November 01, 2020
Penulis — cerberuz1

Tradisi Unik bersama Ibu Lala

Angin berhembus pelan masuk melalui jendela rumah ini, disini di ruang keluarga aku berdua saja dengan wanita paruh baya. Aku perkirakan dia berumur 30 tahun, “Dia anggun sekali, wow! Wanita ini yang menjadi partnerku” pikirku sambil mengangguk pelan kemudian ku berkata “Hmmm… Halo” dia tersenyum. “Kamu

Budi kan? Ibu udah tau namanya kamu kok” ucap dia sambil mendekat lalu mengambil kedua tanganku. “I-iya..” jawabku kaku pada wanita yang ku tau namanya Lala. “Grogi ya? Gak apa apa kok, Ibu bakal pelan-pelan aja” ucap dia sambil memelukku erat, wajahku tepat ditengah dadanya “Aduh gede bener!” kataku dalam hati.

Di desaku ada tradisi unik, kalo laki-laki udah masuk umur tertentu, ah anggap saja hadiah lulus SD akan melakukan tradisi untuk menjadi pria… ya dengan partner wanita dewasa! Kemarin kemarin saat penentuan partner (melalui undian) Ibu Lala yang terpilih, saat namaku dan namanya dipanggil dia langsung melambaikan tangan menyapaku dari jauh sambil tersenyum. “Beruntung sekali aku!” sambil menahan perasaan senang yang amat sangat. Setelah itu aku bermain bersama temanku Tejo, sambil bermain Tejo cerita “Lo beruntung banget!” sambil cekikikan. “Lo dapet cewek dari rumah itu kan? Dia punya susu yang gedeeeee banget kek gini!” katanya sambil menggerak gerakkan tangannya di dadanya seperti menggambarkan buah semangka.

malah lebih mirip pepaya. “Wow!” jawabku biasa, aku ga terlalu tertarik bahkan ga tau ada tradisi ini sebelumnya. “Gue malah dapet mamahnya Andri, ya lumayan lah semok tapi agak ga enak sama Andrinya”

lanjut ceritanya.

“I-itu beneran gede, bener kata si Tejo…” pikirku saat Ibu Lala melepas pelukannya. “Mau liat susu Ibu?” Ibu

Lala langsung buka bajunya sampe keatas, eh ga pake BH daritadi ya. Aku ga tau soal ukuran susu tapi ini beneran gede dan masih pink. Aku masih terpaku ke susu Ibu Lala, “Maaf ya, emang sih gede tapi udah ga bagus lagi ya kan?” Aku bingung menatap kemana, ke susu Ibu Lala atau menatap mukanya. Aku bingung.

“G-gga kok bu, masih kok”. Aku mendekat ke susunya “Oooo.. begini ya bentuknya” pikirku lalu aku langsung menyentuh puting pink Ibu Lala. Keg begini ga bagus, masih belum ada tanda tanda turunnya malah kenyel mancung kedepan. Ibu Lala sedikit terkejut melihat tanganku berada di susunya. “Akhirnya aku menyentuhnya!” aku ga mampu menutupi muka merahku sambil terus meremas susunya. Aku baru dua kali ketemu dia dan sekarang udah megang susunya! “Hmmm… Cara kamu mainnya nakal bener Budi…” katanya sambil memejamkan mata. Mukanya merah. Aku terus memainkan dengan cara berbeda, wah tanganku ga mampu megang semua bagian susunya. Aku ga tahan! Aku menahan teriakanku di susunya “Aaaaahh…”

Sesuatu keluar dibagian penisku, aku memeluknya erat erat sepertinya dia tahu apa yg terjadi. “Ya ampun…”

Aku menangis dipelukannya, “Udah gak apa apa Bud, sini Ibu bersihin dulu ya <3” katanya tenang. Aku bingung kenapa dia bisa tenang begitu.

“Adu—duh kerasnya…<3” katanya melihat penisku setelah diturunnya celanaku. “Ibu seneng, susu ibu bisa bikin kamu sampe begini <3 ehehe” mataku sayup sayup belum sadar apa yg barusan terjadi. Ibu Lala memegang kepala penisku yang baru setahun disunat, lalu menghisap ujungnya lembut yg masih ada bekas sperma. Aku langsung sadar! Kaget bukan kepalang! Kemudian dia menghisap sampai keujung penisku.

penisku ditelan sepenuhnya. Sambil memainkan lidahnya dia membersihkan penisku dari sisa sperma tadi.

“Hehehe, ujung burungnya gemeter lagi nih Bud…<3” katanya sambil tetap mengulum ujung penisku. Dengan sekali hentakan penuh menelan penisku sampai kepangkal. “Aaaaaak… Aaaah” teriaku hingga terduduk.

Bayangkan aku dikulum sambil berdiri membuatku sampai duduk lemas dan dia masih terus menghisap penisku. “Gak boleh nih, jangan keluar lagi Bud…” kata Ibu Lala dalam hati sambil menghentikan hisapannya.

“Plop…” bunyi penisku lepas dibibir mungilnya. “Mungkin dah waktunya Bud..<3” godanya padaku. Aku ga menjawab, sempoyongan sambil duduk. Mukaku merah, badanku lemas, entah kemana sekarang pikiranku.

Ibu Lala melepas semua pakaiannya hingga bugil di depanku, lalu berbaring di tempat tidur. “Oke… Waktunya buat kamu jadi pria dewasa <3” katanya sambil tersenyum. Susunya menggantung namun tidak turun.

kemaluannya ditumbuhi bulu tipis. Apa yg harus aku lakukan? pikirku keras.

“K-keg gini bu?” aku memposisikan penisku ditengah pangkal pahanya. “Iya, teken terus keg gitu ya..”

katanya. Dia hanya mengarahkan penisku ke vaginanya lalu membiarkan aku memasukkannya sendiri. “Aduh becek bener ini!” kataku bingung. “Dikit lagi kok, teken aja terus Bud ehehe <3”. Penisku baru masuk setengah dan “Ugh…!” itu masuk. Penisku masuk seluruhnya, anget bener aduuuh. Badanku gemetar disaat itu juga. “Udah masuk semua tuh, coba gerakin dong Bud <3” “I-----iya Bu!” jawabku kesusahan. Akupun memundurkan penisku, “Aaaaah, ini dia…” desah Ibu Lala pelan. Wow setiap aku gerakkin penisku.

vaginanya berdenyut denyut disekitarnya. “Aduh sempit banget!” “Aaah” “Eeeh” kaget Ibu Lala melihatku mendesah keluar lagi.

“Dah, keluar bu…” kataku lemas diatasnya. “Gimana, enak kan? Ehehe <3” katanya pelan dibawah tubuhku.

Penisku masih ada didalam, menancap erat vaginanya. “Kamu kan baru pertama kali, itu termasuk udah bagus

Bud <3” katanya sambil memegang kedua pipiku. Kemudian bibirku diciumnya, lama sekali. Bibirku dan bibir

Ibu Lala seperti meleleh.

Setelah itu kita berdua melakukannya lagi, kali ini Ibu Lala menghadap dinding dan aku dibelakangnya sambil terus menusuk nusuk vaginanya dengan penisku. Aku ga tau, Ibu Lala seperti pasrah atau senang melakukannya denganku. Dia membiarkanku melakukannya sesukaku. “Ah… Ah… Ah” aku menggenjotnya dari belakang. Sesekali Ibu Lala melihat kebelakang melihatku sedang menggenjotnya. Lalu dia menghentikan genjotanku, merangkul kepalaku lalu mencium bibirku. Yah, kemudian aku menciumnya sambil menggenjotnya.

Melihatku capek, dia tahu lalu menyuruhku duduk lalu memasukkan lagi penisku di vaginanya dan dia duduk diatas pangkuanku. “Aaaah” desahku melihat dia menaik turunkan pantatnya. Anehnya dia menikmati sambil senyum senyum kepadaku. Wanita cantik yang memiliki susu besar dan molek sedang menaik turunkan pantatnya mencari kenikmatan. “Aduh dalem banget…” kataku saat dia menghentak hentakkan pantanya. Ibu

Lala tersenyum sambil melakukannya. “Aku keluar” pikirku lemas langsung terkapar dilantai. Ibu Lala diam.

mengangkat pantatnya, lepas lah penisku dari vaginanya. Basah sekali penisku, Ibu Lala membalik badannya lalu membetulkan rambutnya kemudian mengulum penisku hingga bersih. Ya ampun.

Ibu Lala terus mengulum penisku, menghisap hingga habis semua dimulutnya. Aku capek. Sekarang malah dia berbaring disampingku sambil terus mengocok penisku pelan. Kemudian Ibu Lala duduk tanpa berhenti mengocok penisku, dia mengarahkan susu kanannya ke mulutku. Aku mengerti. Aku disuruh menghisap puting itu agar aku cepat keluar lagi. Ibu Lala melihatku sambil tersenyum terus mengocok penisku dan akhirnya aku keluar lagi dengan puting Ibu Lala tetap di dalam mulutku. “Ah… Ah… Ah” desahku kelelahan. Aku tersadar aku masuk dirumahnya jam 10 pagi kulihat sekarang matahari sudah mulai terbenam.

Malam harinya aku tidur satu ranjang dengannya, aku lelah tapi aku tak bisa memejamkan mataku. “Aku harus melakukannya lagi keg nya…” pikirku. Dia masih tertidur lelap saat aku menyentuh susunya. Ibu Lala sekarang tidur dengan tanktop putih yang sangat memperlihatkan susunya yg gede. Aku menyentuh lagi susunya, aku memainkannya lagi. “Si Ibu ga bangun…” “Mungkin sedikit lagi…” kataku sambil memasukkan tanganku ke tanktopnya lalu menyingkap tanktop putih itu sampai kebahu. “Gak apa apa kan Bu?” kataku dalam hati. Aku menyedot nyedot puting susunya yg pink itu. Sekarang dia terlentang, memudahkan aku melakukannya. Aku julurkan lidahku aku mainkan putingnya kemudian aku sedot sedot hingga mencuat keras sekali. “Enak bener susunya Ibu Lala” kataku sambil menyedot susu kiri dan tanganku memainkan yg kanan.

“Ngapain Bud?” Ibu Lala mengagetkanku. “Kenapa Bud? Ga bisa tidur ya?” katanya namun mata Ibu Lala masih sayup sayup. Kemudian dia diam sejenak, “Kamu sekarang nakal ya Bud, mainin Ibu pas tidur. Itu jangan dibiasain, lain kali jangan diulang ya”. “Kalo masih mau sini!” kata Ibu Lala sambil menyuruhku lebih dekat, “Gak apa apa, sini <3” “Keluarin punya kamu, terus deketin ke tengah susu Ibu” sekarang penisku berada ditengah susunya. “Hufft..” “Sejak kamu main bagus tadi siang… hm, Ibu kasih yg spesial buat kamu <3”

Uhhhh… Ibu Lala menjepit penisku dengan kedua susunya, “Ehehe, enak kan Bud? <3” kata Ibu Lala sambil tersenyum. “Nah keg gitu Bud caranya, kamu coba gerakin ya” suruhnya sambil melepas tangan dari susunya.

Aku memegang kedua susunya lalu menjepit penisku ditengah tengah. Lalu mulai maju mundurkan pinggulku.

Ibu Lala pasrah saja melihatku, kemudian dia memejamkan matanya. “Aduh enak banget susunya Buu…”

kataku sambil keluarkan sperma tepat di tanktopnya.

“Enak yg tadi?” tanya Ibu Lala sambil bangunkan badannnya.

Aku ga tahan, aku pengen keg tadi siang. Aku mendorong kembali Ibu Lala di ranjang, posisinya sekarang Ibu

Lala tengkurap dan aku diatasnya. “Aduh aduh Ah… Budi. <3”

Sekarang dia mengangkat pinggulnya, tanpa sadar penisku telah menancap sempurna di vaginanya.

“M-masih mau genjot Ibu tah Bud?” tanya Ibu Lala pelan dibawahku.

Lalu aku menggenjot kuat dari belakang sambil meremas remas susu Ibu Lala. “Anak laki laki yang baru tau perempuan emang nafsunya kuat ya…<3” kata Ibu Lala kepadaku. “Kamu remes susu Ibu lagi kan?”

“Habisnya e-enak sih Bu…” dia menyuruhku berhenti dan melepaskan penisku.

“Hh… kamu ini anak manja! <3” kata Ibu Lala menatapku.

Ibu Lala bangkit lalu duduk diatasku, menatapku mesra “Mau ga Ibu lebih manjain kamu? Syaratnya harus bayangin kalo… Aku… ini… Ibumu” “Huh?” aku ikuti sajalah kata Ibu Lala.

“Bud, emut susu ibu dong sambil manggil Ibu. mau yah? <3” kata Ibu Lala sambil menyodorkan susunya persis diatas mulutku. Hmmm… aku menyedotnya kuat sambil berkata Ibu… Ibu… Ibu (Lala maksudnya hehehe)

“Lucu bener…<3” pikir Ibu Lala membayangkan Budi itu anaknya sedang menyusu.

“Kamu anak mesum ya Bud” sekarang dia memasukkan penisku dengan posisi dia diatas, aku dibawah.

“Keg nya ibu ini perlu ngeluarin semua yg kamu punya disini nih! <3” sambil mencubit bijiku.

“Aduh bu, punya ibu kedut kedut gitu di dalem… aduhh” kataku ga tahan.

“Hehehe, enak kan? ya kan? ya ga? <3” godanya buat aku ga tahan. “Hfft…” sesuatu keluar dari penisku

(lagi) dan lebih banyak.

“Keluarin smua Bud, keluarin…” Ibu Lala yang daritadi diatasku menikmati semburan penisku, dia meletakkan kedua tangannya di tengah susunya sambil mendesah keras. “Haaaaaa…” keras sekali sampai mulutnya terbuka lebar sedangkan matanya memejam menahan sesuatu.

“Angetnya Bud… bener bener keluar semua ya? Ehehehe <3 sampe luber luber gini” katanya sambil tersenyum diatasku.

Akhirnya kita tiduran lagi, tapi sekarang posisinya Ibu Lala membelakangiku dengan tanktop tersingkap tanpa

CD dan penisku masih menancap di vaginanya. “Udah enakan Bud? Kamu mah keenakan eheheh” “Kita ngelakuinnya banyak banget ya hari ini eheheh <3” kata Ibu Lala bicara sambil membelakangiku. Aku masih memejamkan mataku, namun kurespon dengan mengecup seluruh belakang lehernya. “Ah…” desah Ibu Lala.

Kali ini dia memutarkan badannya lalu menatapku, “Masih mau begituan lagi?… Bener bener ya kamu ini? <3”

kata Ibu Lala menggodaku.

“Bu, bisa ga minta lagi?” tanya ku sambil memohon.

“Hehehe Bener bener ya. Anak nakal! <3”

Akhirnya aku menerkam Ibu Lala sekali diranjang itu “Ah…<3” desah Ibu Lala lagi.

TAMAT

© 2022 - CeritaSeru.xyz