November 01, 2020
Penulis — otodifox

Pengalaman vulgar pertama bersama tante - no ML

Sebelum cerita ini dimulai, aku jelasin dulu bahwa ini beneran terjadi tanpa aku karang sedikitpun. Dan inilah pertama kali aku mengenal yang namanya SEX dengan wanita yang lebih tua. Meskipun cerita ini tidak ber-ending pada ML, Namun ini akan menuntun pada sejumlah kisah dengan MILF nantinya (real story juga).

Saat itu aku berusia 15 tahun, masih kelas 3 SMP masih bau kencur. Belum pernah merasakan berpacaran, onani, atau bahkan berhubungan badan. Namun aku sudah pernah melihat apa itu film porno meski hanya sekilas. Maklum tahun 90an gan, jamannya teknologi masih sangat-sangat terbatas. Kebetulan om aku udah bekeluarga dan memiliki seorang anak seumuranku juga (sepupu aku).

Saat itu hari Minggu siang, aku mampir ke rumah oom dengan niat ingin ketemu dan ngobrol sambil ngopi dan ngerokok (maklum baru belajar ngerokok waktu itu). Saat aku udah berada di depan pintu rumah mereka, dan aku pun masuk seperti biasa. Yang ku jumpai saat itu hanya sepupuku dan tanteku. Sekedar gambaran, tanteku ini badannya agak gemuk, namun toketnya lumayan.

Ternyata pada hari itu oom ku sedang ada kerjaan diluar dan biasanya pulang agak malam. Aku pun segera bikin kopi dan comotin sebatang rokok yg ditinggalin si oom sambil nonton di ruang tengah. Ga lama sepupu aku pun pamit pada tante dan aku. Dia diundang ke pesta ultah temennya. So udah jelas kan kalo aku bakal bedua aja ma tanteku sebentar lagi di rumah.

Setelah sepupuku udah pergi. Aku dan tante duduk di ruang tengah. Angin sepoi-sepoi diluar masuk lewat jendela dan meniup mata buat tidur, namun aku ga tergoda buat tidur disana. Aku masih fokus nonton tv dan tanteku duduk ga jauh dariku. Sama-sama lesehan di atas karpet. Saat itu dia mengenakan daster putih yang agak tipis itu.

Duduk bersimpuh serius menatap layar tv. Tanpa sengaja aku menangkap bayangan toketnya pada dasternya. “Duh, menggoda banget ini toket,” bisik dalam hatiku. Namun bisikan itu hanya sekedar melintas tanpa ada kelanjutan. Kami mengobrol seperti biasa dan mataku tetap sesekali mencuri pandang pada bagian dadanya.

Pas lagi asik nonton tv, “Tante ke kamar dulu ya, ngantuk banget nih. Mau tidur mumpung ga ada kerjaan. Kamu nonton aja disini,” kata tanteku. “Oke tant, siap,” jawabku. Tak lama, tante berdiri dan berbalik badan membelakangiku, berjalan ke arah kamarnya. “Owwhh my god,” cd di bagian pantatnya terlihat agak jelas berkat daster semi tipis yang ia pakai.

Setengah jam berjalan begitu aja, aku sambil baringan nonton tv yang acaranya ga jelas. Mendadak aku teringat pemandangan yang tersuguhkan tadi, dan untuk pertama kali setan pun datang ke otakku. Aku mulai berdiri dan berjalan dengan pelan ke arah kamar tante. Berjalan dengan pelan agar tidak kedengaran suara langkahku.

Entah apa yang terniat untuk aku lakukan pada saat itu Namun aku seperti dituntun berjalan ke arah kamar tante. Ketika aku berdiri di depan pintu kamar yang tertutup, aku mulai cemas. Takut ketahuan membuka pintu kamar tersebut. Rasa cemas dan penasaran bercampur aduk seketika. Dan puncaknya tanganku secara pelan mencoba mendorong pintu tersebut.

“Jrengggg…” ternyata pintu kamar itu tidak beneran tertutup sehingga aku dengan mudah membukanya. Dan ketika aku melihat kedalam kamar, aku ngeliat tante sedang tidur pake daster dengan nutupin pinggang kebawahnya pakai sarung. Dia berbaring telentang dengan tangan keduanya di atas kepala. Sehingga toketnya menjadi agak membusung.

Ada 10 menit aku hanya berdiri terdiam liatin tante tidur pulas banget. Dan ga lama, dia pun ngerubah posisi menjadi menyamping, membelakangiku. Dan pada saat dia ngerubah posisi tidur menyamping, sarungnya pun lepas dari pahanya. Sehingga aku bisa ngeliat dasternya udah naik sampai dibawah pantat dikit.

Ternyata dia ga make cd juga pas tidur. Belahan pantatnya terlihat jelas dengan bulu jembut yang nongol dikit-dikit dari belahan bawah pantatnya. Mendadak kontolku mulai menegang dan kepalaku mulai ngerasa tambah panas. Mendadak aku dapat ide. Aku bawa bantal yang berada di depan tv diluar. Trus aku balik lagi ke kamarnya.

Trus aku mulai jongkok di pinggir ranjang mandangin pantat tante yang hanya berjarak sekitar 15 cm dari mata ku. Nafsu semakin naik, dan tanganku mulai spontan untuk menyentuh pantat itu dengan lembut. Dan tante tetap tidur pulas sehingga aku tambah berani pengen berbuat lebih. Namun saat aku ingin naikin dasternya lagi, mendadak si tante ubah posisi tidur lagi.

Dia kembali telentang dengan kaki terbuka sehingga jelaslah keliatan belahan memek dengan jembut yang agak lebat. Ujung bawah daster pun udah berada di pinggang. Entah setan mana yang ngasi keberanian, tanganku mulai menjamah pelan jembutnya. Ughhh bau harum tercium, seperti bau handbody tapi asli merangsang banget.

Saat itu aku udah seperti ilang rasa takut. Jariku perlahan mulai membelai bibir memek tanteku dengan sangat lembut dan diliputi rasa cemas tapi sange. Ku buka pelan belahan memeknya dengan jariku. Kupandangi selama sekian detik dengan kepala yang terasa semakin panas, ku dekatkan kepalaku kesana dan kucium lembut bibir memeknya.

Tante pun tetap tertidur pulas dan ga ada ngerasa sesuatu. Bau handbody itu semakin keras tercium dan semakin merangsang. Lidahku secara spontan mulai menjilat lembut bibir memeknya, dan mendadak badan tanteku bergerak halus. Seperti merespon lidahku namun dia tetap tertidur dan ga nyadar aku sedang menikmati memeknya.

Mendadak seperti ada gerakan badan tanteku. Aku langsung tiarap di lantai dengan cemas. Takut ketahuan. Ternyata dia hanya ubah posisi tidur menyamping lagi seperti tadi tanpa sadar apa yang udah terjadi. Dan sekarang pantatnya lah yang akan menjadi sasaranku. Aku kembali jongkok liatin pantatnya. Pelan-pelan aku bukain belahan pantatnya, kuciumi belahannya yang gede itu.

Ughhh bikin nafsu bgt. Trus ga lama lidahku mulai menjalar menelusuri belahan pantatnya mulai dari dekat pinggang hingga menuju ke arah memek. Namun lidahku terhenti pada lubang pantatnya. Meskipun aroma pantat sedikit kecium namun ketutup juga oleh aroma handbody tadi. Dan lidahku mulai jilatin lubang pantatnya.

Ga peduli bakal dapat isinya, namun yang jelas lidahku semakin agak dalam nembus lobang pantatnya. Agak lama juga aku menikmatinya dan akhirnya aku ngerasa ga tahan lagi pada kontolku. Seperti pengen pipis. Aku langsung berlari ke kamar mandi, dan spontan aku kocokin kontolku yang udah tegang bgt pake sabun.

Dan saat sore tante kebangun, aku lagi berada di depan tv. Dia keluar dengan daster yang tadi, hanya saja udah memakai cd n bra di dalamnya. Dia terlihat biasa aja memandangku. Sampai hari ini kejadian itu masih menjadi misteri. Apakah tante mengetahui aksi bejatku itu atau ga. Namun itu adalah awal sejumlah petualanganku dengan wanita yang lebih tua.

© 2022 - CeritaSeru.xyz