November 02, 2020
Penulis — Yvcgc014

Ketika Saudara Jauh Berkunjung

Postur tubuh ane layaknya atlit basket dengan tinggi 175cm, berat badan 65kg, idung mancung. Kali ini ane akan bercerita tentang saudara jauh ane yang punya sejarah sama ane. Namanya Meidity, dia seumuran sama ane, tingginya pun hampir sama sekitar 172cm an lah, badan nya langsing, mulus, rambut panjang berwarna pirang, idungnya juga mancuk, dan yang paling indah payudaranya yang besar kira-kira 36B (sorry kalo salah ane kurang tau mengenai ukuran payudara gan), dia selalu berpakaian minim sekali, dan dia seorang foto model.

Sejarah ini berawal saat liburan kenaikan kelas datang. Saat itu ane kelas 10 lalu naik ke kelas 11. Hari pertama liburan biasa saja, tak ada aktivitas berarti dan menarik bagi ane, cuma hal biasa yang sering dilakukan setiap harinya. Ane hanya diam dirumah browsing-browsing dan tentunya buka forum tercinta kita ini.

Dihari kedua liburan, pagi itu ane di beri kabar oleh orang tua ane, kalo saudara kita besok akan datang buat liburan disini. Ane sangat senang denger kabar itu, terlebih karna udah ga sabar pengen ketemu sama si sexy yang selalu bikin penis ane berdiri tegak itu. Dia selalu terlihat sexy di setiap kali ane melihat gan, tahun kemarin saja penis ane dibikin tegang sama dia karena pas ane liat ke kamarnya dia sedang memakai baju, terlihat putingnya yang begitu mancung, dan pantatnya yaa agak kurang sih tapi lumayan bikin penis ngaceng gan.

Hari yang ane tunggu telah tiba, mereka (saudara jauh ane) datang sekitar pukul 9 malam. Ane langsung nunggu si Meidity keluar dari mobil, tapi dia belum nampak juga, pikirku dia tak ikut “ah sial masa dia ga ikut”. Tapi saat itu juga terlihat sepasang kaki putih dan mulus turun dari pintu mobil, “ini dia model onani gue”.

Mata ini tak kuasa saat melihatnya yang terlihat masih ngantuk dan memakai hotpant yang sangan minim dan memakai baju yang longgar sehingga memperlihatkan belah dadanya itu. “astaga belum apa-apa udah bikin sange nih ah,” kemudian ane di suruh bantuin bawa barang-barang nya ke dalam, ya ane langsung nyamber barangnya si MD lah (MD adalah panggilan ane ke si Meidity), “hay MD, saya bawain ya barang-barang lu,” “eh iya mi tolong ya bawain, gue masih ngantuk nih”, terlihat di sangat kelelahan karena perjanannya yang sangat jauh itu.

Langsung saja ane antar dia ke kamar, sesekali ane curi-curi pandang pada belahan dadanya yang timbul itu, ketika dia membuka sepatunya dia membungkuk, ketika itu ane disuguhkan pemandangan yang begitu indah tiasa tara, payudaranya yang mulus terbungkul oleh BH bermotif bendera Amerika itu bergelantungan seperti ingin ane jamah.

Mata ane terpaku pada pemandangan itu, “heh liat apaan lu? ,” omong dia memecah suasana indah itu, “eh engga ko, itu sepatu kamu bagus ya” ane coba ngeles, “alah modus lu ah, udah cepet sana simpen barang-barang gue di kamar, gue mau cuci muka dulu”. Ane nurut aja, langsung ane simpen di kamar yang biasa dia tiduri selama disini.

Tak lama ane liat di sudah kembali dari kamar mandi, dan langsing saja membanting badannya ke atas ranjang dan langsung tidur. “e buset dah main langsung tidur aja dia”. Niatnya ane mau ngobrol tapi melihatnya yang begitu kelelahan jadi ane urungkan niat itu, dan ane ikut ngumpul bareng sama keluarga.

Keesokan harinya, seperti biasa ane bangun pagi-pagi. Hal yang pertama ane lakuin saat itu adalah menengok ke kamar si MD, untuk melihat keadaannya, ternyata dia masih tertidur pulas. Terlihat baju nya sedikit terbuka sampai pusarnya. “ah sial kenapa ga terbuka sampai atas aja” gumam ane. Ane coba masuk kedalam kamarnya, saat ane coba mendekati dirinya, ane terkejut melihatnya mulai terbangun, dari situ ane sedikit panik, “eh MD udah bangun nih?

baru aja saya mau bangunin lu”, “ah elu ngagetin aja mi, ada apa lu kesini? ,” “saya cuma mau bangunin lu aja, tapu lu nya udah keburu bangun”, kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya menuju wastafel untuk cuci muka, “yang lain udah pada bangun belum?” tanyanya masih lugu, “udah tuh, lagi pada kumpul di ruang makan, ayo kesana yu sarapan dulu”.

Sungguh sangat cantik meski dia baru bangun juga, ah andai ane bisa bersetubuh dengannya, udah ane kenyot abis tuh payudara, dan udah ane kobel-kobel tuh vaginaganya. Ane udah sering banget bayangin tubuh dia dalam keadaan bugil, matanya yang besar dan bulat sama seperti payudayanya, putih, mulus tanpa ada bekas luka apapu, vaginanya yang bersih tanpa bulu dan harum, itu yang terlintas dalam pikiranku setiap ane melihat foto-fotonya yang sexy itu.

Sore hari ane merasa ingin JJS (Jalan-Jalan Sore) tapi pengen sama si MD itu. Ane coba ngajak dia untuk main, “MD main yu, mumpung lagi cerah nih,” “main kemana? bentar gue lagi ngedit foto dulu nih”, terlihat foto-foto yang lagi di editnya itu begitu vulgar, “kenapa bengong? baru liat foto kaya gini?

”, “ii.. yy.. aa” jawab ane terbata-bata, padahal ane udah punya ratusan foto dirinya yang vulgar itu hehe, “baru segini aja udah bengong liatnya, gimana kalo keliat semuanya, pingsan kali lu ya mi” sindirnya, “engga lah masa sampe pingsan sih, coba aja kalo ga percaya, ga bakal pingsan ko,” “ah mau lu itu ma, udah sana keluar dulu gue mau ganti baju”, lantas ane pun keluar dan nunggu dia di depan sambil memanaskan si hitam berban 4 kesayangan ane.

“ayo udah siap nih, mau kemana kita? ”, gila stelannya dia memakai baju abu-abu dengan leher yang lebar, dan memakai celana pendek hitam, terlihat sepasang paha yang besar dan mulus itu, “udah ayo ikut aja yu. Cepet masuk”. Di dalam mobil ane nanya-nanya soal kariernya sebagai foto model itu, ane bermaksud untuk ngajak dia berfoto di spot yang ane suka.

Sesampainya di TKP, ane mencari spot yang strategis untuk mengambil gambar model ane ini. Foto demi foto pun berlalu, “eh MD coba gaya yang hot dan sensasional dong,” dia pun langsung memposisikan dirinya seeksotis nya, “ah kurang pas nih, coba itu baju lu naikan dikit terus iket deh di sampingnya,” “mau bayar berapa lu?

“candanya, “gue bayar ko, tenang aja liat nanti,” “bener lu mau bayar? bayar pake apa? ”, “iya beneran gue bayar, liat aja nanti, udah ayo coba, seeksotis mungkin ya,” gayanya pun sangat eksotis, dengan baju yang diangkat tepat dibawah payudaranya itu, dan sesekali terlihat BH hitam nya itu, “coba gaya lain,” tanpa di komando lagi dia langsung berganti gaya.

“coba itu kancing celananya di buka, terus pake gaya terbaik lu”, “iya iya iya” jawabnya. Wah gila gayanya sunggu bikin penis ane ngaceng berat, di tambah bodinya yang sungguh sexy itu, jadi bikin penis ane nyutnyutan aja. Selesai sudah sesi pemotretan kita, ane langsung mengajak dia makan di tempat langganan ane.

Mobil sudah terparkir beres di dalam garasi, MD langsung menuju kamarnya. Ane ke dapur dulu untuk membawa minum, lalu menuju kamar MD. “MD nih foto lu yang tadi, mau langsung di edit ga? ,” “ohiya mana sini langsung edit aja, lumayan nambah koleksi gue”. Ketika dia memasukkan file foto yang tadi ke dalam foldrnya, begitu banyak folder foto pribadinya, dia memasukkan kedalam folder yang bernama “Privacy,” apa yang terlihat ketia dia membuka folder itu, sungguh sangat menakjubkan begitu banyak foto-fotonya yang hampir telanjang dada dan bugil, ada satu foto yang bikin ane bengong yaitu fotonya dengan posisi duduk dengan kaki yang terbuka lebar dan terlihat dia hanya memakai CD berwarna putil dan payudaranya yang begitu ranum hanya tertutup oleh rambutnya yang piran dan panjang itu, penis ane pun serentak menjadi tegang.

Doi cuek aja memperlihatkan foto-foto vulgarnya itu. “anjrit vulgar banget foto-foto lu” kata ane, “kenapa? lu ga suka?, “suka ko suka, gila putih mulus ya badan lu,” “cowo mana sih yang ga suka foto kaya gitu, lu aja sampe ngaceng gitu tuh” jawabnya sampir melihat ke arah penis ane, sial ternyata dia memperhatikan penis ane yang dari tadi udah ngaceng.

“eh mana katanya tadi lu mau bayar gue? ”, “oh iya, mau dibayar pake apa lu? ,” “yaelah itu tadi lu mau bayar pake apaan? ”, “iya nanti dulu dong sabar, edit aja dulu semuanya tuh foto,” “awas lu ya kalo boong”, “iya iya gue bayar tenang aja lu pasti suka ko”. Di tengah mengedit foto, ane udah ga nahan liat bodinya yang begitu menggiurkan pinggir ane.

Dengan beraninya ane peluk dia dan coba ane raih kedua payudaranya yang besar itu tapi di tepisnya, “ih apaan sih lu” serunya tapi dia malah nerusin mengedit fotonya, ane coba kembali buat menjamah kedua payudaranya itu dan alhasil ane berhasil menajamahnya, langsung saja ane remas tuh payudara, terlihat MD menikmatinya.

“sekarang akan gue bayar lu”, ane yang sudah begitu nafsu denganya, langsung saja ane cumbu dia dengan liarnya, dia menerima cumbuan ane, sungguh mahirnya dia mempermainkan lidahnya, “mmmmppppphhhhhh… mmmmppphhhh” rintihnya ketika tangan ane mulai masuk kedalam kaos abu-abunya itu, terasa hangat dan empuk di tanga payudaranya, ane remas kedua payudaranya itu, tak luput putingnya juga ane permainkan, sampai dia menggelinjang kegelian tak karuan “aduuh enak mi, enak, terus”.

Saat itu kebetulan suasana dirumah sedang sepi karena semuanya sedang berkunjung ke rumah kakek. Mungkin doi juga udah terangsag, tanga doi langsung mengelus-ngelus penis ane yang masih di tertutup oleh celana. Terlihat dia sudah mulai horny kemudian dia jongkok dihadapan ane, membuka kancing dan resleting ane, lalu mengeluarkan penih ane yang berukuran cukup besar itu, tak usah di komando dia langsung mengulum penis ane, hisapannya bagaikan vacum cleaner, kuat sekali.

Sambil dia mengulum penis ane coba buka semua banjunya dan juga Bh nya kini dia telanjang dada. Payudaranya yang besar dan ramun itu terlihat bergetar dan putingnya yang kecoklatan itu aku remas dengan penuh nafsu. Kuluman dengan diselingi kocokan pada penis ane begitu nikmatnya, dia sudah sangat pro dalam melakukan ini.

Kemudian ane berdirinya dia, lalu menciumnya, ketika ane mau buka celananya, tangan ane di pegang sama doi, “jangan gue lagi dapet,” ah sialan ane belum beruntung, padahal ane udah ga kuat pengen masukin penis ane kedalam vaginany itu, tapi apa boleh buat malam ini ane hanya bisa merasakan hisapan mulutnya saja.

Kembali dia hisap penis ane dan juga tak luput buah zakar ane jadi sasaran hisapannya, begitu beringasnya dia melakukan itu, sampai-sampai ane kewalahan menanganinya, dan hanya kuat 13menit. Penis ane mulai bergetar tandanya akan mengeluarkan carian putih ane, ane coba tahan sebentar tapi kocokan tangan doi sungguh hebat sehingga ane ga tahan, lalu “crot crot cort ah ah aaahh” air mani ane muncrat di atas payudaranya yang indah itu, ane puas dengan pelayanannya malam ini walau pun bbelum sempat mencicipi vaginanya itu.

Hari ketiga MD disini, pagi itu semuanya sudah bersiap untuk pergi berwisata bersama-sama, namun ane ga bakal ikut dengan dalih ada janji dengan teman janji yang ga bisa di tinggalkan, padahal ane lagi males kemana-mana. Ternyata MD juga ga ikut oh beruntungnya dia ga ikut, bisa sampe puas nih di rumah kalo gini ma pikir ane.

“kenapa lu ga ikut mi?” tanya MD, “engga ah males gue, mending disini aja main game, ko lu juga ga ikut? ,” “gue kan mau nemenin lu” godanya, “ah bisa aja lu,” ketika itu kami sedang senyeduh teh hangat di dapur, pagi ini dia memakai baju tidurnya yang bermotif Hello-Kitty, yang bikin ane tercengan ketika ane liat ke arah pantatnya ane bingung “ko ga ada garis CD nya sih, apa dia ga pake Cd?

“pikirku, “kenapa liatin bokong gue? mau lu? ,” “engga aneh aja, ko garis CD lu ga kelihatan”, “ya enggalah orang gue ga pake CD,” “hah lu ga pake CD? ”, “iya, tiap mu tidur ane ga suka pake CD,” ah sial kenapa ane baru tau sekarang kalo tiap dia tidur ga pernah pake CD. “kenapa? ga percaya? nih liat!

Semuanya sudah berankgt kini tinggal ane sama si MD aja. Doi sedang mandi, sedangkan ane sedang membayangkan hal semalam, tangan ane mulai masuk kedalan celana boxer ane, kemudian ane keluarkan penis ane sambil ane kocok membanyangkan kejadian semalem. Tak sadar dari sebelah tv terlihat MD senyum-senyum melihat ane lagi ngocok.

Dia menghampiri ane, “cieee yang lagi ngocok, lagi ngebayangin siapa nih?” godanya sambil memperhatikan penis ane yang sudah begitu tegang, “gue lagi bayangin lu mandi MD” dengan seketika ane tarik tubuh doi, lalu ane buka handuk yang membalut sekujur tubuhnya, dan ternyata hayalan ane sedikit meleset mengenai vaginanya.

Vaginanya sudah di tumbuhi bulu-bulu tipis tak terlalu lebat sehingga masih bisa terlihat garis dan clitorisnya. kemudian ane suruh naik ke atas tubuh ane memposisikan posisi 69. Kini terpampang jelas vaginanya yang begitu indah dengan bulu-bulu tipis disekitarnya, harum nya begitu khas dan tak bau (mungkin karena abis mandi ya hehe), mulai ane permainkan vaginanya dengan mengusap-ngusap, kemudian ane pijit clitorisnya yang seperti kacang itu, terdengar suara rintihan MD yang saat itu sedang semangat mengulum penis ane.

“mmmppphhhh… sluuuuurrpppp… ssllluuuurrrrpppp”. Tangan ane mulai masuk kedalan liang senggamanya, ane kobel-kobel liang kenikmatannya itu, di selingi dengan jilatan dari lidah ane yang begitu basah. “ah ah ah uh uh, enak mi uh uh” rintihnya. Kini vaginanya telah di banjiri oleh cairan cinta milik doi.

MD sudah begitu horny kemudia dia berbalik dan memposisikan vaginanya tepat di atas penis ane yang sudah berdiri tegak menantang itu, di bimbing nya penis ane dan kemudia. “sluuuuuuuurp…” masuk sudah semua bagian penis ane kedalam vaginanya yang licin itu, “aaaaahhhhh” lengguhnya, meski sudah tak perawan namun vaginanya masih terasa sempit.

MD mulai bergoyang memompa, memaju mundurkan pinggulnya dengan mimik wajah yang sangat sange itu. “ah terus sayang, kamu hebat sayang” rancu ane, “eeemmpphhhh kontol kamu enak beb, gue suka. eemmmppphhh.. aahhh. aaahhh… uuuuhhhh… uuuhhhh”. terlihat payudaranya yang terguncang hebat akibat gerakannya yang begitu enerjik.

Cukup lama kami memakai posisi WOT itu, kemudian ane suruh dia ganti posisi menjadi doggystyle ini posisi yang ane suka, ane masukan penis ane kembali, kemudian ane genjot sekuat tenanga. “pelaan pelaan beb, ah ah uh oh uh ah” ane mengabaikannya, ane terus mengenjotnya, tak luput payudaranya juga ada remas.

doi belum juga mencapai o nya, begitu juga ane, keringat kami sudah bercucuran, suasana yang begitu panas semakin membuat keringan ini bertambah banyak. “ah beb kamu kuat banget beb aahhhh eemmmpphhhhh uuuuhhhh,” “kamu juga hebat sayang oohhh uuuhhh aaahhhh”. Badan MD mulai bergetar mungkin dia sudah tak tahan lagi.

“beeeb aku mau keluaaar niiiiihhhhh” teriaknya, “tahaaan sayang aku jugaa bentar lagi ko,” ane semakin kencangan genjotannya supaya dapat o. Tak lama ane pun tak kuasa menahan rasa ingin o ane, tapi doi lebih dulu keluarnya “aaaaahhhhhhhh… mmmmmpppphhhhhh…” doi terkurai lemas, ambruk ke atas ranjang, tak lama berselang ane menyusul “aaaahhh aaahhhhhh” air mani ane muncrat di atas bokongnya yang indah itu.

Kami pun membersihkan diri kami di kamar mandi barengan. Ane langsung mandi di temani Meidity tapi mungkin karena dia sudah lelah jadi waktu ane minta lagi di menolaknya. “makasih ya MD,” doi hanya tersenyum manis dan pergi ke kamarnya untuk memakai baju. Kebetulan ane hari itu ada janji sama teman, jadi ane harus pergi meninggalkan Meidity sendiri di rumah kala itu…

© 2022 - CeritaSeru.xyz