October 31, 2020
Penulis — thealfonso

Ibu 3

Ayahku baru saja pulang. Ia baru saja dibelikan motor yang baru oleh ibuku. Saking senangnya dengan motor barunya, perhatian ayahku tidak lepas dari motornya. Kalau sudah pegang motor kok sepertinya lupa segalanya, begitulah kata ibuku kepada ayahku. Yang di bicarakan hanya diam saja, lalu ayahku masuk ke dalam, ibuku berkata, mobil emak dicuci, ya, habis ini, suruh ibuku kepada ayahku.

Ayahku tidak membantahnya, dengan segera dikerjakannya permintaan ibuku. Setelah selesai, ibuku menepuk-nepuk punggung ayahku. Gimana motornya, sepertinya kamu sangat suka ya? ayahku menjawab, iya dong ma, palagi gratis!!! Makasih ya, Mak. lalu saya terkejut tatkala ibuku berkata, Harly, Emak mau kamu jemput mamamu, biarlah dia tinggal di sini.

Saya tidak tahu tujuan ibuku menyuruh ayahku memanggil nenekku, selama ini saya belum pernah melihat nenekku, ibu dari ayahku. Mungkin ibu memberitahu bahwa ibu sudah Hamil Dan akan nempunyai anak.

ibuku sangat cantik, tubuhnya sangat indah menurutku, Sangat seimbang dengan tinggi badannya karena ibuku termasuk di atas rata-rata tingginya. Kata orang, ibuku sangat seksi dan cantik jelita. Saya penasaran atas kedatangan nenekku itu, bagaimana rupa wajahnya. Ayah pergi dengan motornya, pada siang hari.

Malam hari ayahku datang bersama nenekku, ternyata nenekku sangat cantik, badannya langsing wajahnya mirip ibuku Dan jauh lebih muda. Umurnya sepertinya belum ada tiga puluh tahun dan saya bertanya kepada ibuku, ibuku berkata bahwa memang nenekku ini umurnya baru tiga puluh satu tahun, saat ketemu ibuku Dan nenekku saling mencium Dan menangis satu Sama lain, sedangkan kakekku tidak bisa datang karena ada kesibukan.

Ibuku kelihatannya sangat sayang kepada ibu mertuanya, Dan ibuku memberitahukan bahwa saya adalah anaknya Harly, ayahku. Saya agak malu malu karena nenekku sangat cantik, Dan setelah makan malam saya diajak tidur nenek. Saya agak minder, nenekku yang sangat cantik ini mengajakku tidur bersamaku, kalau mau bobo Sama nenek, bobo saja sayang, kata ibuku mendukungku.

Saya pun tidur dengan nenekku, nenekku santai saja ganti baju di dalam kamar, saya sangat malu Dan penisku melihat pemandangan ini menjadi berdiri, saya sangat malu, bagaimana tidak! Wajahnya sangat cantik jelita kulitnya pun putih bagaikan susu nan lembut tidak menggambarkan seorang nenek tetapi sebagai seorang artis cantik, payudaranya lebih kecil dari pada kepunyaan ibuku tetapi kelihatan kencang.

Melihat wajahku yang mungkin saya agak malu, nenekku bertanya, mano sudah punya pacar belum? Saya menggelengkan kepala Dan menunduk malu. Nenekku menciumku Dan memperhatikan yang menyembul di celanaku. Nenekku tersenyum. burungmu sepertinya perlu olah raga biar sehat, tersentak saya kaget nenekku berkata seperti itu.

Coba nenek lihat! aduh saya malu sekali, Sama neneknya ga usah malu. ah si nenek bikin tambah malu aja. Nenekku tertawa-tawa. Kemudian berbaring di sampingku, nenek sangat sayang Sama Mano, kata nenekku kepadaku. tidak lama kemudian nenekku tertidur, mungkin capai diperjalanan, nenekku memelukku tak terasa saya menyentuh payudaranya, ternyata tidak memakai beha, dan roknya tersingkap Dan kulihat pahanya sangat mulus putih bersih, burungku ini masih tegang saja Dan saya sangat kaget, tiba-tiba tangan nenekku memegang penisku, saya sangat malu, Dan nenekku tiba-tiba tertawa Dan berkata, malu nih yeee, Saya hanya membalas, nenek belum tidur ya, nenekku menjawab, pasti belum tidur sebelum cucu tersayang ini sudah tidur.

Lalu nenekku membisikkan, kalau mau dibantu nenek mau bantu, mau tidak? Burungmu pasti lapar No, pernah ngrasai punya cewek belum? saya menjawab lirih, belum, nenekku sepertinya sangat marah, Ia berbicara kepadaku agak keras, cucu nenek ga boleh bohong ya! jawab yang bener dong sayang.! saya ketakutan akhirnya kujawab dengan lirih, pernah nek.

nenekku diam membisu dan bersikap tidak peduli Dan akhirnya tertidur. Ternyata nenekku agak lama di rumahku, sehari dua hari saya tidak tahan untuk menahan nafsu birahiku, sementara nenekku sangat cantik, pada beberapa hari kemudian pada saat saya tidur bersama nenek, saya berkata kepada nenekku, nenek sangat cantik.

kataku. Nenekku berdehem Dan menciumku saya membalas mencium nenekku, saya peluk nenekku Dan nenekku bangkit seraya memelukku dengan satu persatu telah melepas pakainnya. Nenekku memang sangat cantik, meski umurku belasan tahun tetapi saya sudah tahu mana yang cantik Dan mana yang bukan. Tanpa diduga, nenekku bangkit dan melepaskan pakaiannya, payudara yang sangat indah kulitnya putih bersih, bila tersenyum manis sekali.

Secepat kilat kuraih payudaranya dan saya meremas-remasnya, nenekku mendesah. Kujilati perut nenekku, nenekku mendesah, kucium pangkal pahanya, nenekku merenggangkan pahanya, kuremas-remas vagina nenekku, nenekku mendesis dan kuremas-remas vaginanya, nenekku merebahkan diri dan mengangkat pinggulnya dengan kedua kakinya, saya pun merespon dengan memasukkan penisku ke dalam vagina nenek.

Saya menggenjotnya, nenekku mengerang-erang dan sesekali berteriak, saya terus menggenjotnya dan kupegangi kedua kaki nenekku dan saya terus menggenjotnya dan saya agak capai kuperlahan genjotanku saya tarik nafas sejenak kupercepat lagi genjotanku, dan nenek nyaris berteriak-teriak akhirnya nenekku mengerang dengan semburan cairan vaginanya mengguyur seluruh penisku dan saya masih terus menggenjotnya saya merasa sudah akan mencapai puncak kenikmatan akhirnya saya menyemprotkan sperma saya ke dalam vagina nenekku.

Nenekku tinggal agak lama dan hampir setiap saat saya menyetubuhi ibuku dan nenekku. Pada akhirnya saya bersetubuh dengan nenekku hampir setiap malam, Nenekku pun akhirnya sering merayuku untuk kusetubuhi, pada akhirnya nenekku mengandung, Dan kami berdua tidak menceritakan kepada ibuku. Kulihat ibuku berdua dengan nenekku, ibu dari ayahku sedang berbicara kelihatannya sangat serius, kemudian Saya menyela, ingin melihat kakekku, ayahnya ayahku, tetapi tidak mendapat tanggapan, hal ini menjengkelkan.

Dan pada saat. Tidak ada ibuku, nenekku mengajakku ke rumah nenek, saya disuruh berjanji supaya tidak bilang-bilang ibuku, Dan akhirnya saya diajak nenekku ke rumahnya, ternyata rumah nenekku tidak jauh, masih satu kota. Betapa saya terkejutnya bahwa suami nenekku adalah Pak Nugroho, suami nenekku yang lain, ayah ibuku.

Saya di rumah nenek hinggga larut malam Dan saya kembali pulang bersama nenek. Nenek berkata kepada ibuku bahwa saya habis diajak jalan-jalan di mall. Ibuku percaya saja. Lalu nenekku pulang, besuk harinya, ketika pulang sekolah saya ke rumah nenek. Nenekku menyambutku dengan senang Dan saya berkata kepada nenekku bahwa saya.

Hanya sebentar saja. Takut dimarahi ibu. Saya tiba-tiba bertanya kepada nenekku, karena saya pikir, nenekku itu kok canttik sekali, kelihatn lebih muda dari ibuku, saya pun bertanya, nek, ibunya nenek tinggalnya di mana? saya sangat terkejut atas jawaban nenekku, bahwa ibunya nenekku adalah ibuku, jadi ternyata nenekku itu anak kandung ibuku.

ayahmu itu adalah anakku, sebenarnya ayahmu itu cucu ibumu, saya sangat bingung dengan penjelasan nenekku itu, lalu nenek menjelaskan lagi, sebenarnya dulu nenek sangat takut kepada ibumu, karena waktu kecil saat diasuh oleh ibumu, waktu ibu tidur bersama saya Dan anakku, yaitu ayahmu itu, anakku suka mengeluarkan kemaluannya untuk dimasukkan ke kemaluan ibu, tanpa sepengtahuan ibu.

Waktu itu umur ayahmu baru tujuh tahun, Dan ibu tidak menyadari, dan ayahmu itu sering berusaha membuka celana dalam ibu, suatu kali ibu terbangun gara-gara itu. Ibu sangat marah, tetapi pagi harinya seperti tidak terjadi apa-apa. lalu saya bertanya, terus selanjutnya bagaimana nek? Nenek menyela, sekarang jangan panggil nenek, karena kamu adikku, meskipun kamu itu anaknya anakku.

saya mengiyakan, lalu saya bertanya, selanjutnya bagaimana kak? akhirnya, mungkin ibu kita merasa risi diperlakukan cucunya yang masih kecil, akhirnya ≈Ўaãa≈ ibu kasih, dan akhirnya ayahmu pada umur sepuluh tahun, ibumu Hamil. Kakak juga bingung, dan takut akhirnya kakak pergi, tapi kakak berusaha mencarikan akte kelahiranmu supaya jelas siapa ayahmu, tepapi ibumu tidak mau menikah dengan ayahmu, ibumu menyetujui bahwa kamu adalah anaknya ayahmu itu, yaitu anakku, Harly.

Saya mendapatkan penjelasan itu kurang bisa nangkap, lalu saya bertanya kepada kakakku, suami kakak itu siapa? Lagi lagi membuat saya semakin bingung, kakakku menjawab bahwa suaminya kak yati adalah pak nugroho, saya sungguh tidak begitu mengerti, lalu saya Tanya lagi, kalau ayah saya adalah anaknya mbak yati, siapakah ayah kak yati?

Saya semakin tidak mengerti, apakah kak yati tidak tahu pertanyaanku sih? Kok jawabannya juga pak nugroho? Saya pun bertanya lagi, benar kak apakah suami ibu sebelumnya juga pak nugroho? kak yati malah menjawab dengan nada tinggi, sudah dikasih tahu malah Tanya lagi, kamu masih kecil sihibu kita masih gadis, meskipun pernah melahirkan saya dan kamu, tetapi masih gadis, belum pernah punya suami!

Saat di rumah, saya bertanya kepada ibuku, apa benar nenekku itu ibuku yang melahirkan Dan ibuku membenarkannya. Saya tidak bertanya kepada ibuku lagi hal-hal yang dijelaskan kakak panjang lebar. Karena tidak menarik, yang saya tahu sekarang ibuku Sonia Dan ayahku harly entah awalnya seperti apa tidak terlalu penting.

Di saat saya pulang dari sekolah, tiba-tiba di rumah ada tamu, yang tidak saya kenal. Saya diperkenalkan kepada tamu itu, kata tamu itu, saya akan tinggal bersama mereka, Dan saya disuruh memangggil papa Dan mama. Mulai saat itu, saya menjadi anak kedua orang itu, Dan akhirnya saya tinggal bersama mereka.

selama saya. Tinggal bersama mereka, saya diperkenalkan dengan keluarga baruku, siapa saja om dan tante dari pihak mama maupun papa, maupun. Sepupu dan kakek nenek. Kata mama dan papa, saya sudah tidak ada hubungan Sama sekali denggan ibuku, olehku terpikirkan bagaimana nantinya anakku lahir. Dia anakku.

© 2022 - CeritaSeru.xyz