November 02, 2020
Penulis — bluewater80

Lanjutan Para Sepupu Istriku yang mengairahkan

dan akhirnya kita bertiga menyusul kerumah pakde yg meninggal. dan waktu kami bertiga menyusul ke sana, aku bertemu dengan dinda, dia sepupu istriku yg lain, yang juga tak kalah cantiknya, wajahnya seperti olla rahman, aku bisik2 ke nisa “bantu aku dong biar bisa ngentot sama dinda”, dan nisapun menjawab “tenang mas, pokoknya kami selama aku di sini harus ngentotin memekku terus, aku bantu deh”

di rumah pakde istriku di sebuah desa kecil di lereng pegunungan dgn hamparan sawah yg luas dengan padi sedang menguning, kami mengikuti dengan hikmat acara pemakaman beliau, dan waktu tiba mala itu, habis isyak kami mengikuti acara tahlilan hingga jam 09.00.

setelah acara tahlilan kami semua berkumpul di ruang tamu yang dengan berkangen-kangenan dengan saudara istriku. tiba jam 10 malam, istriku pamit untuk tidur untuk kelonin anakku.

dan kelihatannya kamar di rumah pakde tidak cukup untuk tamu, lalu mertuaku menawarkan para sepupuku tidur di rumahku, dan akupun antusias untuk mengajaknya, terutama kubisiki nisa untukmengajak dinda untuk mau tidur di rumah mertuaku yang kebetulan kosong. lalu kuajak inna juga pulang dengan alasan menemani dinda dan nisa.

lalu kami berempat pamit pulang ke rumah istriku. dimana sebelumnya saya pamit sama istri untuk mengantar 3 gadis sepupu dan adik iparku untuk pulang, dan istriku cuma mengangguk dengan rasa kantuknya. dan istriku cuma bilang “ya udah sana, hush hush ganggu orang ngantuk aja”

lalu aku keluar dari kamar, dan dengan gembira aku menyusul nisa, dinda dan inna yang sudah menunggu didekat mobil kesayanganku.

akupun masuk mobil dan demikian pula nisa duduk didepan, sedangkan inna dan dinda duduk di belakang supir.

selama perjalanan nisa sering bercanda yang nyrempet2 tentang seks, bahkan tanya ke dinda “say, kamu katanya kamu mau nikah ya?”

namun dinda hanya diam saya dan menangis, lalu aku nyambung omongan nisa “lho kenapa kok nangis dek dinda?, cerita aja mungkin kita bisa kasih solusi, kita bertiga bisa dipercaya kok dan bisa jaga rahasiamu”. diapun ngomong dengan kesegukan “annu mass dan mbak nisa, dan inna, tlg jaga rahasia ini ya?

keluarga besar kita belum tahu dan aku ngak mau cerita juga, jadi mas sandi (pacarku) ninggalin aku, karena aku juga ngak mau karena dia itu selingkuh dengan teman akrapku, waktu aku main ke temanku dia ketahuan lagi gituan sama temanku, padahal dia sudah lamar aku dan 2 bln lagi mau nikah mas, dan aku juga sudah serahkan semuanya ke pacarku dan udah sering gituan juga lho mas, coba bayangkan hancurnya hatiku, dia ketahuan dgn mata telanjangku sedang gituan sama temanku”

lalu nisa tanya dengan berlagak sok kurang paham “eh say, maksudnya kamu nyerahin semua itu dan sering gituan itu gimana?”

dan dinda pun ngomong “walah mbak nisa ini lagak ngak tau aja, kan kamu yag sering ngajarin aku he he he”

nisapun jawab “ngomongnya yang jelas dong, sudah ngak perawan dan sering ngentot gitu lho say, kita ini udah dewasa kok nyantai aja, ya kan inna dan mas rudi?” aku dan inna cuma jawab “hmmmm”

lalu nisa semakin mengorek terkait seks dinda, supaya diarahkan bisa ngentot sama aku “jadi kamu udah seberapa sering ngentot sama pacarmu?” dindapun menjawab “ya sering sih, hampir setiap hari” nisapun menjawab “woww, enak banget kamu say, aku aja paling seminggu 3 kali, lha trus waktu putus kamu ngak ketagihan pengen ngentot say” dindapun menjawab dengan malu2 “ya sebenernya pengen sih, tapi sama sapa?

nisa pun menjawab “tapi kamu bener2 pengen ngak sih untuk bisa ngentot lagi he he he mungkin mas rudi ini bisa bantu, kan sesama saudara harus saling membantu, ya kan mas?”

aku pun hanya menjawab “nis, kamu jangan ngawur deh, ya kan din?”

dinda cuma senyum aja, dan nisa semakin agresif “bener lho din, mas rudi ini mungkin bisa bantu”

lalu sampailah kita di rumah mertuaku, dan mobil langsung masuk ke garasi, dan ketiga cewek langsung masuk rumah’

dan begitu aku mengunci rumah, si nisapun langsung memelukku dari belakang, sambil mengesek2 toketnya yang montok dan padat ke punggungku

dan nisapun membalikkan badanku dan jongkok didepan kontolku yang masih sembunyi dicelanaku. lalu dengan mengelus2 dari luar, nisapun membuka celanaku dan tak sabar langsung menurunkan celana dalamku sehingga kontolku yang sedang berdiri tegak dijilati nisa tanpa ampun dengan penuh gairah “slup slup slup”

tak lama nisapun memanggil dinda “dinda, kamu dimana, sini dong” dari kejauhan dinda menjawab “didepan tv mbak”

lalu nisa menarikku dengan bagian bawah telanjang dan mengajakku ke depan ruang keluarga dan alangkah terkejutnya dinda melihat aku sedang telanjang bagian bawah dengan kontolku yang panjang dan besar berdiri tegak, dan nisapun dengan ganasnya menyepong kontolku

nisapun memamerkan kontolku ke dinda “kontolnya pacarmu gedean mana dengan kontolnya mas rudi?” pasti gede ini kan?

dindapun hanya memandang dan diam tanpa kata. dan nisapun bilang ke dinda “ayo din, katanya pengen ngentot lagi, mas rudi bisa kok memuaskanmu, spesial malam ini kontol mas rudi hanya untukmu”

nisapun menambah “ayo mas rudi, rayu dinda”

ok sambung nnt lagi, udah ngantuk nih

© 2022 - CeritaSeru.xyz