November 02, 2020
Penulis — LoneyHunter

Hari itu

Mencoba menceritakan yang pernah terjadi..

Cerita lama yg tidak bisa di lupakan..

Nama saya Joko, saat itu umur 23 tahun, saya kuliah di Kota Y pada waktu itu..

Akhir bulan September setelah libur panjang semester genap, seperti biasa saya harus kembali ke Kota Y, karena semester baru akan di mulai. Kebiasaan saya kalau libur panjang pasti akan di habiskan di rumah, karena status saya yang jomblo sudah lama setelah putus dari pacar waktu akhir kelas 3, waktu itu saya adalah mahasiswa semester 4, dimana sudah terasa jenuh dengan rutinitas kegiatan kuliah dan organisasi.

Perjalanan ke Kota Y, biasanya saya naik kereta, namun entah mengapa saya ingin mencoba naik bus malam, yang berangkat nya lumayan malam sekitar jam 9-12an, saya pun berangkat ke terminal jam 8:45, tidak tahu nya ternyata tiket bus pertama dan kedua telah habis terjual, memang akhir masa liburan, di mana mana banyak yg harus kembali ke aktivitas nya.

Akhirnya kubeli satu tiket, apes nya ternyata hanya tersisa 2 kursi, tidak bisa memilih tempat duduk yang nyaman, karena yang tersisa adalah kursi kedua dari belakang, sementara kursi panjang di belakang sudah penuh dengan paket paket kardus yang tertata tinggi.. terpaksa saya ambil dan beli untuk tempat duduk sebelah kaca..

“Wah masih lama juga ini kalau menunggu bus terakhir, harus nya kemarin pesan tiket dulu” pikirku

Akhirnya saya memutuskan mencari warung kopi, sambil menunggu jam 12 malam..

S. “Kopi itemnya satu, mba..” kataku

M “Tambah gulanya ngga mas?..” Tanya wanita penjaga warung, yang kira kira berumur 7-12 tahun di atas ku..

S “Ngga usah mba, minum kopi di temenin mba j sudah kemanisan” sedikit rayuku keluar..

M “Bisa j mas e..”

Aku hanya tersenyum setelah itu…

Setelah menghabiskan setengah bungkus rokok dan kopi tidak terasa waktu cepat berlalu, jam 10 malam. Ternyata masih harus menunggu 1 setengah jam lagi menunggu bus masuk ke terminal, yang biasanya menunggu penumpang sekitar setengah jam baru berangkat.. itu yang saya tahu setelah ngobrol yang tidak jelas dengan mbak penjaga warung.

S “Mbak jaga sendiri malam malam begini?”

M “Ngga mas, biasanya suami saya yang jaga. Saya gantiin sebentar..”

S. “Lah suaminya lagi kemana? Hampir dua jam di sini, belum kelihatan dia?

M “Tuh dia… Tadi pulang ke rumah sebentar..”

Ternyata suaminya datang.. Cahaya lampu sedikit menyilaukan, berhentilah sepeda motor di depan warung itu.

Suami: “Maaf, bu e, ini si Lastri susah banget di omongin.”

Istri. : “Lastri.. Lastri.. kamu itu gimana sih..”

Suasana sudah tidak nyaman, akhirnya ku putuskan untuk membayar dan menunggu di tempat lain..

Bus yang kutunggu akhirnya datang juga…

Naiklah saya ke dalam bus, mencari tempat duduk.. Jam 12 kurang 5 menit, sopir bus sudah naik dan siap berangkat, tiba tiba berhenti, sedikit keributan terdengar.

“Cuma sisa satu, g bisa kalau dua.. tapi kalau memaksa nanti saya usahakan” ternyata suara kernet bus, yg kemudian jalan cepat kebelakang, menyusun paket, hingga bisa untuk tempat duduk satu orang lagi..

Sambil melirik “wah kalau saya sih, pilih naik bus yang lain saja, daripada harus duduk di situ sampai Kota Y”.

“Permisi mas e, sebelahnya kosong kan..

Saya kaget, ternyata suara itu adalah mba penjaga warung dan satu lagi mengikuti di belakang yang tidak lain adalah Lastri…

Bersambung

“Cape juga ngetik pake hape”

Slow lanjut…

© 2022 - CeritaSeru.xyz