November 03, 2020
Penulis — inez53k51

Awalnya dari chatting

Sejak aku posting crita2ku di salah satu situs, aku sering mendapat pm dari pembacaku, ada juga sih dari prempuan, tapi mayoritas mah dari lelaki, biasa de, isinya ngajakin ktemuan dan ujung2nya maen. enak di mreka gak enak di aku ya. kalo dah sering pm2an dan isinya gak ngajakin maen aja, aku baru ngasi imelku dan chatting dilanjut ke imel2an. Salah satu temen chattingku yang sudah brubah menjadi imel2an berasal dari Singaraja, di utara pulau Bali. Dia selalu membahasakan dirinya om, umurnya 30an akhir lah. Kita ngobrolnya dah macem2, mula2 mah sekitar urusan slangkanganlah, kemudian ditambah masalah2 kehidupan. Dia punya bisnis yang cukup maju di Singaraja. Apa bisnisnya gak relevanlah diomongin disini. Dia sering ngundang aku maen ke Singaraja. Dia bilang Bali yang diexpose selalu pantai2 diwilayah slatan, padahal diutara juga banyak tempat wisata dan pantai yang eksotis juga. Dia seorang duda, dia suka cerita suka banget sama cewek2 abg, yang menjadi pelampiasan napsunya selama ini. Biasa deh, lelaki seumuran dia pasti suka ama abg yang montok dan buluan, dia bilang suka maen ampe 3kali dan ceweknya ampe lemes waktu dia udahan. Aku suka horny aja ngebaca imelnya yang nyeritain pengalamannya maen ama abg. Waktu aku nanya ukuran batangnya, dia gak mo ngasi tau, malah nanya balik “Napa

Din, kamu pengen ngerasain punyaku yah”. Aku suka sengaja ngegganggu dia sembari critain pengalamanku kalo lagi maen.

aku bilang aku suka banget ama batang yang gede, panjang dan keras banget ngacengnya, dan yang lebih penting lagi yang maennya kuat seperti dia sampe 3 kali dan bikin ceweknya terkapar saking lemesnya. Itu imel2an diawal, blakangan seh lebih banyak curhat jadinya, lebih sering sih aku yang curhat kedianya karena dia jauh lebih tua dari aku. Blakangan ini, aku sering curhat tentang masalah kehidupan yang sedang aku hadapi dan aku bingung mengatasinya. Dia merespons dengan usulannya sehingga imel2an antara aku dan dia makin intens aja. Sampe akhirnya, dia bilang ada urusan mo ke kota ku, dia ngajak ketemuan. dia ngasi no hpnya, akupun demikian. Dah gitu, dia ilang dari peredaran, aku sampe lupa.

karena gak ada imel dari dianya.

Sampe suatu pagi aku dapet sms di hp ku, “Din, aku nginep di hotel (gak usah disebut kan nama hotelnya). aku disuru nyusul kesana, “bawa bikini ya Din, aku sekarang lagi di kolem renang nih”. Karena aku juga lowong segera aku membawa beberapa potong daleman, bikini dan baju ganti, dan mluncur ke hotel yang dia sebut. Ketika sampe di hotel, aku ditanya mo ketemu siapa di kolam renang, segera aku alarm si om, setelah nyambung aku berikan ke security, sehingga akhirnya aku diijinkan untuk menuju ke kolam renang. Karena hari itu hari kerja, di kolam renang hanya ada beberapa bule sedang berbaring berjemur, dipojokan kulihat seorang lelaki yang jelas sekali bukan bule, segera aku nyamperin dianya. Dia tersenyum melihatku, “Dina ya, pa kabar nih”. Aku menjabat tangannya. Ganteng juga dia. “Aku Frans, temen chatting kamu”. Dia hanya memakai celana pendek gombrong saja, duduk didipan dibawah payung besar. Matanya jelalatan menyelusuri bodiku.

memang aku pake tanktop ketat dan jins ketat sehingga semua yang menonjol dibodiku tercetak dengan jelas. Dia sampe nelen ludah memandangiku. “Mo sarapan Din,” dia menawariku. “Bole om, kebetulan blon sarapan neh”. “Kamu mau american, oriental atawa indonesian breakfast”. “Indonesian bf mah dah tiap ari, americam bf pastinya roti doangan, kalo gitu oriental bf de om”. “emangnya kamu tiap pagi bf di hotel?” “Gak om, maksudnya kan tiap pagi Dina bf ala indonesia kan. Kalo pagi gini sepi ya om kolam renangnya”. “Kamu mo brenang? Bawa bikini gak?” “Bawa om, Dina tukeran dulu ya, dimana tempatnya”. Dia menujuk ke arah tempat shower dan ganti pakaian. Aku segera menuju kesana, dan mengganti pakeanku dengan bikini yang kau bawa. Aku pake bikini yang minim sekali, dengan ikatan untuk bra dan cdnya, bodiku makin terkespose kemontokannya dengan bikini seperti itu. aku segera keluar dari ruang ganti dan menuju ketempatnya. Matanya makin berbinar memandangiku. “Wah Din, kamu seksi sekali pake bikini. Tadi pake pakean lengkap aja dah merangsang.

sekarang…” “Napa om ngaceng ya ngeliat Dina,” godaku. “So pasti lah Din, om kan lelaki normal, mana ada lelaki yang normal yang gak ngaceng liat kamu kaya gini. Dah makan dulu sana, setelah itu baru kita ngobrolin masalahmu”. Aku segera menyantap bubur ayam yang masih ngepul2. Setelah selesai, teh manis anget pun aku sruput. Kemudian kami ngobrol ngalor ngidul, tapi dia gak ngajakin aku brenang. Rupanya dia cuma pengen ngeliat bodiku ok gak, makanya dia minta aku pake bikini, lagian juga gak apa kan di kolam renang pake bikini, masak mo pake sarung kebaya di kolam renang.

Akhirnya, Din, kita terusin ngobrolnya dikamar om yuk. Dah mulai panas nih. Panas apanya om, godaku sembari senyum.

Udaranya, mataharinya dah naik tinggi nih. Om juga dah mo naik yach. Tau aja kamu. Aku memakai pakean luarku tanpa melepas bikininya. Diapun mengenakan kemejanya, menandatangai pesanan makanan dan minuman dan menggandengku masuk ke lobi hotel. Dia memijit lantai kamarnya dan lift pun meluncur keatas. Di kamarnya aku duduk diranjangnya yang masih berantakan karena belon dirapikan oleh house keeping. Dia menggantung don’t disturb di tombol pintu luar. Bekas gelut semalem ya om. Dah balik tadi pagi Din. Napa gak disuru nemenin om aja selama disini. Kan om pengen ktemu

Dina, ngapain lagi ajak yang laen. Nikmat gak om semalem. Lumayan lah. Om maen brapa kali. 2 kali Din, semalem skali bangun tidur skali. Wah Dina gak kebagian apa2 dong. kebagianlah Din, om punya stok banyak kok. Minum obat ya om. enggak kok cuma supplemen khusus aja. Dia mengambil soft drinkdari lemari es dan diberikannya ke aku beserta gelasnya. Aku menuangkan soft drink ke gelas dan duduk di sofa. Din buka lagi lagi dong pakean luanya, om kan mo menikmati memandangi bodi montok kamu. Sembari tersenyum aku melepas pakean luarku, dan kembali duduk di sofa berbikini ria. Diapun melepas kemejanya dan duduk disebelahku. Om tajir ya, hotel ini kan mahal ratenya om? Kan om bebanin ke kantor biayanya. Ya kalo ada napa gak dinikmati sih. Dia memelukku dengan meletakan tangannya dipundakku.

Din kamu merangsang sekali deh.

Tiba-tiba dia langsung memagut bibirku, mmmmhhhhh. Dia langsung mendekapku erat. Ciumannya sangat liar. Dia melumat bibirku dan lidahnya menyapu langit-langit ku. aku menyambutnya dengan bernapsu juga. Kami melakukan ciuman yang sangat panas. Dia melepas ciumannya lalu mulai menjilati telingaku dan menyapu leherku, aku menggelinjang keenakan. Kuamati wajahnya, dia pun melihatku dengan tatapan penuh nafsu. Dia lalu menyandarkan aku didadanya yang bidang. Kedua tangannya menggapai kedua toketku dan merabanya pelan, sedangkan dia menciumi pundak dan leherku.

Tangannya terus meraba toket ku lalu dia mulai meremas toket kananku pelan, sedangkan tangan kirinya masih terus meraba

-raba toket kiri ku. emmmhhh ohhh enak om Desahan ku itu tak membuatnya makin nafsu. Dia sangat pintar mengendalikan nafsuku. Kini, kedua tangannya meremasi kedua toketku. Kurasakan nafasnya makin cepat. Remasannya pun makin gemas. Om enak.. terus emhhhh Aku mendesah menikmati remasannya. Puas meremas dari luar, tangannya menelusup ke balik bra ku, dirabanya kedua toket ku itu. ngghhh enakh uh terus yang emmhhh Desahanku itu sekarang membuat nafsunya makin naik. Dia mulai meraba pentilku lalu dengan jempol dan telunjuknya, di pilinnya pentilku dengan gemas. ngghhh enak om ooooooohhhhh. Dia langsung meremas toketku dengan gemas. Nafasnya makin memburu, remasannya makin kasar. ah.. ahh.. enak om desahku. Remasannya makin ganas dan setiap dia mencubit pentilku, nafsuku makin meledak-ledak dan naik tak terkendali.

Setelah puas meremasi toketku, langsung dibukanya celana gombrongnya. Batangannya yang besar itu sudah mengacung pada ukuran maksimalnya. Diemut Din katanya dengan penuh nafsu. Langsung saja ku isap kepala batangannya yang besar itu. Ku kocok pelan batangnya yang tidak masuk dalam mulutku. Kuisap kuat kepalanya sampai pipiku kempot, lalu kumaju mundurkan mulutku, sehingga kepalanya dapat keluar-masuk mulutku. oh.. oh.. enak Din.. udah pengalaman ya?

ngisepnya jago dia mendesah keenakan. Ku teruskan kuluman ku sambil sesekali kukocok batangannya dengan tangan kananku. Kurasakan kepala itu sudah berkedut-kedut didalam mulutku. ah.. ah.. yang.. udah mau keluar nih.. isep.. ughhh.. Dia ngecret. batangannya memuntahkan banyak cairan putih yang kental, langsung kuisap pejunya sampai habis. Kurasakan mulutku dipenuhi oleh pejunya yang keluar cukup banyak itu.

Dia sepertinya sudah penasaran dengan mem3k ku. Langsung dilepasnya bra dan cd bikiniku. Ia langsung mengenyot toket kananku, dan meremasi toket kiri ku yang tak dikenyotnya. slrrpp.. slrrppp terdengar suara kenyotannya di toket kananku. Tampaknya Ia sangat gemas dengan toketku, ia mengenyot toketku sampai pipinya kempot. Remasannya juga makin liar. emhhhh. om.. terusin.. enakh ohhhhh aku mendesah keenakan. Setelah puas mengenyot toket kananku, ia menjilati pentil kananku lalu menjilati toket ku dan mulai berpindah ke toket kiri ku yang sudah tak lagi diremasinya. mula-mula ia memainkan pentilku dengan lidahnya, lalu mulai mengisap nya. Tangan kanannya meraba-raba toketku yang tak dikenyotnya lalu memilin pentilku. nghhhh. enak om eeeemmmmmhhhhhhhhh aku mendesah menahan nikmat yang tak terkira. Napsuku semakin naik tak terkendali dan semakin meledak-ledak.

Setelah puas menyusu, dia langsung merebahkanku dikasur dan membuka lebar-lebar kakiku. Dijilatinya mem3kku sehingga aku merasaa geli dan menggelinjang keenakan. ahhh enak om.. ummmhhh desahku keenakan. Puas menjilati mem3kku.

ia langsung menggunakan jarinya dan dimasukkannya jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu mulai dimaju-mundurkan dengan cepat seolah-olah batangannya yang menusuk mem3kku. ah.. ahh.. ah… ahhhhh om. ooooooooohhhhhh Dia tak memperdulikan desahanku dan meneruskannya bahkan kini makin cepat.

Setelah puas mengorek mem3kku, dia mencubiti it1lku, sehingga aku menggelinjang keenakan. Aku sampai ngos-ngosan melayaninya, padahal baru juga pemanasannya. Tanpa memberi ku kesempatan mengatur nafas, dia langsung menusukkan batangannya yang sudah keras lagi kedalam mem3kku. batangannya yang besar itu agak susah menerobos mem3kku.

ssshhh mmmhhhhhhh.. om ooooooooohhhhhhhh… desahku keenakan. dia mendorong batangannya kuat-kuat dengan bantuan cairan pelumas yang sudah membanjiri mem3kku, batangan itu pun dapat menusuk mem3kku. dia mulai menggoyangkan pinggulnya. uhh.. uhhhhh.. enak om.. ooohhhh desahku lagi. dia sudah larut dalam nafsunya, sehingga ia langsung menggenjotku dengan cepat. Digoyangkan pinggulnya dengan cepat. Terdengar bunyi berdecak karena gesekkan batangannya dengan dengan dinding mem3kku, batangannya dapat dengan leluasa keluar-masuk mem3kku karena mem3kku kini sangat basah dibanjiri cairan pelumas.

dia sangat gemas melihat toketku yang montok. Ia langsung memegang kedua toketku lalu mulai meremasnya dengan gemas. ooooohhhhh enak om umhhh.. Aku mendesah karena keenakkan. dia terus menggenjotku dengan cepat.

sedangkan kedua tangannya tak pernah berhenti meremasi kedua toket ku. Aku terus mendesah menahan nikmat yang tak terkira. gimana Din, enak gak? tanya dia dengan nafas yang memburu. ummmhhhh enak om terus oooohhhhhhh.. aku mendesah keenakan. dia semakin mempercepat goyangan pinggulnya dan tak pernah berhenti meremas kedua toketku.

ohh om enak.. om desahku lagi. dia terus memacu goyangannya dan tak berhenti meremas toketku.

Kurasakan ada sesuatu yang meledak-ledak dalam diriku, aku merasa akan mendapat orgasme ku sebentar lagi. oh

ohh.. oh.. emmmhhhh.. oooohhhhhh.. om bent ar lagi uhhhh.. Dina mau keluar nih ooohhhh desahku menahan nikmat.

Iya om juga udah mau keluar ugggghhhh dia meleguh panjang dan menahan batangannya menancap lebih dalam di mem3kku, bersamaan dengan itu pejunya kembali memenuhi mem3kku, diremasnya kuat-kuat kedua toketku. Tak berapa lama, aku menyusul orgasme nya. oooooohhhh. aku meleguh panjang dan tubuhku menggelinjang, bersamaan dengan itu, cairan orgasme ku membanjiri mem3kku. Tubuhku dipenuhi oleh keringat, dinginnya AC menjadi tak terasa.

dia menarik batangannya dan mengatur nafas sebentar. Ia lalu mengganti posisi, kini ia rebah di kasur. Aku tau ia ingin mencoba posisi wot. batangannya masih mengacung, hebat bener kasiat suplemen yang diminumnya dah ngecret 2 kali masih ngaceng aja dengan kerasnya. Aku mulai mengatur posisiku, dia memegangi batangannya lalu dengan bantuannya.

batangannya dengan mudah menerobos mem3kku, kali ini tidak sulit sperti pertama karena mem3kku sudah dibanjiri cairan pelumas yang cukup banyak. Aku mulai menggoyangkan pinggulku perlahan. Kedua tangan dia kembali meraba toketku lalu mulai meremasinya pelan, dia berusaha membuatku nyaman terlebih dulu. Aku menggoyangkan pinggulku, gesekkan antara batangannya dan dinding mem3kku memberikan kenikmatan tersendiri bagiku. dia masih terus menggerayangi toket ku sambil meremasnya pelan. nafsuku pun kembali naik. Kugoyangkan pinggulku dengan cepat. oh.. ohhhh.. enak uh remes terus om desahku lagi. Aku meneruskan goyangan pinggulku dengan cepat, sedangkan dia tak pernah melepaskan tangannya dari toketku. Diremasnya kedua toketku dengan gemas, sambil sesekali memilin pentilku. Setelah puas meremas toketku, tangan dia kini menelusuri setiap lekuk tubuhku. Aku semakin terbakar, nafsuku naik dan meledak-ledak, dapat kurasakan kedua pentilku kini sudah mengeras dan meruncing karena terus-menerus dikenyot, selain itu nafsu ku sudah meningkat terus tak terkendali. Aku terus menggoyangkan pinggulku dengan cepat, nafasku makin memburu. Setelah puas mengelus tubuhku, tangan dia kembali mengarah pada kedua toketku yang sudah basah karena liur dan keringat itu, lalu ia menyibakkan rambutku yang menutupi toketku, Ia kembali meraba-raba kedua toket montokku itu. Rabaannya membuatku geli. Ia meraba-raba toketku lalu memilin kedua pentilnya sehingga membuatku seperti tersengat listrik. Sambil sedikit medesah aku terus menggoyangkan pinggulku, sedangkan dia masih senang bermain-main dengan kedua pentilku yang sudah mengeras itu, ia memilin-milin pentilku. oooohhh om desah ku. ahh.. pentil mu ngemesin Din katanya.

Permainannya pada pentilku membuat nafsuku makin meledak, kugoyangkan terus pinggulku sedangkan dia tidak menghentikan permainan tangannya pada kedua toketku. Ia meremas toketku dengan gemas, sesekali ia memilin kedua pentilku. Kini aku merasa kedua pentilku semakin mengeras dan meruncing. Aku meneruskan goyanganku dan semakin kutambah kecepatannya. dia tampaknya sudah lelah meremas toket ku, ia menghentikan remasannya lalu dengan kedua tangannya, ia memegang pinggulku dan membantuku menggoyangkan pinggulku sehingga goyanganku semakin cepat.

oh.. oh.. om enak om desahku menahan nikmat. Tapi Aku masih ingin dipuaskan dengan remasannya, kuraih tangan kanannya dan kuletakkan di toket kiriku. oh.. masih pengen diremes yah Din? tanyanya. uuuhhh iya ohhh remesin om.. ughhh jawabku sambil sedikit mendesah. dia langsung meremasi kedua toketku dengan kedua tangannya.

“ahhh.. iya.. gitu.. enak.. om.. remesannya.. uhh.. dia terus meremasi kedua toketku dengan gemas. oh.. ohh enak.. terusin om.. ughh Aku merasa aku akan mendapatkan orgasmeku sebentar lagi. Terus kugoyangkan pinggulku dengan cepat.

toketku yang terus diremas itu membuatku merasakan nikmat tak terbayangkan, kurasakan pentilku sudah keras dan toketku basah terkena liur dan keringat, tubuhku sudah basah kuyup karena keringat. Kupejamkan mataku sambil terus menggoyangkan pinggulku, terus kugoyangkan pinggulku dengan cepat, aku makin merasa dekat dengan orgasmeku, terus kugoyangkan pinggulku dengan cepat. ahhh ahhhhh om bentar lagi Dina udah mau.. keluar om.. oooooooohhhh.

Aku mengerang panjang, tubuhku menggelinjang dan cairan kenikmatan membanjiri mem3kku, aku kembali mendapatkan orgasmeku, aku merasakan kenikmatan tak terkira, dan serasa melayang, aku hanyut dalam gelombang kenikmatanku.

Bersamaan dengan orgasme ku, dia juga kembali mendapatkan orgasmenya, diremasnya kuat-kuat toketku dan dihentakkannya pinggulnya hingga batangannya menusuk mem3kku lebih dalam, peju bercampur dengan cairan oragasmeku didalam mem3kku. Aku merasa sangat lemas sehingga tubuhku ambruk, dia dengan sigap menahan tubuhku. Hehe.. gimana

Din, puas gak tanyanya. Puas banget om, kon t0l om besar banget, panjang lagi. Masuknya dalem banget deh om, kerasa banget gesekan kont0l om ke mem3k Dina, lagi ya om, jawabku dengan penuh kepuasan.

aku mengira ia akan menyudahi permainannya. Tapi ternyata aku salah, setelah batangannya kembali mengeras, ia menarik batangannya dari dalam mem3kku lalu duduk bersandar disofa. Aku sudah sangat lelah dan lemas sehingga aku pasrah saja dengan apa yang akan dilakukannya padaku. Aku disuruhnya duduk membelakanginya dipangkuannya. Dengan mudah.

batangannya yang basah terkena cairan pelumas mem3kku itu memasuki mem3kku. Aku menggoyangkan pinggulku.

Kugoyangkan tubuhku naik-turun sehingga batangannya menghujam mem3kku. dia kembali meraba toketku dari belakang sambil mendesah-desah keenakan. Aku terus menggoyangkan tubuhku naik turun dia masih terus meremas kedua toketku sambil sesekali memilin-milin kedua pentilku yang sudah keras itu. Ahh ah ahh. aahh.. ahh.. ah.. ah.. aku mendesah keenakan sambil terus mengoyangkan tubuhku. dia sangat menikmati permainanku, aku terus menggerakkan tubuhku naik turun sehingga batangannya terus menghujam mem3kku, setiap batangannya menghujam mem3kku, aku merasa seperti tersengat listrik. dia sangat menyukai toketku, terbukti dengan ia tak pernah berhenti meremas kedua toketku dengan gemas. Ah.. ah ahhh enak uh Dina.. udah.. gak.. kuat.. yang.. uuuh. Goyangan tubuhku berhenti karena aku merasa sangat lelah. dia langsung menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sedangkan tangannya tidak pernah berhenti meremasi toketku. Ohhh ohhhh.. oohhh.. enak.. terus.. uhhh oohh hhh, aku mendesah keenakan. Dibawah, batangannya terus menghujam mem3kku dengan cepat, tangannya tak pernah berhenti meremas toketku sambil sesekali dia menmilin pentilku.

Aku merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Remasannya membuatku merasa nikmat. Aku merasa dia akan mendapatkan orgasmenya kembali sebentar lagi, dapat kurasakan batangannya berkedut-kedut dalam mem3kku.

Remasannya pun semakin liar, ia juga tak berhenti menciumi bibir, pundak, dan leherku. Aku pun juga merasa akan mendapat orgasmeku kembali. Aku juga mulai menggoyangkan pinggulku dengan cepat dan liar, Tak berapa lama, dia mendapatkan orgasme nya, ia melenguh panjang dan menancapkan batangannya dalam-dalam. Ia meremas kedua toketku kuat-kuat.

pejunya muncrat dan memenuhi mem3kku kembali.

Setelah gaya pangkuan, dia segera mengubah posisi dengan posisi dogi style. Karena nafsuku masih tinggi, aku ikuti saja kemauannya. Ternyata, staminanya sangat kuat. kedua tanganku bertumpu pada kasur, ia langsung menusukkan batangannya dari belakang dan langsung menggenjotku dengan cepat. Dalam posisi ini kedua toketku menggelantung.

sehingga terlihat semakin montok, dia pun langsung meremas toket montok ku. Mula-mula ia memegang toket kiriku dan meremasnya dengan gemas, goyangan pinggulnya juga semakin cepat. uhh.. uh.. uhh.. uhh.. uhhhh.. enak.. umhhh.. enak om

ooooohhhhh genjotannya yang begitu cepat itu membuatku mendesah keenakan. Nafsu dia sepertinya juga makin tak terkendali, genjotannya makin cepat sambil terus meremas toket kiriku dengan kasar. kini dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat, remasannya pun makin cepat dan kasar. ahh ahhhhh. ahhhhhhh ahhh, aku mendesah sangat kencang.

toketmu montok banget deh katanya sambil terus menggenjotku. dia menghentikan remasannya dan kembali mengelus kedua toket montokku yang menggelantung itu, setelah itu ia kembali meremas kedua toketku dengan gemas.

aahhh.. hyaahh enak om ooooohhhhh Aku mendesah keenakan. Aku makin tenggelam terbawa nafsu. dia masih terus menggoyangkan pinggulnya bahkan makin cepat. batangannya terus-menerus keluar-masuk mem3kku. Setiap hujamannya membuatku merasa nikmat. oooohhhh enak om eeemmmmhhhhhh Aku kembali mendapat orgasme ku.

cairan orgasme ku kembali membanjiri mem3kku.

dia masih belum selesai, ia terus menggenjotku dengan sangat cepat, terdengar bunyi decakkan dari mem3kku yang sudah sangat becek itu, kedua tangannya tak berhenti meremas toketku. ah.. ah.. ah bentar lagi nih Din dia mendesah keenakkan. Goyangannya makin liar, demikian juga dengan remasannya yang tak pernah berhenti itu. Tak lama, dia melenguh panjang dan pejunya menyembur kembali dalam mem3kku, bersamaan dengan itu dia memilin kedua pentilku sehingga aku menggelinjang dan karena gelombang orgasmeku masih belum reda, aku kembali merasakan kenikmatan kembali melanda seluruh tubuhku. ooooooooohhhh. aku mendesah panjang, bersamaan dengan itu aku kembali dilanda orgasme.

Setelah puas, dia mencabut batangannya dari mem3kku. Aku sudah sangat lemas sehingga aku terjatuh di ranjang. dia rupanya masih ingin penutup. Ia lalu jongkok diatas ku lalu ia memegang kedua toketku lalu menjepitkannya pada batangannya. Aku lalu melakukan breast fucking, kunaik turunkan toketku dan kujepit kuat-kuat batangannya dengan toket montokku. ah.. ah.. enak Din kamu jago yah toket mu juga.. montok banget.. om gak tahan Aku merasa senang dipuji seperti itu. Aku menjepitkan batangannya kuat-kuat dengan kedua toketku dan terus kunaik-turunkan toketku, Kurasakan batangannya kembal berkedut-kedut dan kembali menyemburkan peju, mengenai wajah dan toket ku, setelah itu aku membersihkan batangannya dari sisa-sisa pejunya dengan mulutku. Setelah itu aku tergeletak di ranjang dan berusaha mengatur nafasku. Om luar biasa deh, bisa berkali2 ngecret, kuat banget ya suplemen yang om minum. Dina sampe klenger nih, istirahat dulu ya om. Din, mem3k kamu nikmat banget deh, lebih nikmat dari yang semalem. empotan kamu luar biasa.

bikin om kepengen terus. Kamu nemenin om selama om di Jakarta ya Din, kita berbagi kenikmatan terus setiap ada waktu.

Wah bisa letoy neh ngeladenin napsunya. Bener2 nikmat, dimulai dari chatting lewat pm, trus lewat imel dan berakhir dengan nancepnya kon t0lnya diselangkanganku berkali2.

© 2022 - CeritaSeru.xyz