasur sambil main hp. aku mendengar perbincangan mereka

“Anakmu ganteng juga ya Ros”

“Siapa dulu ibunya”

“Badannya bagus ya, kemarin aku ketemu ditempat fitnes dan aku diajarinya”

“tapi awas kalau kamu ganjen sama anakku”

“gapapalah sedikit aja”

“tidak boleh pokoknya tidak boleh”

“iya-iya Ros jangan marah dong”

Aku yang tertidur terbangun karena ibu membangunkanku dengan cara menjepit hidungku, ini adalah cara khusus dari ibu. akhirnya aku bangun dan membalikan badanku, ibu nampak sangat kaget setelah aku membalikan tubuhku dan memandang kearah celanaku karena ada tonjolan besar si juniorku juga ikut bangun.

“jangan dilihatin terus bu” kataku

“apaan sih kamu, sudah nakal ya” sambil menjewerku

“ampun bu hehehehe”

“nanti ba’da maghrib anterin ibu kondangan di kampung seblah ya, sekarang bangun buruan mandi”

“siap ndan”

Selesai maghrib aku standby dam siap mengantarkan ibu, malam ini nenek tidur ditempat keysha jadi ibu tidak masak sekalian nanti selepas kondangan beli makan diluar.

“Cantiknya ibuku hehehehe”

“ayo berangkat keburu malam”

Selesai kondangan aku dan ibu mampir ketempat warung pecel lele dan makan ditempat, setelah itu pulang ke rumah. sampai dirumah hujan turun dengan derasnya dan sialnya listrik juga ikut padam, aku mencari lampu emergency dan menyalakannya. Aku dan ibu beranjak kekamar masing-masing diluar hujan sangat deras dan guntur menggelagar serta anginnya sangat kencang.

“Ki ibu tidur sini ya, ibu takut”

“Iya bu silahkan” kataku sambil menggeser posisi tidurku

Ibu merapat denganku dan memunggungiku, beliau berkata

“Ki peluk Ibu ya, ibu takut sini masuk selimut ibu”

“iya bu,” aku langsung masuk keselimut ibu, aku lalu memeluknya. ternyata ibu ibu hanya memakai tanktop dan hotpants aku sangat terkejut.

Ibu semakin memundurkan badannya jadi posisi juniorku menempel bokongnya, tanganku yang ada didadanya sesekali menyentuh payudaranya seirama dengan nafasnya. Ternyata ibu belum tidur

“Ki kamu belum tidur ya”

“Iya bu kenapa?”

“Kamu kok terangsang sama ibumu sendiri sih”

“tidak kok bu”

“ini buktinya yang bawah apa”

Aku yang malu hanya bisa diam

“Ki”

“iya Bu”

“tolong jaga rahasia ini ya, kemudian ibu membalikan badannya dan tiba-tiba langsung mencium bibirku”

“mpfh mpfh”

aku yang kaget akhirnya bisa menerima ciuman itu dan membalasnya

Ibu yang berada diatas tubuhku kemudian berhenti dan duduk diperutku untuk melepas pakaiannya, setelah terlepas aku bangun dan berhadapan dengan ibu lalu menciuminya kembali kali ini tanganku aktif meremas payudaranya yang berukuran 36B. Ciumanku lalu turun kelehernya dan akhirnya sampai di payudaranya.

“Gantian yang selah dong sayang yang diemut”

aku lalu pindah sebelah, setelah beberpapa saat aku membuka pakaian dan terkeluarlah juniorku yang sudah perkasa. mata ibu sempat terbelak melihat kontolku.

“Besar amat Ki, punya bapakmu kalah jauh ini”

Ibu lalu memegang kontolku dan dielus-elusnya kemudian di kulummya. Setelah 10 menit aku menghentikan ibu yang sedang asyik mengulum kontolku seperti anak kecil yang senang ketika makan permen lolipop.

“Bu tabuka dulu ya bawahannya”

“heem” kata ibuku pasrah

aku membuka cdnya dan terlihatlah memeknya yang bersih dan ada sedikit rambut halus yang tercukur rapi. Disinilah dulu aku 17tahun yang lalu aku dilahirkan. Aku lalu mengusap lembut memeknya dan menyentuh itilnya lalu memainkannya dengan jari. Ilmu seperti itulah aku dapatkan dari film-film blue.

“mpfh mff ahh ahha ahhh” desahan ibu

aku lalu menjilati memek ibu, melakukan sapuan-sapuan dengan lidahku dan sesekali mengemit itilnya 10 menit kemudian kepalaku dikunci oleh kedua kaki ibu dan kepalaku dibenamkan serta rambutku dijambak kuat. Ternyata ibu dapat dan keluarlah cairan putih.

Setelah beberapa saat ibu bilang

“masukinnya pelan-pelan ya sayang”

“iya bu”

aku menggesekan kepala kontol di bibir memek ibu

“cepat masukin ahh mhhma”

“iya bu” aku mencoba memasukannya tapi meleset selalu mungkin pengalaman pertama dan kontolku yang besar mungkin penyebabnya

“meleset terus bu” kataku

tangan ibu lalu megang kontolku dan membimbing memasuki memeknya. ibu tampak teriak dan menggigit bibir bawahnya saat kontolku berhasil masuk dan aku membiarkan kontolku diam sejenak didalam, menurut ilmu yang kudapat ini merupakan empot ayam. lalu aku menggerakan kontolku maju mundur dengan ritme yang semakin cepat

“ahhh ahhh ahh mpfh mpfh ehh ahh, kontolmu enak banget sayang seraya sesak memek ibbu”

“memek ibbu juga sempit dan hangat ahh ahh”

Aku lalu mengubah posisi menyuru ibu menghadap samping dan aku kembali memasukan kontolku ke memeknya sambil memeluknya dari belakang dan meremas-remas payudaranya. tiba tiba ibu melenguh kuat dan kontolku didalam seperti ada yang menjepit ternyata ibu orgasme ke 2. setelah itu ibu naik kepangkuanku posisi WOT ibu menaik turunkan tubuhnya sambil mendesah.

“Bu dikeluarin didalam boleh”

“ahhh ahh boleh sayang ibu masa aman kok”

aku lalu mempercepat pompaan

“Ibu juga akan keluar juga sayang, ayo kita keluaarin bareng-bareng”

“iya bu”

“ahhhh ahhhh”

“mpfh ahhh”

Aku menembakan sekitar 5 tembakan didalam memek ibu, dan langsung ambruk disampaingnya. nafas kami ngos-ngosan dan keringat kami bercucuran

“terima kasih sayang sudah mengisi dahaga ibu”

“saya juga terima kasih bu sudah diberi kenikmatan”

Aku lalu tidur sambil memeluk ibu

© 2022 - CeritaSeru.xyz