November 03, 2020
Penulis — ndaskontol

Asiknya meniduri Istri expatriat pengusaha batubara

Nama saya Yudi, berumur 25 tahun, dan ingin berbagi pengalaman seks saya. Ketika itu saya masih bekerja di salah satu KAP terkenal di jakarta. Saya bertugas melakukan audit pada perusahaan yang bergerak dalam pengeboran minyak dan kayu yang memiliki pertambangan di Kalimantan.

Ketika itu hari ke-12 saya melakukan audit, karena weekend saya ikut bersama-sama karyawan yang sedang off untuk sama-sama ke kota Balikpapan. Di dalam perjalanan menuju kota Balikpapan dengan heli milik perusahaan tersebut, saya berkenalan dengan seorang Expatriate yang memiliki rumah di kota Balikpapan.

Setibanya kami di rumah, Expatriate itu memperkenalkan istrinya dan kedua anaknya kepada saya dan memberitahukan bahwa saya akan menempati paviliun depan selama weekend ini. Mbak Citra, begitu saya memanggilnya usianya ¡À30 tahunan sebaliknya ia memanggil saya dengan sebutan Pak karena suaminya yang Expatriate itu mengatakan hubungan pekerjaan saya dengan perusahaan tempatnya bekerja.

Lewat kira-kira sejam saya berendam, setengah tertidur di kamar mandi ketika samar-samar saya dengar ketukan di pintu kamar mandi. Setengah sadar saya melompat dan langsung membuka pintu kamar mandi. Saya terkejut bukan kepalang karena tiba-tiba Mbak Citra telah ada di depanku. Mbak Citra juga tidak kalah kalah terkejutnya, melihat saya dalam keadaan bugil.

Sambil berucap yang tak jelas, ¡°Ah.. eh.. ¡± saya langsung berbalik ke dalam dan mengambil handuk dan langsung membungkus tubuh terlarang saya dan kembali keluar menemui Mbak Citra. Di luar, Mbak Citra juga masih gugup dan kaku berbicara kepada saya, ¡°Eh.. anu Pak, e¡* Mr. David sudah kembali lagi ke Pertambangan, katanya ada kerusakan mesin di pertambangan dan hari senin pagi Bapak akan dijemput oleh orang proyek di sini.

Lalu saya berjalan ke depan, untuk memakai baju di dalam kamar, Mbak Citra menunjukkan dimana saya bisa menyusun dan menyimpan pakaian saya serta menyodorkan kantong, ¡°Pakaian kotornya taruh di sini, biar nanti dicuci pembantu,¡± katanya. Ketika saya membungkuk untuk membuka tas dan akan menyusunnya ke dalam lemari, tiba-tiba terlepaslah handuk yang membelit di pinggang, saya terkejut setengah mati, dan wajah saya merona merah, karena malu.

Sambil membetulkan handuk, saya menjawab sekenanya, ¡°Sekitar dua minggu.¡±

¡°Wah, lumayan juga dong.. pasti udah lama tidak diasah, ya Pak?¡±

Saya hanya meringis, mengiyakan. Melihat Mbak Citra tidak terkejut dan malah berkomentar lucu, timbul niat iseng di kepala saya. Sambil kembali melepaskan handuk di pinggang, saya balik bertanya, ¡°Mbak Citra juga udah lama dong, nggak dibor?¡±

Sial, ternyata Mbak Citra langsung keluar kamar, saya tidak begitu peduli awalnya, tapi saya pikir mungkin telah melukai perasaan wanita, buru-buru saya mengenakan CD dan mencari-cari jeans di dalam tas untuk saya pakai dan mengejar Mbak Citra, untuk minta maaf.

© 2022 - CeritaSeru.xyz