November 01, 2020
Penulis — Echa36c

Tante pelacur yang alim

Tante Dian Riyani

Cerita ini bermula dari saat aku berpacaran dengan gadis alim berjilbab lebar bernama annisa dini, dia gadis yang supel dan ramah dengan semua orang, mudah akrab dengan pria maupun wanita. Yang membuatku tertarik adalah wajahnya yabg cantik, matanya yang lebar, kulitnya yang putih mulus seperti cina, bibirnya yang sexy dan bodynya montok berdada besar 36C.

Annisa dini adalah gadis keturunan sunda dan sulawesi. Keluarganya sejauh yang aku tahu adalah keluarga taat beragama, ibunya bernama tante dian, tante dian ini luar biasa cantiknya, bibirnya tebal sexy, kulitnya putih mulus seperti cewe cina khas sunda, sepertinya badan semok dan bohay eca (panggilan annisa dini) didapat dari ibunya, tante dian ini sangat ramah kepada semua orang, berjilbab lebar dan sangat alim dilingkungannya, tapi jilbab lebar itu tidak mampu menutupi ukuran payudaranya yang besar sekali 36D, aku tau ukurannya dari BH yang dijemur waktu aku main kerumah mereka.

Meski aku berpacaran dengan gadis alim dari keluarga baik2 aku tetap laki2 normal, pacarku sering aku jadikan bahan coli dan hubungan kami hanya sebatas berpegangan tangan saja, pernah aku berusaha mencium eca tetapi dia tidak membalasnya, hanya kecupan ringan saja. Suatu ketika aku ke rumahnya eca tanpa memberi kabar dulu, aku ke kotanya dan menginap dirumah temanku adi.

Sampai di rumah eca aku ketuk pintunya tapi lama tidak ada balasan, aku tunggu di depan pintu sambil terus mengetuk pintunya. Pasti ada orang di rumah, ada motor butut yang tidak aku kenal terparkir di depan. Setelah 30 menitan akhirnya ada yang membuka pintu, ternyata tante dian… “Eh, anto… Masuk to…

Kok gak ngabarin kalau mau ke rumah… Eca lagi kuliah…” “iya tante, anto lagi ada tugas mendadak disini jadi sekalian mempir” kataku beralasan. Aku kaget dengan penampilan tante dian, tidak biasanya beliau berjilbab lebar tetapi memakai daster tanpa lengan se lutut yang agak tipis, tidak syar’i seperti biasanya…

Mungkin beliau habis tidur. “tante buatin minum dulu ya to, kamu tunggu di ruang tengah aja” “baik tante”. Aku pun ke ruang tengah. Tidak berapa lama ada 3 orang keluar dari ruang belakang, penampilan mereka kusut dan kotor seperti tukang dan bau, mungkin mereka pemilik motor didepan, benar saja, salah seorang dari mereka membawa alat tukang.

“permisi mas, saya mau ambil barang saya” kata salah seorang dari mereka, badannya tinggi besar, sementara yang dua pendek dan gendut. “Silahkan mas”. Aku kaget melihat apa yang diambil, tukang itu mengambil celana dalam dari bawah bantal sofa. Sementara temannya entah mengambil apa dari samping meja tv…

Tidak berapa lama mereka pamit. Tante dian mengantar mereka lewat pintu samping. Cukup lama juga tante mengantar mereka, sambil terdengar suara tukang2 itu tertawa terbahak2, hmmm.. mungkin sudah sering kesini jadi akrab, lagian tante dian orangnya memang baik. Sekembalinya dari samping tante dian memberiku minuman.

“siapa mereka tante?” “ooh, tukang, tante lagi benerin kamar tidur tante, sering rusak to””rusak apanya tante?” “kasurnya, kurang enak kalo genjot2” “hah? Genjot2 gimana te?” “itu anu, kalo tante tidur kan suka gerak2, jadi dipannya bunyi, mereka sering benerin dipan itu, biar kalo genjot2 g bunyi” benerin dipan aja bertiga, batinku.

“Ngelamun apa to?” “gak papa tante”, wow, aku baru sadar, ternyata kancing baju tante dian terbuka 2 dari atas, tante dian memang berjilbab tapi jilbabnya disampirkan di pundaknya kalau di rumah, sehingga bagian depannya terekspos. perasaan tadi waktu aku baru datang tertutup… Kelihatan belahan toketnya yang besar sekali…

“Tan, sori nih, anto boleh ngomong ga?” “apa? Bilang aja, kamu ini kaya sama siapa aja pake nanya” “itu… Susunya tante keliatan… Maaf tante” “hah!? Astaghfirullah, kamu lihat? ““sedikit tante” tante dian langsung menarik jilbabnya yang disampirkan di pundaknya kedepan menutupi susunya. “keliatan banyak gak to?

Tante maluuu” “lumayan tante, maaf pentilnya hampir keliatan tadi” kataku sedikit menggoda “heh!! Apa kamu bilang!? Km berani ya kurang ajar ngomongnya !?” bentak tante dian. “mm.. maaf tante, anto cmn jujur” “jangan diulangi ya anto” “iya tante, maaf, cuman keliatan dikit pinggirnya” batinku, cuman keliatan aerolanya aja, tau gitu aku diam aja tadi, lumayan liat pentilnya tante dian.

Aerolanya lebar sekali dan berwarna hitam. Kontolku sudah mulai ngaceng saja, karena kuperhatikan paha tante dian agak tersingkap ketika duduk di sofa memperlihatkan paha dempalnya yang putih mulus agak berbulu khas ibu2 usia 40taun. “Yauda to, km tunggu eca? Tante mau nyuci baju dulu” “iya te”. akupun nyender di sofa tante dian, sementara tante dian ke belakang nyuci baju.

Akupun tiduran disofa, Kok agak bau amis ya bantalnya, hmmmm… Aku balik bantal itu dan aku kaget, ada celana dalam permpuan di bawah bantal. Warnanya hitam berenda dan ukurannya besar sekali. Wah punya tante dian ini, aku cium2 baunya dan ternyata basah sekali, seperti bekas kencing… Langsung aku masukkan ke saku celanaku untuk bahan coli di rumah.

Iya, aku orangnya mesum sekali he he he. Setalah agak lama menunggu aku pun pamit karena eca tak kunjung pulang, chat ku pun tidak dibalas. “tante, anto pamit dulu ya, eca g pulang2” “iya to, ati2 dijalan, kamu sampe kapan disini?” wow, ketika aku sampai ditempat cuci dibelalang, aku melihat tante dian yang sedang berjongkok ternyata tidak memakai sempak!

Bulu jembutnya ternyata rimbun sekali diapit dua paha dempal yang putih mulus itu, kali ini aku diam saja tidak mengingatkan, daripada dibentak lagi. Kunikmati pemandangan ibu2 berjilbab lebar yang memakai daster tanpa lengan sedang jongkok dengan kaki terbuka lebar, mencuci pakaian. Kontolku seketika ngaceng tanpa bisa ditahan, “to, kamu ditanyain malah diam !?

Kenapa kamu?” “ehhh anu tante, anto juga bingung kapan pulangnya, masih belum tau” “oh yaudah, kamu kalo mau kesini langsung aja, tante juga sendirian, ga keluar kemana2 kok” “iya pasti anto besok kesini lagi” batinku, lumayan kalo tiap hari bisa liat memek mamanya eca, siapa tau besok2 disuguhin pentilnya.

Aku pun berusaha berlama2 sambil melihat jembut tante dian yang terpampang didepanku, hanya berjarak 2 meter saja, sayangnya jembutnya terlalu lebat sampai aku tidak bisa melihat itilnya tante dian… akhirnya akupun pulang ke rumah adi yang kutumpangi tidur, di toilet rumah adi akupun coli menggunakan sempak hitam milik tante dian yang masih bau amis…

Besoknya aku berangkat ke rumah tante dian lagi, dan lagi2 sial aku bangun kesiangan, baru jam 1 siang aku sampai didepan rumahnya… Sayup2 terdengar suara beberapa laki2 mengaji… Wah sepertinya lagi ada yang mengaji ini, tante dian memang kadang mengajar mengaji tapi biasanya dipengajian ibu2, tidak pernah di rumahnya, aku mengucap salam dan dibukakan pemuda bernama supri, aku tau anak ini…

“Eh bang anto, masuk bang, kami lagi ngaji nih” “oh, iya” jawabku ketus. “Sudah tobat ya kamu, bagus, sebelum saya hajar km sudah tobat duluan”. “maaf bang, yang dulu itu… Saya sama temen2 khilaf” katanya dengan nada bersalah, dan mau mencium tanganku. Luluh juga hatiku. Setelah didalam aku lihat ternyata ada 4 orang yang mengaji, supri, slamet, yoseph dan adi.

Mereka memang satu geng berandalan, pengangguran semua kecuali yoseph yg kuliah. Hah, yoseph? Dia kan non muslim, ngapain ngaji? Kutanya ke yoseph, “kamu kok ikut ngaji seph? Mualaf kamu?” “belum bang, ini masih mau belajar ngaji dulu… “oh, yasudah… Dia memang anak yatim piatu, tinggal diasuh paman bibinya, mungkin sudah pilihan dan jalan hidupnya.

Akupun keluar ke warung kopi didekat situ untuk menelpon pacarku, “yang km dimana? Aku jemput ya” “aduh yang aku masih dikampus ini, masih ospek pulangnya malem, maaf banget y sayang” kata eca, “yasudah lah g jadi kujemput klo gitu aku balik aja ya, aku masih 2 hari disini” “iya sayang maaf, bsk aja km jemput aku, love you muah” “muah” balasku.

Baru mau pulang aku sadar, kalau kunci pagar kos temanku ketinggalan di rumah tante eca, yasudah lah aku balik, toh dekat. Aku lewat samping karena lebih dekat. “Seph, udah lu siapin obatnya?” kudengar adi berkata “bereees, ini diaa, pokoknya hari ini memeknya bu dian bakal kita kontolin sepuasnya hahahaha” kata yoseph, “pokoknya gw mau lepas perjaka di memeknya bu dian,” kata supri.

“Gw pengen ngontolin susunya bu dian guys, kaya di bokep2” kata slamet. Wah bangsat, ada rencana apa ini para bajingan pengangguran ini. Akupun bersembunyi mengintip dari samping. Yoseph meneteskan sesuatu ke teko teh dimeja, “ini obat bius gajah, jadi dijamin gak bakal sadar beberapa jam guys, kita bisa puas ngontolin ustadzah dian yg montok itu”

“Assalamualaikuuum, gimana ngajinya?” tiba2 tante dian masuk dari depan, “udah lumayan bu dian, terimakasih mau ngaja kami” “iya gitu yang rajin dan soleh ya, jadi lebih baik… ibu kebelakang dulu, ibu cape banget” “ini diminum dulu teh nya bu dian, biar g cape, tadi si slamet bikin” “wah kalian baik banget ya” jangan tente!!

Itu ada obat biusnya!! Tante mau diperkosa mereka!! Batinku, aku sudah mau keluar tapi terlambat tante dia sudah menghabiskan gelasnya. Lalu ditambah satu gelas lagi. Ah sial!! Bangsat, gw tadi bingung nyari bukti gimana buktiinnya kalo teh nya ada obat bius gajahnya. Siaaal. Lalu tante dian ke kamar tidurnya dan berbaring.

Lalu para bajingan tengik itu tertawa tidak lama setelah tante dian masuk kamar. Mereka mengetuk pintu tante dian, “assalamualaikum bu dian, sudah tidur bu?” kata supri, tidak ada jawaban, lalu mereka masuk ke kamar tante dian, dan melihat tante dian tidur pasrah terlentang, “bu dian, bangun bu,” kata yoseph sambil menggoyang2 susu montok tante dian, “bu, bangun bu, kami pengen merkosa memek ibu” kata adi sambil mencopot celananya.

“Eh tunggu dulu, gw mau bikin kenang2an” kata yoseph sambil mengeluarkan kamera, lalu dia membuka2 tas tante dian dan mengeluarkan ktp tante dian “naah, ini dia pelacur syariah yang dikontolin geng kami, namanya dian riany, ini gaes alamatnya” kata yoseph sambil menzoom ktp tante dian, “yuk dimulai aja, kita liat ini lontenya, dian riany, pelacur syariah” kata yoseph sambil menyorot tubuh tante dian yang masih berpakaian lengkap tapi diremas2 susu dan paha nya oleh supri dan adi, “ini muka lontenya gaes, cantik kan, meski udah 42 taun, montok banget, udah dandan dia gaes, tau kalo mau kita kontolin makanya dia dandan, nih gaes gw cipok mulutnya yg tebel mmhhhmmmmhhhh enghjmmhhhh “yoseph pun mencium bibir tante dian sampai basah semua, dia juga membuka mata tante dian dan menzoom wajah tante dian untuk memperlihatkan betapa tante dian tak sadar diri dan mau diperkosa.

“Uuuffhhh telen peju guwe lonte muslimah bangsat !” teriak yoseph.

Bersambung ~

Lalu yoseph mengeluarkan kontol kecilnya dari bibir tebal tante dian dan mulai melap kan sisa2 peju di kontolnya ke wajah cantik tante dian.

“Emmmhhh enak bgt ini sepongannya perek berjilbab satu ini gaeesss” kata yoseph sambil merekam semua kejadian di hpnya dengan detail.

“Eh guwe buka ya ini bajunya si perek ini?” Kata supri sambil menarik ke atas baju lebar tante dian dan wow… Susu besarnya tante dian terlihat mulus tertutup BH hitam yang terlihat ga sanggup menampung. “Wuoooww susunya bu dian gede banget ini, kita gantian aja coy, gak bakal habis ini kita ngontolin seharian” kata supri, “okeee kalo gitu kita ngerekam aja sup” kata adi dan yang lain.

Lalu supri tanpa membuka bh tante dian dia mulai menggesek2 kan kontolnya ke toket tante dian, ke sela2 ditengahnya dan diselipkan di bh tante dian, kontolnya supri ini besar sekali, saya sampai minder, lalu supri mengambil tisu untuk membersihkan sisa peju di muka dan mulut tante dian, sementara yang lain masih merekam dengan detil sambil mengocok kontolnya masing2.

Lalu supri mencium bibir tante dian sambil melepas bh nya, dan terlihat lah pentil hitam dan besar milik tante dian, wow, pentilnya tante dian pun dihisap oleh si bedebah kurang ajar ini, sambil di remas2, gila seksi sekali tante dian, kulitnya putih mulus khas cewe sunda oerutnya kecil dan toketnya besar sekali khas ibu2 42tahun, si adi juga sempet nyeletuk “woi bh nya ukuran 36D dan kekecilan!

“Katanya sambil menunjukkan ukuran bh ke kamera, “susunya kaya susu sapi ya pemirsa, gede banget dan enak buat dikenyotin, nih gw kenyotin nih” katanya sambil menggigit2 dan menarik pentil hitam tante dian dengan kasar, ditariknya pentil itu dengan giginya sampai melar banget, dan ketika dilepaskan pentilnya tante dian yang hitam itupun memerah.

Setengah jam si supri menciumi bagian atas tubuh tante dian, sekarang tante dian sudah tidak memakai atasan, hanya hijab lebar khas hajjah yang masih dia pakai serta masih ada kalung emas kecil yang menambah seksi susu besarnya tante dian. Lalu si supri mengangkat tangan tente dian sehingga ketiaknya terekspose.

“Wow keteknya putih mulus guyss baru dicukur ini kayanya, gw jd pengen jilatin” kata slamet dan diapun menjilatinya sambil mengocok kontolnya dengan cepat. Yosep dan adi pun tidak lupa merekamnya dengan detail sementara supri tak bosan2nya menciumi bibir dan mengenyot pentil hitam tante dian.

Merasa sudah puas mereka memfoto tante dian dengan pose itu memamerkan ketiak dan susubesarnya dengan hanya berhijab dan ber bawahan lengkap. Lalu supri menarik keatas rok lebar tante dian dan perlahan2 kaki dan paha putih tante dian terlihat. Wow betis tante dian penuh bulu halus tapi pahanya putih mulus dan semakin membuatnya terlihat binal.

Lalu terlihatlah celana dalam tante dian, putih mulus dan disela2nya banyak jembut yang terlihat keluar, lebat sekali jembut tante dian ini. Geng bangsat itu pun tidak lupa memvideo dan memotret pose tante dian ini, lalu si supri menarik turun sempak putih tante dian, wow, rimbun sekali jembutnya!! Teriak mereka, tangan mereka pun tak sabar saling menggosok2 dan memainkan memek dan jembut tebal tante dian.

Karena supri sudah tidak tahan lagi dia membuka memek tante dian, wow masih pink guys warnanya, meski sudah agak terbuka lebar karena beranak satu tapi sepertinya masih legit. Supri pun memainkan klitoris tante dian dan lidahnya menjilat2 lubang memeknya, tidak lupa bagian lubang kencing tante dian pun dimainkannya.

“Permisi bu dian, supri mau ngontolin tante dian nih, makasih udah diajarin ngaji, sekarang supri mau ngelepas perjaka dan ngasi peju ke memek tante dian” katanya ke tante dian yang tentu saja masih tak sadarkan diri

“Woy jgn lupa berdoa!” Kata yosep

“Oiya, bismilahirohmanirohim!” Bless ambles lah kontol supri ke memek tante dian, si supri ekspresinya merem melek ke enakan, “gila memeknya legit banget guys, udah anak satu padahal” katanya sambil menggenjot tante dian yang pasrah, baru 5 genjotan ternyata tante dian muncrat pipis, mereka pun terbahak2

“bu dian si perek anjing ini gampang muncrat ternyata!! Hahahahahahaha” cukup banyak tante dian muncratnya, lalu supri menggenjot dengan semakin menggila sambil memainkan klitoris tante dian, wow baru beberapa genjotan tante dian muncrat lagi, anjing gw gak tahan lagi akhirnya gw coli sambil ngelihat calon mertua gw dikontolin paksa oleh anak2 berandalan yg jadi murid ngajinya.

Adi masih merekam semua kejadian itu tanpa ada yg terlewat, lalu setiap kali tante dian muncrat mereka menzoom ke lubang kencing tante dian. Gila adegan supri memperkosa tante dian direkam dari segala sudut. Hancur sudah wibawa dan image alim ibu hj dian riany yang beliau bangun bertahun tahun. Harga dirinya terinjak injak.

Lalu 15 menit kemudian supri berteriak “mampus lu hajjah perek, nih terima peju guwaa… Aaah aaaaaahhhjj aaaaahhhh anjing enak bgt memekmu sayang…” Supri mengeluarkan peju nya di dalam memek tante dian lalu dia mencium dan memainkan lidahnya di bibir tante dian yang tebal dan sexy. Tidak lupa dia tarik2 pentil tante dian dengan kasar sekali. Berikutnya adi yang maju untuk memperkosa tante dian yang masih pingsan dibius.

Adi ini kontolnya tidak terlalu besar, normal2 saja 13cm an tapi diantara yang lain dia paling liar menciumi dan melumat sekujur tubuh montok tante dian yang sexy. Digigit dan ditarik2nya pentil tante dian, bahkan sepertinya agak dikunyah itu pentilnya, diremas remas dengan sangay kasar juga pantat dan toketnya lalu pada akhirnya si adi ini mulai menggesek2kan kontolnya ke lubang memek tante dian, “udah lama bgt gw pengen ngerasain memek hajjah betina yg sombong ini, akhirnya kesampaian juga, nih trima kontol gw sayang” digenjotnya memek tante dian tanpa ampun selama setengah jam, kuat juga stamina si adi ini, lalu dimasukkannya kontolnya ke mulut tante dian dan digenjotnya dengan paksa dan brutal plak plak plak plak plak hidung tante dian yang mancung sampai memerah karena terkena perut adi yang menggenjotnya dengan kasar sekali.

Lalu dia kembali memasukkan kontolnya ke memek tante hajjah dian riany lagi dan akhirnya dia mengeluarkan pejunya di rahim suci tante dian sambil berkata “nih terima peju gw, sundal! Harusnya nama lo ditambahin sundal, jadi hajjah dian sundalriany, enak bgt memek lo, perek anjing”

© 2022 - CeritaSeru.xyz