November 01, 2020
Penulis — akulahkamu

Mama Tiri = Tante Mita

Mama Tiri.

Delapan tahun tanpa kehadiran mama, aku pikir aku mulai terbiasa. Tetapi ayah selalu saja meminta izin dariku untuk menikah lagi, dan dengan terpaksa akupun mengiyakan permintaan ayah itu, karna terbayang juga olehku bagaimana perasaan batin ayah selama delapan tahun ini tanpa mama.

Berbulan bulan berlalu, akhirnya ayah berani membawa calon mama tiriku, namanya mita. Dia agak berisi dan terlihat muda karna memakai baju kantor, dia adalah staff ayah di kantor. Aku memanggilnya tante mita.

Sering kali aku melihat ayah dan tante mita berpelukan sambil menonton tv, terkadang tangan ayah dengan nakal menyentuh payudara tante mita dan mengelus elusnya dengan rasa sayang. Tante mita umurnya 43 tahun, hanya beda setahun dari ibu, tetapi terlihat jelas perbedaannya dengan ibu. Tante mita mempunyai badan yang semok, dengan tinggi 168 dan payudara yang besar bak gunung jika dia memakai baju kantornya.

Ketika itu hari minggu pagi aku terbangun oleh suara gelas pecah di dapur, dan kulihat ada tante mita sedang membersihkan serpihan kaca.

awas ka banyak beling.. tadi gelas pecah sambal jongkok mengambil serpihan kaca.

WOW, aku yang setengah mengantuk menjadi focus dengan bulatan besar pantat tante mita yang sedang memakai daster.

heikan ibu udah blg awas kaka.. banyak beling initolong ambilkan sapu deh ujarnya memerintahku.

ehh iya tante, sebentar kaka ambilkan bergegaslah aku ke halaman depan mengambil sapu.

Sembari berjalan ke halaman, aku tak kuat membayangkan bulatan empuk yang tadi kulihat, kontolku mulai menegang dibalik celana bola yang kupakai untuk tidur. Sambal berjalan kedalam lagi aku memijit mijit kontol dari luar celana.

ini tan sapunya.. ayah mana? Tanyaku

ayahmu tadi subuh berangkat ke jkt, urusan mendadak. ibu disuruh diem disini nemenin km, masak jugakm mau dimasakin apa ka? biar nanti ibu bikinkan kata tante mita sambal menyapu serpihan kaca.

Hmm dasar jalang.. belum nikah saja sudah mau disebut ibu.. gumamku dalam hati.

aku mau nasi goreng saja tante. Lalu aku pergi ke kamar mandi.

Rasanya kesal dicampur sange membayangkan tubuh, pantat dan toket calon ibuku sendiri, tetapi rasa nafsu yang menggejolak mengalahkan ke kesalan ku saat itu, langsung saja aku posisi coli seperti biasa tanpa sabun. Uuhh aahhh sponge kontolku tan.. racauku pelan sembari coli. Lalu aku lanjutkan mandi.

Usai mandi, dengan masih memakai anduk dililitkan seperti rok wanita, aku pergi ke dapur, bermaksud menanyakan nas gorengku. Tetapi aku malah melihat pemandangan lain yang lebih indah. Bongkahan pantat tante mita ketika sedang memasak.

Entah setan apa yang merasuki ku, tiba tiba kupeluk dia dari belakang, ku grepe, dan kuciumi lehernya dari belakang.. tante mita berontak, tapi aku semakin brutal..

duh kaa ngapain, jangan perkosa ibu.. pinta tante mita padaku.

diam.. kau bukan ibukukau pelacur ayah.. geramku sembari grepe toket besarnya.

aah jangan ka, ibu mohon suaranya menjadi pelan seperti sudah masuk dalam irama ciumanku di lehernya.

tante mita sayang diem ya, aku lagi pengen banget, cuman ada km disini yang bias bikin nafsu aku ilanglagian di rmh skrg gak ada orang, aku tahu ko semalem tante main kuda kudaan juga sama ayah.. aku denger ko erangan ayah tadi malamtapi aku gak denger desahan tantepasti gak puaskan tadi malem ngentotnya..

lanjutan ada di bawah.

© 2022 - CeritaSeru.xyz