November 02, 2020
Penulis — InsideYourDream

Cinta Yang Tabu

PK = CLOSE!

Namaku Ilham, umurku dua puluh satu tahun tahun. Aku tinggal Bersama keluargaku yang menjalani kehidupanya sebagai keluarga yang agamis. Segala hal yang kami lakukan sangat erat sekali hubunganya dengan agama yang kita yakini. Terkadang, aku merasa bosan dan terkekang dengan aturan aturan yang harus dipatuhi didalam keluargaku ini, jadi aku memilih untuk menjadi anak yang taat dirumah, namun bandel diluar.

Sebenarnya, terkadang didalam rumah pun aku melakukan hal yang terlarang. Disaat malam hari dimana keluargaku tertidur, aku sering menonton film porno dan melakukan onani disaat yang bersamaan. Beruntungnya sejauh ini aku tidak pernah ketahuan melakukan itu, jadi sampai saat ini aku masih melakukanya.

Aku memiliki kakak perempuan bernama Rifa. Umurnya dua puluh delapan tahun, namun terkadang tingkah lakuknya seperti anak kecil. Dia merupakan pribadi yang pendiam, tenang, anggun dan sudah pasti taat terhadap agama. Dia sangat jauh dengan dunia pergaulan sosial yang terjadi diluar rumah kami. Banyak yang mengatakan karena keanggunannya, dia terlihat sangat cantik dan mempesona.

Jujur aku sama sekali tidak melihat ketertarikan dalam kakakku, karena pada dasarnya, aku anak yang normal dan tidak memiliki rasa terhadap kakak kandungku sendiri. Lagipula, kakakku kabarnya mau menikah dengan seorang cowok teman kampusnya dulu yang lumayan kaya dan siap membiayai semua kebutuhan yang diperlukan nanti.

Pagi hari seperti biasa dimulai. Ayah dan ibuku pergi kerja sementara kakak akan berangkat bekerja sebagai guru mengaji. Aku yang kebetulan masih menjalani libur semester harus menjaga rumah sendirian. Kesempatan yang menarik untuk menonton porno dan onani lagi. “Dek, jaga rumah ya, jangan macem macem”, ujar kakakku sebelum berangkat.

“Iya, bawel, sana berangkat”, jawabku. Dengan diakhirinya percakapan singkat kami, kakakku pun akhirnya berangkat bekerja. Sekitar sepuluh menit setelah semuanya berangkat dari rumah, pacarnya kakakku dating dengan membawa motor. Dia mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Aku yang sedang menjaga rumah kemudian membukakan pintu untuknya.

“Eh, abang Kharis, napa bang?”, tanyaku.

“Eh, ham, teteh udah berangkat?”, jawabnya yang disambung dengan pertanyaan.

“Iya, barusan banget, ini juga dirumah kosong, Ilham jaga rumah sendirian”, cetusku sambil tertawa kecil.

Perlu diketahui juga, bang kharis, merupakan calon suami dari kakakku dan satu satunya orang yang mengetahui kalau sebenarnya aku ini merupakan anak yang nakal walaupun terlahir dalam keluarga yang agamis. Dia orang yang tau kalau aku sering menonton film porno dan onani, namun dia sangat pengertian karena dia memahami situasiku seperti apa.

“Weh beruntung banget dirumah sendiri, mau notnon koleksi film porno yak?”, sahutnya sambil tertawa.

“Wadooh ketauan nih”, jawabku

“Saran abang mah ya, coba lu kalo mau coli, bayangin temen temenlu, jangan nonton film porno mulu, bule bule jepang atau amerika gitu mah gaakan ada di kita, mending bayangin temen sekolahlu atau siapa kek kalo coli”, cetusnya sambal emmakai helmnya kembali dan menyalakan motor, bersiap untuk berangkat.

“hmm, ntar deh ilham pikirin lagi, thanks Saranya bang”, sambungku.

Setelah mengucapkan salam perpisahan, dia langsung pergi sementara aku menutup pintu dan kembali masuk kedalam rumah. “Kalau dipikir pikir, iya juga ya, aku coba coliin siapaa gitu temenku, tapi gapunya fotonya, gimana ya…”, ujarku dalam hati.

Seketika aku terbesit pikiran “Gimana kalo aku coliin teteh aja ya? Kayaknya enak gitu genre incest, sister gitu”. Nafasku mulai tidak teratur, nafsu seks ku mulai meningkat, detak jantungku mulai berdetak tidak karuan. Kalua dipikir piker, aku memiliki kakak tercantik yang pernah ada dengan badan idela yang dimilikinya, kenapa aku tidak coli daridulu ya?

Sudah aku putuskan, aku akan onani dengan fantasi kakaku sendiri sebagai objeknya. Namun aku memerlukan bahan, dari foto saja tidak cukup, aku perlu bahan yang lebih kuat untuk meningkatkan nafsuku. “Oh iya, celana dalem”. Berhubung kamar kakakku tidak dikunci, aku coba terobos masuk saja dan langsung mengincar lemari pakaian milik kakakku.

Tak lama setelah mencari, aku menemukan bagian lemari yang penuh dengan celana dalam kakakku. Meliat variatif warna dan bentuknya saja sudah membuatku berpikiran yang macam macam. Aku kemudian mengambil satu yang paling atas dan langsung mengendusnya dalam dalam.

“Mmmhhffhhh, bau memeknya teteh”, ujarku sambil terus mengendus. Aku kemudian membuka celanaku dan langsung mengocok kontolku yang sudah keras itu sambil terus membayangi tetehku sebagai bahan imajinasiku.

Membayangkan aku dan kakakku sedang melakukan sex.

Tak lama kemudian, aku pun mencapai klimaksku. Kutumpahkan pejuku kedalam celana dalam milik kakakku ini tanpa pikir panjang. Sejenak aku terduduk dan menghela nafas kemudian kembali berfikir bahwa sepertinya akan terasa sangat nikmat jika aku bisa bercinta dengan kakakku itu. Semakin aku membayangkanya, semakin aku ingin meniduri tubuhnya yang terbalut dengan pakaian suci itu.

“Nah sekarang mau aku apain nih celana dalem, kalo dicuci bakal ketauan ga ya? Simpen aja deh”, ujarku sambil menyembunyikan celana dalam kakak yang penuh dengan peju ku dibawah kasurku. Sungguh, aku sama sekali tidak merasa berdosa telah menggunakan kakakku yang suci itu sebagai imajinasi bacolku. Aku tidak peduli sama sekali.

Siang itu mendung, langit sudah dipenuhi awan gelap dan sebentar lagi akan turun hujan yang sangat lebat. Disaat ayng bersamaan juga aku mendapatkan pesan dari kedua orang tuaku bahwa mereka hari ini tidak akan pulang karena ada urusan bisnis keluarga.

Jadi untuk semalaman ini, hanya akan ada aku dan kakakku saja dirumah.

Dahulu, kita memang sering ditinggal berdua begini, namun untuk kali ini terasa cukup berbeda. Perbedaanya kali ini adalah aku yang sedang dalam kondisi sangat terangsang dengan kakakku sendiri. Sejenak aku berfikir untuk meniduri kakakku malam ini, dengan cara paksa pun tidak apa apa. Hujan deras pun turun diiringi dengan suara petir yang terus terusan terdengar.

Selagi aku membuat rencana, kakakku tiba tiba datang dengan kondisi kehujanan. Sekujur tubuhnya basa kuyup, dan akbiatnya lekukan tubuhnya pun terlihat dengan jelas meskipun terhadang dengan pakaian syar’i miliknya. “Woh, langsing dan seksi juga ya ternyata kakakku ini”, gumamku dalam hati.

“Ham, bapak sama mamah gak akan pulang hari ini, udah ngabarin kan?”, tanyanya sambil melepas sepatu.

“Iya udah. Teteh mandi gih, basah gitu, nanti sakit”, jawabku.

“Iya ini mau”, sambungnya.

Kesempatan yang bagus sekali, aku sudah menyiapkan lubang di dinding kamar mandi yang bisa aku intip langsung dari kamarku, karena memang kamar mandi keluarga kita dengan kamarku itu tepat bersebelahan. Sebenarnya aku menyiapkan lubang itu untuk suatu saat ketika teman teman wanitaku datang ke rumahku dan memakai kamar mandi itu.

Tapi siapa sangka sekarang aku malah menggunakanya untuk mengintip kakakku sendiri.

Tak lama kemudian, kakakku langsung masuk ke kamar mandi dan aku dengan cepat langsung masuk kedalam kamarku dan menempati posisi yang sudah kubolongi dindingnya. Tak berfikir panjang aku lagsung saja membuka celana beserta celana dalamku untuk bersiap mengocok kontolku yang sudah keras daritadi.

Perlahan ia mulai membuka bajunya yang basah terkena air hujan itu. “YA TUHAN”, sentaku dalam hati karena terkejut melihat betapa indahnya tubuh kakakku tanpa pakaian yang selalu menutupinya. “Sexy parah teteh ternyata”, seruku sambil pelan pelan mulai mengocok kontolku. Kakakku kemudian mulai membuka bra nya dan dua buah gunung yang tidak terlalu besar namun membuat sange itu pun terlihat dengan jelas.

Karena aku sangat penasaran bagaimana bentuk dari memek kakakku, nafasku mulai tidak teratur dibuatnya, tak terasa tangaku juga semakin cepat mengocok kontolku. Perlahan, dan akhirnya terlepas. Miss v kakakku yang masih suci itu pun terlihat dengan jelas. Terlihat sangat rapat dengan ditumbuhi rambut tipis di sekelilingnya.

“Huhhh… Badanya teteh… Memeknya… Susunya… Ngghh”, kataku sambil terus memejamkan mata dan mengocok.

Tak lama kemudian, pintu kamarku tiba tiba terbuka.

“Dek sabun habis, punya sab- KYAAAHHH!!!”, Ternyata kakakku dengan menggunakan handuk masuk secara tiba tiba. Sial, aku memalingkan mataku sebentar dari lubang itu ternyata dia tiba tiba keluar dan masuk ke dalam kamarku, dan aku lupa mengunci pintu. Yang lebih sialnya lagi, dia melihat aku coli.

© 2022 - CeritaSeru.xyz