November 01, 2020
Penulis — Amega

Pengalamanku di Tempat GYM

Sementara aku adalah ibu rumah tangga ngantar jemput anak sekolah, untuk mengisi kekosongan hariku, biasanya habis ngantar anak anak di sekolah yang sama, kebetulan Yayasan sekolah tersebut ada SD sampai SMA. Aku pergi olah raga disalah satu hotel dikotaku yang menyediakan tempat nge gym sekalian senam, banyak program senam ditawarkan seperti senam impact, body language, yoga, senam perut dll.

Olah raga bagiku penting, disamping biar badan sehat, berat badan terpelihara juga mendapatkan teman yang banyak tentunya.

Sudah 4 tahun kujalani rutinitas olah raga ini, dan aku merasakan badanku semakin sehat dan ringan, makanan pun terjaga serta istirahat juga seimbang, membuat usiaku yg udah 40 tahunan masih terlihat seperti 30 tahunan.

Kehidupan rumah tangga dan sexsualku dengan suami normal normal saja, tidak ada keluhan yg berarti, walau suami sibuk kerja, aku memahami akan tanggung jawabnya menopang keluarga kami, dan akupun senang senang saja menjalani kehidupan dengan suami tercinta.

Anak anak juga sudah mulai sibuk dengan pelajaran mereka yang berat disbanding dl saya sekolah, mata pelajarannya tidak sesusah sekarang, biasanya sehabis mereka pulang sekolah, anak anak punya jadwal les tambahan, dimana, aku yg akan mengantar jemput mereka setiap hari.

Suatu bulan di tahun 2018, hari itu hari senin ketika sehabis mengantar anak anak sekolah, aku meneruskan olah raga ke hotel B dikotaku, biasanya hari senin gini tidak banyak yg olah raga apalagi pagi pagi, jadi aku bias menggunakan treatmil sepuasku, bias sejam atau lebih.

Aku memarkirkan mobilku di halaman parker hotel dekat tempat gym, seperti sudah kuduga hari ini pasti sepi, aku disapa pegawai hotel yang sudah familiar dengan wajahku sebagai member tetap gym, akupun membuka pintu gym, hanya suara tv yg kedengaran, aku duduk duduk sebentar, buka hp, baca wa. Balas wa grup..

tak terasa sudah jam 7:30 pagi, pegawai gym menyapaku, sepi mbak hari ini, biasa senin katanya, iya biasa jawabku, mbak saya tinggal ya, mau bersihin kolam dulu katanya, ok ji jawabku dan diapun berlalu dari hadapanku, AJi biasanya menjaga gym dipagi hari sampai siang. Tapi lebih sering jalan kesana kemari dia.

Aku mulai naik treatmil jalan santai dengan kecepatan 4,5 dan 6. Taklama berselang ada dua orang mas mas datang, hmmm member baru batinku, karna belum pernah aku melihat keduanya, mereka langsung ke area gym, olahraga beban, sepertinya satu PT nya, mereka pun asik gym berdua.

Tak terasa satujam aku treatmil keringat udah mulai bercucuran, dan akupun berhenti, tarik napas sebelum mulai latihan beban, aku istirahat selama kurang dari 10 menit, biasa lihat lihat wa lagi.

Setelah badan serasa ringan, aku lanjut latihan beban, aku mulai mengambil dumbel ukuran 2 kg, dan saat itu disapa sama seseorang, “udah biasa ya mba olah raga disini?

Aku tersenyum saja sambil mengangguk.

Ketika aku mulai melakukan gerakanku si mas menegur lagi, mbak jangan gitu gerakannya, nanti lengannya malah ber otot, kalau menghilangkan lemak di otot begini mba gerakannya katanya seraya mencontohkan.

Oh iya mas saya memang jarang latihan angkat berat gini, biasanya senam, iseng aja sebenarnya jawabku.

Emang hari ini gak ada senam ya katanya, ‘lagi libur gurunya hari ini timpalku”

Kenalkan, namaku Agus katanya, Tare kataku memperkenalkan diriku, dan ini Pak Adi katanya, kamipun bersalaman.

Ternyata Pak Adi adalah murud mas Agus, mereka seumuran yah masih 30 an menjelang 40 an lah.

Agus ternyata pelatih senam, pantesan badannya bagus, tidak terlalu berotot tapi enak dilihat.

Pak Adi ini lagi nginap di hotel ini dan minta saya datang untuk melatihnya katanya.

Ooh kataku sambil meneruskan mengangkat beban.

Dan mas Adi meneruskan treatmil.

Bukan gitu cara membentuk perut mba kata mas agus, dia membenarkan posisiku, ketika mas agus membenarkan posisiku berdiri sambil mengangkat dumbel 4 kg, lenganku dibenarkan olehnya, tarik nafas… Katanya, perut ditahan katanya sambil membenarkan posisi perutku, tak sengaja tangannya menyentuk bagian bawah perutku… aku menahan nafas, dia pura pura tidak melihatku terkejut.

Terus pas botulin cara berdiri, dengan tidak sengaja lagi tangannya kena susuku, lama lama aku merasa engga enak, karna Agus begitu baik, banyak ngajarin sementara muridnya mas adi masih di treatmil.

Aku piker, aku selesai gym sajalah, dan akupun mengambil baju untuk mandi di tempat biasa nge gym.

Aku tutup pintu kamar mandi, pas lagi lepas baju semua, dan aku sudah dibilik mandi, serta menutup pembatas horden, aku mendengar pintu kamar mandi dibuka, cuma aku piker, ada cwe kali yang masuk, dengan posisi menghadap tembok, aku melanjutkan mandi diguyur shower.

Tiba tiba, aku merasakan ada orang yg memelukku dari belakang, aku kaget mau teriak, aku merasakan ada bibir yg mencium tengkuk leherku, aku membuka mataku yg masih tersiram air shower, ternyata Agus yang memelukku, sudah tidak pakai celana dia. Aku melirik kontolnya… wooow besar dan panjang.

Aku biarkan agus meremas remas susuku dari belakang, bibirnya menciumi dari leher ke punggung sampai pantatku, kemudian dibaliknya badanku berhadapan, agus mulai menciumi mataku, telingaku dan bibirku, dikulumnya bibirku dengan lembutnya, sambil tangannya meremas remas susuku. Sekarang lidahnya menjulur menghisap lidahku, aku mendesah keenakan, kini bibir agus mulai turun menciumi leherku mengecup dengan penuh gairah, tangannya gak bosan bosannya meremas remas susuku yang sudah mengeras, lalu mulutnya turun ke…

Susuku, aku sudah lupa akan segalanya, menikmati permainan mulut dan tangan agus disusuku, susuku diremas, ditarik tarik, dikulum kulum, disedot sedot, lalu lidahnya mempermainkan putting susuku yang satunya, susuku dipegang tangannya dan sekaligus diciumi, arghhh aku menggeliat keenakan, menikamti sensasi yang tidak dapat kujelaskan nikmatnya.

Susuku semakin membusung, dan agus semakin beremangat, dia memandangi susuku penuh takjub, putih, bersih dan kinclong bagaikan susu anak perawan kata agus. Tangan agus mulai menggerayangi memekku, dielus elusnya memekku, ditarik tarik lembut jembutku yang halus lebat, aku meliukkan badanku, menikmati usapan tangan kekar agus, kemudian dalam waktu sekejab, agus langsung jongkok dan mulai menjilati memekku, lidahnya menjulur masuk kedalam memekku, dihisap dan diciuminya, semakin lama makin buas, aku membuka lebar kakiku agar agus semakin punya ruang menciumi memekku, ujung jarinya masuk ke dalam memekku, aku menggelinjang keenakan, aku menikmati saja permaianan agus, aku menggoyang goyangkan lembut pantatku mengikuti jilatan agus dimemekku.

Setelah lama, kini agus berdiri dan menjulurkan kontolnya kepadaku, tanpa piker panjang lagsung kujilatin batang kontolnya yang panjang dan kekar, urat urat kasarnya jelas sekali nongol, membuat aku semakin semangat. Kontolnya lebih besar dari kontol suamiku dan lebih tebal, wauu wau wauu aku pandangi dan aku masukkan semua ke dalam mulutku, agus meringis keenakan.

Aku ciumi selangkangan agus, sampai telurnya, air bening mulai keluar dari ujung kontol agus, mmmmhh rasanya seperti permen nano nano, aku semakin bersemagat, kuremas pantat agus, dan dia mengelus lembut rambutku.

Kaki agus dibuka lebar, kesempatan nakalku kambuh, kuciumi lubang duburnya, agus berteriak keenakan, dan keliatannya dia sudah tidak kuat, aku disuruhnya nungging, dan kontolnya dibenamkan semuanya ke dalam memekku, arghhhhh serasa hangat dan mentok, aku menjerit keenakan, semakin keras agus menghentakkan kontolnya, tangannya meremasi susuku yang makin keras, kontolnya keluar masuk memekku.

Kemudian agus membalikkan bdannku, didorongnya aku ketembok, kakiku sebelah diangkatnya, dan dihujamkan kontolnya kedalam memekku, aku memeluk agus saking keenakannya, kuciumi bibirnya, agus mengentotiku penuh napsu sambil mengerang mengerang.

Tasku yg kuletakkan di atas kursi dipindahkan agus, dan dia duduk di kursi, lalu aku disuruhnya memasukkan kontolnya kedalam memekku, kami berhadapan, aku diposisi dipangku agus, dan ohhh kontolnya yang panjang itu menghujam lagi memekku, kini lebih terasa lagi, aku menjerit, kontolnya serasa menghujam menembus jauh kedalam memekku yg sempit, aku menggoyang goyangkan pantatku, menambah sensasi enaknya kontol agus, dan agus menciumi susuku penuh gelora.

Tanpa basa basi adi langsung membuka baju dan celananya, mengguyur badannya dengan air, lalu menciumi punggungku

Sementara adi masih menggoyang goyang kontolnya dimemekku.

Lalu agus berdiri, sementara adi menjulurkan kontolnya untuk kucium, tanpa basa basi langsung kulahap kontol adi yglebih besar dari kontol agus, agus juga menjulurkan kontolnya ke padaku, lalu kujilati kontol mereka bergantian, tidak muat dua duanya kedalam mulutku yang mungil, sementara kontol mereka ukuran maxi.

Agus keliahatannya sudah semakin tidak tahan, kontolnya dimasukkan kedalam memekku sementara aku masih menciumi kontol adi.

Melihat posisiku kecapean adi menyuruhku berdiri, saat berdiri, adi langsung memelukku dari belakang, kontolnya yg panjang menyelip diantara pantatku, sementara kontol agus masuk kedalam memekku, aku dipeluk dua cwo, dan agus semakin mempercepat goyangannya, kontol adi masih menempel nempel di pantatku, dan tiba tiba agus mengerang lalu mencopot kontolnya dari memekku.

Kini adi gentian memasukkan kontolnya ke memekku, auuuuw aku menjerit, dipeluknya dan diangkatnya kedua kakiku, kedua tanganku memegang leher adi, lalu dilempar lembarkan tubuhku masuk keluar kontol adi oh ohhh

Kini adi dalam posisi tidur dan aku menggoyang badanku diatas adi, agus yg udah segaran, mulai memasukan kontolnya kedalam lubang pantatku, aku menjerit keenakan. Keduanya menggoyangkku penuh napsu, agus keluar lagi didalam lubang pantatku..

Tak lama kemudian adi mencopot kontolnya dari memekku dan menyemprotkan spermanya ke wajahku.

Kita bertiga kecapean, setelah mereka keluar, kita mandi bertiga, aku bairkan dua cwo itu memandikan aku, sambil diguyur shower, agus kembali menciumi susuku, sementara adi menciumi memekku, aku bairkan saja mereka, aku nikmati dicium 2 orang cwo yg punya badan kekar dan kontol gede.

Mulut adi pintar menciumi memekku, kakiku dikangkangkan olehnya, susuku yg masih keras diremas remas agus, jari agus dimasukkan kedalam memekku, ohhhh, semetara agus terus memberikan rangsangan disuse dan bibirku aku terangsang tambah terangsang karna adi menciumi paha dan memekku, jari adi memainkan klitorisku, aku menjerit, aku keluar, tau aku keluar adi makin rakus menciumi memekku dan agus menciumi bibirku, ohhhhh akupun lemas dibuat mereka.

Aku memeluk keduanyadan mereka menciumku bergantian. Kita lanjut mandi, kita sama sama puas.

Begitu selesai mandi mereka keluar kamar mandi duluan. Begitu aku selesai dan keluar kamar mandi, sudah tidak ada orang lagi di tempat gym.

© 2022 - CeritaSeru.xyz