November 02, 2020
Penulis — ropek

Godaan Sebuah Keluarga

Namaku Ari Marwan kelas 2 SMA, aku hidup dikeluarga sederhana, ayah dan ibuku bercerai saat aku masih kecil. Dulu ibuku pernah bercerita pada saat perceraiannya aku masih berusia 5th, dan ibuku saat itu berusia 26th, sedang ayahku 30th.

Ibuku bernama Siti Marissa, Ia mempunyai toko yang berada di daerah rumah kami, yang dulu mungkin modalnya dari hasil gono gini, kemudian ia membuka sebuah toko kecil kecilan, berjalan seiring waktu toko kami berkembang pesat dan mempunyai beberapa pegawai, dan sekarang urusan pertokoan sudah di kelola karyawannya, ibuku yang mengelola keuanga seperti pembayaran pada supplier dan dan agen agen yang bekerjasama dengan toko kami.

Setelah bercerai entah kenapa Ia enggan menjalin hubungan dengan pria lain, padahal di usianya pada waktu perceraian masih muda, dan sekarang di usianya yang menginjak 38th, wajah dan tubuhnya tidak kalah dengan cewek berusia 20tahunan, dengan tinggi 160cm, dan ukuran dada 36b, dan pantat yang bahenol, berkulit putih, pasti banyak pria yang pernah mencoba untuk mendekatinya, walaupun ada sedikit lemak diperutnya, hehe yah wajarlah namanya juga ibuk ibuk.

Suatu pagi seperti hari hari biasanya, aku mau berangkat kesekolah, saat hendak keluar rumah ibuku berteriak dari belakang, “Man uang jajan yang ibu berikan masih?”

tanya ibuku, oh ya masalah uang jajan aku diberi jatah setiap seminggu sekali, kata ibuku sih biar aku bisa mengelola keuangan, agar tidak boros, walaupun dari segi perekonomian kami memang bisa dibilang lebih dari cukup, tapi prinsip ibuku memang termasuk orang yang tidak suka dalam urusan pemborosan dan hidup bermewah mewahan.

“Tenang bu uang Marwan masih cukup kok”.

Kutengok kebelakang ia menghampiriku dengan wajah senyum,

“Pulang sekolah jangan keluyuran lho ya, hati hati sama pergaulan teman temanmu, kamu harus bisa memilih teman yang baik”.

Sifat keibuan dan kasih sayang nya memang dari dulu tercurah padaku, itulah sebabnya aku selalu menyayangi dan menuruti apa katanya.

“Tenang bu Marwan tahu kok”. jawabku.

“Ya udah hati hati di jalan”.

“okk ibuku sayang”. jawabku senyum sambil mencium tangannya.

Karena ini hari Sabtu, dan tadi disekolah ada rapat, para siswa dipulangkan lebih awal, sebenarnya aku sudah janjian sama temanku Eko mau jalan jalan ke pertokoan di Taman Kota cari sepatu sport, eh tiba tiba dianya malah diajak keluar ama ceweknya. Yaudah aku langsung OTW pulang.

Saat tiba di depan rumah, niat hati sih pengen ngagetin ibu, tapi,

“lho kq ada sendal orang dewasa?” gumanku,

Aku buka pintu pelan pelan, ternyata tidak terkunci.. tapi aku selalu membawa kunci duplikat rumah, jaga jaga kalo aku pulang pas ibu lagi keluar rumah.

Sebenarnya aku menyadari siapa yang didalam, Ia adalah pamanku Rudi, suami kakak ibuku yang bernama Kiki.

Terkadang pamanku Rudi dan Kiki memang sering berkumpul di rumah kami entah dua bulan atau sebulan sekali, . Tapi anehnya hari ini ia datang sendiri.

Sayup sayup terdengar olehku seperti orang yang lagi ngobrol, tapi kok anehnya ibuku terdengar agak berat dan terengah engah, Mereka berada diruang tamu, setelah kuintip dari celah pintu, aku sangat kaget dan jantung ini berdetak kencang, melihat ibuku lagi berdiri, dipeluk dari belakang paman Rudi, sambil meremas toketnya yang besar, serta menciumi mulut ibu ku yang agak menoleh kebelakang.

Tangan kiri paman memegang kepala ibuku, dan tangan kanannya meremas payudara. ibuku, yang kemudian lidah paman beralih

menjilati leher, tangan kirinya menarik keatas kaos yang dipakai ibu sehingga terlihat bra putih yang dipakainya, sementara tangan kanannya menarik rok ibuku keatas, menggerayangi paha mululusnya.

“ah… uuh tolong berhenti mas Rudi” lenguh ibuku,

“sllrplbb ah.. dek Mari.. slrbpll” paman Rudi terus menjilati dan menyedot leher ibuku.

Terlihat penolakan ibuku, tapi seolah olah tidak ada perlawanan yang berarti, dan hal itu malah mrmbuat paman Rudi semangat dalam beraksi.

Selama ini aku belum pernah melihat tubuh bugil seorang cewek atau wanita secara langdung, ya sebagai laki laki normal sih sering searching video dan gambar porno di internet, buat bahan coli.

Jantungku semakin berdetak kencang melihat adegan itu, aku sempat membuka hp, dan mengambil foto mereka.

Akhirnya aku sadar, bahwa ibuku ternyata masih memendam hasrat, terhadap laki laki, namun selalu ia sembunyikan.. dan perasaan sayang pada ibuku sebagai seorang anak, kini berubah menjadi rasa cinta dan nafsu sebagai seorang lelaki.

Kemudian kemarahanku muncul terhadap pamanku, aku berjanji kalau akulah yang pantas membahagiakan ibuku.

Aku kembali ke depan rumah, dan berteriak seolah tidak tahu apa apa,

“buuu aku pulang!!” dengan membuka pintu agak keras,

setelah sampai di ruang tamu aku pura pura kaget.

“oh paman Rudi, kapan kemari? lha tante Kiki mana?”

kulihat ibuku agak sedikit memerah wajahnya dan dengan santai paman menjawab

“Halo Man, kok pagi pagi udah pulang, bolos ya? hehe!”

“ee Man kok.. ee ada acara apa kok tumben pulang pagi”. sahut ibuku agak gugup.

“yee siapa yang bolos, tadi ada acara rapat disekolah jadi pulang pagi” jawabku senyum,

“hehe begitu ya” jawab ibuku sambil senyum yang agak malu.

Kami berbincang cukup lama, kenyataan bahwa paman bersikap seperti tidak terjadi apa apa membuat hatiku sakit dan emosi.

sedang ekspresi ibuku sudah tidak tegang seperti pertama tadi,

Setelah paman pulang, aku tiduran dikamar masih kaget dan terkejut tentang hal yang baru saja terjadi, Dan memikirkan rencana untuk kedepan

Sore harinya aku keluar untuk main futsal sama teman teman.

Malam harinya aku ber onani ria, dengan melihat foto ibuku, sampai keluar berkali kali.

Dan paginya aku pura pura sakit, menutup seluruh tubuhku dengan selimut,

ibuku memanggilku,

“Man kamu gak masuk?”

“enggak buk, badan Marwan agak sakit nih”

“Mau di antar kedokter?”

“Gak usah buk, cuman kecapaian kemarin sore habis futsal”

“Beneran cuma kecapaian?”

“iya buk, besok pasti udh baikan, Marwan istirahat dulu ya”

“ya udah ibuk bikinin bubur ama teh hangat, ntar kalo udah makan baru istirahat”

Kemudian aku mulai menyusun strategi,

pertama aku harus membangkitkan nafsu terpendam ibuku, karena sudah bertahun tahun ia tidak pernah berhubungan intim dengan seorang pria.

Aku memesan beberapa perlengkapan untuk dikirim kerumah ku dengan atas nama Paman Rudi, diantaranya sebuah kamera untuk dipasang pada sebuah PC beserta kepingan CD indtalasi, vibrator rotor dan beberapa bikini seksi.

serta didalamnya kuselipkan surat yang berisi.

“kepada Marissa, tentang apa yang kita lakukan beberapa waktu lalu memang salah, tapi perasaanku padamu setiap hati selalu bertambah dan tak dapat kubendung.

kita memang tidak akan bisa bersama, namun untuk terakhir kali,

aku mohon padamu untuk melakukan hal ini, aku ingin melihatmu memakai bikini tersebut, dan memainkan sex toy yang aku pesan, aku juga membeli sebuah Camera dengan software instalasi agar kau pasang di komputermu.

Ada cara pengisntalan di catatan yang lain, kau bisa suruh marwan mengisntalnya, setelah semua persiapan selesai

aku ingin melihatmu bergetar, bernafsu, saat memainkan alat itu,

Jangan khawatir saat kau melakukan itu, tidak akan ada orang yang tahu, mungkin nanti aq tidak terlihat di komputermu, tapi gambarmu akan terlihat di PC ku, kita berkomunikasi dengan headphon saja, jadi yang terlihat di PC mu nanti hanya pesan teks saja.

Aku mohon turuti kemauan ku ini, setelah ini aq janji tidak akan menyentuhmu lagi, tapi jika tidak suatu saat nanti mungkin aku akan memaksamu berhubungan denganku”

Beberapa hari ada kurir datang, kebetulan aku yang menerimanya, lalu kuberikan pada ibuku,

“Buk ada kiriman nih, kayaknya dari paman?”

“mm apa ya, ya taruh saja di meja ntar ibuk cek” katanya sambil menerudkan cucian piringnya di dapur.

Sudah beberapa hari, aku menunggu, tapi ibuku tidak pernah memintaku untuk mengisnstal Camera yang aku kirim, beberapa hari lalu, aku jadi frustasi, apa mungkin dia bisa dibodohi dengan trik lucu ngawur ini ya.. atau ia percaya namun ibu lebih memilih dipaksa paman rudi untuk berhubungan dengannya ya, haduuh gawat nih, apayang harus kulakukan nih.

Tok tok tok…

kamarku di ketuk,

“iya buk ada apa?”

kemudian ibuku membuka pintu, agak malu dan menunduk,

“ee Man eem bisa tolong ibuk sebentar gak? buat isntalasi di PC ibuk?”

IYYYESSS, Batin ku,

aku sih berlagak agak cuek,

“Buat apa sih buk?”

“ee ini ada perlu buat.. ee udah deh kamu cek dulu, ibuk juga engga begitu faham”

“lhahh emang yang duruh siapa sih?”

“e itu ee Bu Mirna yang sering supplay air galon di toko kita itu, katanya buat, e komunitas ibuk ibuk video call ato apa gitu “.

“oke deh” jawabku.

sembari tersenyum dalam hati,

aku juga tidak begitu mempertanyakan alasannya, karna semua emang sudah kurencana..

Aku sangat tidak sabar ingin melihat tubuh ibuku yang akan bermasturbasi memakai bikini seksi, lewat camera di PCnya yang sudah tentu akan kuhubungkan dengan laptopku.

© 2022 - CeritaSeru.xyz