November 01, 2020
Penulis — Pan Si

My Love Mother

Namu ku adi seorang anak yang masih duduk dibangku kuliah yang masih semester 3, berkat hasil kerja keras mama lah maka nya aku bisa sampe kuliah seperti ini, tiap hari pulang malam mengurusi butik dan restoran, yah meskipun ekonomi tercukupi, tapi kadang suka kasian dengan mama, yang tiap hari lelah hanya untuk anak semata wayangnya agar kelak nanti sukses bisa menjadi anak yang berhasil, andaikan papa masih ada pasti mama tidak akan seperti ini, pasti akan sama seperti ibu rumah tangga yang lainnya, yang hanya mengurusi rumah dan keluarga, maka dari itu aku berjanji akan membalas semua jerih payah mama dengan menjadi anak baik dan sukses.

Aryani Surya Ningsi atau dipanggil nya yani, meskipun di umur mama yang baru 43 tahun, tapi mama tetap menjaga tubuhnya, maka nya nggak heran kalo lagi di mall sama mama banyak laki laki hidung belang yang curi curi pandang pada tubuh mama dengan panyudara yang berukuran 38C (menurutku) dan pantat yang besar, yang bisa bikin para kaum adam berfantasi liar, kadang aku merasa kesal dengan mereka menatap mama ku dengan pandangan mesum, tapi mama menanggapinya dengan santai dan biasa.

Waktu itu aku pulang dari kampus dengan seperti biasa pukul 13:30, sesampai dirumah mama sedang tidur disofa dengan tv yang mennyala, pasti mama bener - benar cape, maka dari itu aku bergegas kekamar untuk rapi - rapi dan turun ke dapur untuk membuatkan teh untuk mama, dan setelah sudah buat teh ku bawa keruang depan dan mama pun ternyata sudah bangun dan menyambut ku yang baru dari dapur.

“Hai sayang, baru pulang ya? Kok nggak bangunin mama si” tanya mama yang masih mencoba memulihkan dari rasa ngantuknya

“Hehehe… iya mah baru pulang nih, tadi si mau bangunin mama cuma karna mama masih tidur dan kelihatan cape jadi adi nggak mau ganggu mama, oh iya ini adi buatkan teh untuk mama, biar seger” jawabku sambil menyodorkan teh untuk mama dan menaruhnya diatas meja

“Wahh.. makasih sayang, tau aja mama mau yang manis - manis” ujar mama yang langsung mengambil teh yang diatas meda dan membungkukan badannya

Dan tanpa disengaja terlihatlah buahdada mama yang besar dan putih itu, buru - buru ku alihkan pandangan ku ke yang lain tapi tetap meninggalkan rona merah di wajahku.

“Gi… gimana mah teh nya enak dan manisnya pas kan? Tanyaku pada mama dengan suara yang gugup dan masih minggalkan rona merah diwajah

“Sangat enak sayang manis nya pas sekali mama suka, tapi wajah kamu kenapa merah gitu sayang, kamu sakitkah?” Tanya mama yang khawatir ketika melihatku

“T… ti… tidak kok mah adi sehat - sehat aja… mu… mungkin karna ruangannya panas kali” jawabku yang masih sangat gugup

“Masa si sayang? Kayanya nggak deh, coba sini kamu duduk dekat mama, mama mau periksa” ujar mama dengan menggeser sedikit duduknya

Langsung saja aku duduk dekat mama dan tangan mama langsung menempelkan pada keningku

“Hmmmm… badan kamu nggak panas kok sayang mungkin memang ruangannya aja kale ya yang panas” ujar mama yang masih menempelkan tangannya di keningku

Dan dari situ makin dekatlah aku dengan buah dada mama yang besar itu, hingga membuatku tidak bisa memalingkan pandangan ku terhadap buah dada mama

“Yasudah kalo emang kamu gapapa sayang, oh iya gimana kuliah kamu sayang, mama udah lama nih nggak denger tentang kuliah mu” tanya mama yang sudah melepaskan tangannya dari keningku dan masih duduk bersebelahan

“Ba… ba… baik - baik aja ko mah, semua aktifitas kuliah ku semuanya lancar dan masih bisa dikerjakan dengan baik” jawabku yang masih terdengar gugup karna pemandangan buah dada mama

“Ya bagus deh sayang kalo baik - baik saja, yang penting kamu belajar dengan baik ya dan ingat jangan pacaran dulu, harus lulus dulu dan menjadi anak yang sukses!” ujar mama dengan tegas

Memang sampai sekarang ini aku belum di izinkan pacaran sama mama dengan alasana katanya akan menganggu kuliah ku dan bisa berdampak buru juga bagi ku

Meskipun di usai ku yang seharusnya sedang menikmati indahnya dunia percintaan

tapi aku tetap ingin menjalankan perintah mama, karna aku tidak ingin membuat mama kecewa.

“Iya mah, mama tenang aja yah adi akan turuti ke inginan mama apapun yang mama mau, karna adi nggak ingin mama sedih dan kecewa terhadap adi” jawabku dengan senyum manis dan sudah tidak gugup

“Nah itu baru anak mama, mmmuuaacchhh, yang baik dan pinter” ujar mama dengan mencium keningku sebagai tanda sayang orang tua

“Oh iya kamu lapar nggak sayang? Ini kan udah waktu jam makan siang kita makan sama - sama yuk” tanya mama sambil menawariku makan bareng

Laper si mah, tadi juga belum sempet makan si dikantin, langsung pulang kerumah” jawabku

“Oh yasudah kamu tunggu yah mama masak dulu ya soalnya tadi ke enakan tidur si, jadi lupa masak deh” ujar mama yang langsung berdiri dan bergegas kedapur

“Yaudah mah, mama masak aja dulu ya, adi mau naik kekamar dulu dan sekalian mandi, soalnya panas dan lengket nih” jawabku yang juga berdiri dan langsung bergegas ke lantai atas kamarku

“Oke sayang nanti klo udah siap mama naik keatas yah” ujar mama yang ku lihat sedang menyiapkan bahan bahan makanan

Dan sekarang aku sudah berada di kamar ku dengan kamar yang cukup luar dan nyaman, didalamnya terdapat buku - buku kuliah ku yang tersusun rapi dan biasa ku baca ketika malam hari

Dan ada juga koleksi manga dan beberapa koleksi buku - buku novel yang suka ku beli, semua tersusun dengan baik dan rapi dan terdapat juga komputer yang biasa ku pakai

Dan dengan cepat aku langsung membuka baju dan celana serta celana dalam, dan langsung bergegas mandi, dan menyegarkan badan ini.

Dan selang beberapa menit mandi ku sudah selsai, dan langsung memakai baju, seperti nya mama belum selsai masak, maka ku lanjutkan saja dengan menghidupkan komputer ku untuk menghilangkan bosan dan sambil browsing untuk tugas kuliahku

Dan selang beberapa jam kudengar langkah kaki yang menaiki lantai atas serta ketukan pintu kamar

Tok… tok… tok

“Sayang makanan nya sudah jadi tuh, yuk turun kita makan sama - sama” ajak mama kepada ku

“Iya mah, mama duluan turun kebawa aja, aku susul kok pasti” jawabku

“Oke jangan lama - lama ya nak, mama udah lapar dan ntar keburu dingin makanan nya” ujar mama yang langsung turun kebawah

Ku dengar langkah kaki turun kebawah, dan aku bergegas cepat mematikan komputer dan langsung turun kebawah

“Wah wanginya harum sekali, masakan mama bener - benar nggak ada dua nya nih, bikin makin lapar saja” ujarku yang sambil memuji masakan mama

“Hihihih.. anak mama sekarang udah pandai memuji yah, yaudah ayo makan yuk bareng mama” jawab mama yang langsung duduk dan mengambil piring

Dan setelah kita makan bareng mama langsung membawa cucian piring kotor dan langsung di cuci dengan membelakangi ku, sedangkan aku masih duduk di meja makan dengan perut kekenyangan

Selang beberapa menit mama masih mencuci piring dengan membelakangi ku, dan disitu perhatian ku tertuju pada panta mana yang besar dan sangat bulet dan juga lekuk lekuk pada tubuh mama, entah kenapa aku bisa punya pikiran seperti ini.

Aku mencoba untuk menepisnya sebisa mungkin dan mencoba mengalihkan pandangan ku, tapi tetep aja tidak bisa sehingga membuat junior ku bangun

Dan membuat perasaan ku menjadi aneh ingin sekali rasanya meremas pantat mama dari belakang tapi ku coba tetep untuk menghilangkan rasa itu

Hingga akhirnya aku bangun dari duduk ku dan berjalan menuju mama yang sedang cuci piring

Dan ketika aku sudah dibelakang mama, aku langsung memeluknya dari belakang dan manuruh kepala ku di pundak nya dan berkata

“mama aku sayang dan cinta mama ehehe” ujarku sambil memeluk mama dari belakang dengan junior masih bangun

“Hihihi iya sayang mama juga sayang dan cinta anak mama yang manja ini” jawab mama yang dengan tawa kecilnya

Aku yakin sekali pasti mama merasakab junior ku karna ketika aku memuluknya dari belakang junior ku masih dalam keadaan tegang

Dan aku pun masih memeluknya dan tanpa sadar aku malah menggesekan junior ku yang sedang tegang ke pantat mama dan tanpa di duga aku menghembuskan napas ku tepat si leher mama, dan seketika itu mama langsung menghentikan cuci piringnya, karna merasakan gelagat ku yang mulai aneh

“Sayang kenapa kamu lakukan itu pada mama, aku ini mama mu loh! Ujar mama dengan tegas karna sudah mengetahui gelagat aneh ku

Aku yang langsung sadar seketika itu langsung melepaskan pulakan ku pada mama dan dengan gemetar dan ketakutan aku pun menjawab ucapan mama

“Ma… ma… maaf ma maafin adi, adi salah maaf ma” jawab ku dengan sangat ketakutan dan gugup

Dan mama tidak menjawab ucapan ku hanya tetep diam dengan napas seperti naik turun, aku benar - benar takut dengan kelakuan ku tadi

“Yasudah nak kamu naik keatas gih mungkin kamu cape dan butuh istirahat, jangan ganggu mama ya mama mau bersih bersih” jawab mama dengan nada yang sangat datar

Dan dengan cepat aku langsung bergegas naik ke atas untuk masuk ke dalam kamar ku

Di dalam kamar aku terus terusan ke pikiran kelakuan bodoh ku terhadap mama dan sangat menyesal kenpa aku bisa melakukan itu terhadap mama ku, aku sungguh takut jika harus bertatap muka dengan mama ku jika nanti turun ke bawah

Akhirnya karna terlalu lama memikirkan kesalahan tadi yang ku buat, membuat ku lelah hingga tanpa sadar aku pun tertidur hingga pulas

Hingga pada pukul 18:28 aku pun tersadar dari tidur ku, dengan kepala sedikit pusing karna terlalu lama tidur hingga akhirnya aku pun merasakan kering pada tenggorokan ku

Kucoba untuk memulihkan kesadaran ku dari tidur ku tadi dengan duduk berdiam diri dalam kamar yang sepi

Karna sudah terlalu haus maka ku paksakan untuk turun kebawah dengan ketakutan atas kelakuan ko tadi siang terhadap mama, maka ku coba untuk beranikan diri turun kebawah

Dan ketika sudah dibawah aku langsung ke dapur untuk minum, dan langsung menuju ruang tamu, bahkan ruang tamu pun sepi, sepertinya mama sedang ada di kamarnya

Ketika di ruang tamu aku terus memikirkan kesalahan yang ku buat terhadap mama, aku sangat menyesal dan dengan pikiran yang sudah jernih ku tekatkan untuk meminta maaf terhadap mama

Walaupun pasti dia sedang kecewa karna kelakuan anak semata wayangnya, aku akan tetep meminta maaf

Dari sofa aku langsung bergegas bangun dan menuju ke kamar mama dan ketika sudah hampir di depan kamar mama ku lihat pintunya terbuka sedikit

Dan ku percepat langkah ku kesana karna pinta kamar mama kebuka hanya sedikit walaupun tidak lebar

Dan ketika sudah di depan pintu kamar mama aku mendengar suara erengan dan desahan wanita, aku pun di buat biingung suara siapa itu kok ada di dalam kamar mama

Dengan sangat penasaran aku pun mencoba untuk mengintip kamar mama dengan penuh rasa penasaran ku coba memasukan kepala ku

Dan ketika itu aku melihat sebuah pemandangan yang membuat ke dua bola mata ku melotot dan juga sangat terkejut dengan pemandangan itu

Aku melihat seorang wanita yang sedang telanjang bulat dan duduk di sofa yang lebar dengan memegang sebuah alat yang sangat mirip dengan alat kelamin pria

Dan yang membuat ku sangat terkejut adalah bahwa wanita itu ternyata mama ku sendiri ‘Aryani Surya Ningsi’ aku dapat melihat dengan jelas karna saat ini aku lihat mama menghadap ke arah pintu kamar

Dengan mata yang sedang terpejam dan tangan yang memegang sebuah alat yang bentuk yang seperti kelamin pria yang sedang ia keluar masukan kedalan lubang kelamin mama

Dan aku pun juga melihat jelas tubuh mama yang sangat begitu indah dan terawat dengan kulit yang putih dan dua panyu dara yang sangat besar dan masih kencang di umur mama yang sudah tidal lagi muda

Tapi panyu dara nya masih terlihat sangat bagus dan menggoda kamu pria dan tanpa ku sadari juga tiba tiba junior ku pun kembali menegang ketika melihat pemandangan indah itu

Dan tanpa mama sadari ketika malakukan aktifitas tersebut bahwa ada anak nya yang sedang menonton aktifitas nya tersebut, ditambah suara desahan dan erengan vulgar yang keluar dari mulut mama

“Ahhhhh… ayo nakkkkk masukinnnnnn… punya mu yang besarrrrr… itu… ahhhh sayanggggg enak sekali… kontol mu nakkkk… ayoookk nakkk… setubuhi mama mu ini… ahhhhh” desahan dan kata kata vulgar pun semakin keras yang keluar dari mulut mama

“Memekk mama mu gatalllll nakkk… ahhhhhh… ayo sayyy… ngghhhh… masukan… kontolmu yang besar… itu… mama ingin perjaka mu nak… ahhhhhh gatel sekali memek mama mu… ahhhh” tangan mama pun makin cepat menggerakan alat yang ada di dalam kelaminnnya

“Ahhhhh… mama mau keluuuu… arrrrrr… ahhhhh… i love you sayyyyyyy… anghhhhhh… anak mama… yang gantenghhhhh… lebihhhhhh… kerrrrrraaaa… ssss… ssssshhhhhhh” suara mama makin keras seperti tidak memperdulikan terdengar orang lain

“Ahhhhhhh… shhhhh… sayangggggg… mama keluuuuuuaar… ahhhhhhh… iiiiii loveeee… youuuuuu adiiiii… ahhhhh ssssssrrrrrr… ssssssrrrrrr… sssssrrr” dan seketika itu juga ku lihat tubuh mama mulai bergetar naik turus secara tidak beratur dan di barengi dengan suara erengan

Sungguh aku hanya bisa memandangi mama yang tiba tiba sudah mulai tenang dan masih tetap menutup matanya

Aku benar benar kaget dengan kelakuan mama yang baru ku lihat, dan yang membuat ku kaget adalah kenapa mama meneriaki nama ku

Apakah mama sedang berfantasi dengan ku, aku benar benar sangat terkejut dengan semua ini

Dan dengan masih sangat terkejut, aku tidak memperhatikan mama, yang sudah mulai sadar dan membuka mata nya

Dan setelah rasa terkejut ku hilang baru lah aku melihat ke arah mama lagi dan ketika itu pandangan kita saling bertemu, aku yang melihat nya pun langsung kaget begitu pun juga dengan mama

Dengan cepat tampa menutup pintu mama aku langaung kabur dan naik ke lantai atas untuk masuk ke dalam kamar ku

Segini dolo ya hu nanti di lanjut, maaf klo nulisnya kurang rapi atau bagus soal nya lewat hp

© 2022 - CeritaSeru.xyz